Lanjut ke konten

Kecelakaan Lalu Lintas Masuk ke Meja Hijau

24 Juni 2014

laka bus sumedang 2012

KECELAKAAN lalu lintas jalan berdampak luas. Di luar dampak kerugian material, korban luka-luka, dan hilangnya nyawa sang korban, kecelakaan juga berdampak pada permasalahan hukum. Sang pelaku bisa divonis pidana penjara dan sejumlah uang denda. Menjadi pesakitan di meja hijau menjadi penderitaan tersendiri bagi pelaku kecelakaan di jalan.
Undang Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mencantumkan ancaman sanksi pidana penjara dan denda bagi para pelaku kecelakaan. Sang pelaku kecelakaan bisa diganjar sanksi karena kelalaian atau kesengajaan seperti tertuang di dalam pasal 310 dan 311. Tentu saja sanksi untuk keduanya berbeda. Bagi mereka yang divonis melakukan kelalaian, sanksi pidana penjara maksimalnya selama enam tahun atau sanksi denda yang maksimalnya Rp 12 juta. Sedangkan bagi mereka yang divonis melakukan kesengajaan bisa dikenai penjara maksimal 12 tahun atau denda maksimal Rp 24 juta.
Sanksi juga diberikan bagi mereka yang melakukan tabrak lari. Di dalam pasal 312 disebutkan bahwa pelaku tabrak lari bisa dikenai pidana penjara paling lama tiga tahun atau denda paling banyak Rp 75 juta.

Perundangan yang terkait dengan hal itu adalah Kitab Undang Hukum Pidana (KUHP) khususnya pasal 359 dan 360. Sebelum Undang Undang No 22 tahun 2009 diberlakukan pada tahun 2009, ketentuan pasal 359 dan 360 KUHP dipakai untuk mengganjar pelaku kecelakaan lalu lintas jalan. Pasal 359 memberi sanksi bagi seseorang yang karena kealpaannya menyebabkan orang mati, dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya lima tahun atau hukuman kurungan selama-lamanya satu tahun. Sedangkan di dalam pasal 360, bagi mereka yang karena kealpaannya menyebabkan orang luka berat dihukum penjara selama-lamanya lima tahun atau hukuman kurungan selama-lamanya satu tahun. Kedua, barang siapa karena kesalahannya menyebabkan orang luka sedemikian rupa sehingga orang itu menjadi sakit sementara atau tidak dapat menjalankan jabatan atau pekerjaannya sementara, dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya sembilan bulan atau hukuman kurungan selama-lamanya enam bulan atau hukuman denda setinggi-tingginya tiga ratus rupiah.

Penderitaan kian berat ketika seseorang yang mengalami kecelakaan lalu lintas jalan, namun juga harus berhadapan dengan masalah hukum di pengadilan. Mari kita lihat 70 putusan pengadilan sepanjang rentang 1997 hingga 2013. Data dari laman Mahkamah Agung memperlihatkan bahwa para jaksa penuntut umum lebih suka mengajukan tuntutan penjara bagi para terdakwa pelaku kecelakaan lalu lintas jalan, yakni sebanyak 51,43% tuntutan jaksa menggiring terdakwa untuk dibui. Selera para jaksa hampir sama dengan para hakim yang ternyata lebih suka memenjarakan para pelaku kecelakaan. Sebanyak 41,43% keputusan hakim memvonis terdakwa dengan hukuman pidana penjara.

Tak cukup divonis penjara, para pelaku kecelakaan itu juga dibebani denda. Khusus untuk mereka yang divonis penjara sekaligus denda menempati posisi kedua terbesar yang diganjar para hakim. Betapa pedih penderitaan sang pelaku, sudah ditahan sebelum dan selama persidangan, lalu divonis kurungan penjara, juga harus membayar denda. Bahkan, sekaligus ada yang sudah memberikan santunan kepada keluarga korban. Untuk mereka yang seperti itu, menempati posisi kedua terbesar dari berbagai jenis vonis hakim, yakni mencapai sekitar 13% dari total kasus.

Kewajiban para pelaku kecelakaan untuk membantu korban kecelakaan termaktub di dalam Undang Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Lihat saja di pasal pasal 235 ayat (1) Jika korban meninggal dunia akibat Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (1) huruf c, Pengemudi, pemilik, dan/atau Perusahaan Angkutan Umum wajib memberikan bantuan kepada ahli waris korban berupa biaya pengobatan dan/atau biaya pemakaman dengan tidak menggugurkan tuntutan perkara pidana.

(2) Jika terjadi cedera terhadap badan atau kesehatan korban akibat Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (1) huruf b dan huruf c,
pengemudi, pemilik, dan/atau Perusahaan Angkutan Umum wajib memberikan bantuan kepada korban berupa biaya pengobatan dengan tidak menggugurkan tuntutan perkara pidana.

Sedangkan di pasal 236 ayat (1) Pihak yang menyebabkan terjadinya Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 wajib mengganti kerugian yang besarannya ditentukan berdasarkan putusan pengadilan.

(2) Kewajiban mengganti kerugian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pada Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (2) dapat dilakukan di luar pengadilan jika terjadi kesepakatan damai di antara para pihak yang terlibat.

Mayoritas mereka yang diganjar penjara adalah para pelaku kecelakaan lalu lintas jalan yang menimbulkan korban meninggal dunia. Sebanyak 65,22% pelaku kecelakaan yang menimbulkan korban meninggal dunia divonis mendekam di penjara. Sedangkan mereka yang menyebabkan orang meninggal dunia sekaligus luka-luka, sebanyak 38,89% nya digiring ke balik jeruji besi.

Ironisnya, mereka yang diganjar hukuman pidana penjara, sebelumnya sempat ditahan saat proses penyidikan, penuntutan, maupun saat menjalani proses persidangan. Mereka yang ditahan sebelum divonis jumlahnya mencapai 58,57%, sisanya tidak ditahan. Lama penahanan sambil menunggu vonis mayoritas, yakni 48,7% berkisar 2-4 bulan. Sedangkan yang kedua terbanyak adalah ditahan berkisar 4,1-6 bulan, yakni sekitar 31%. Selebihnya ada yang kurang dari sebulan, bahkan ada yang lebih dari sembilan bulan.

Kebanyakan para hakim memutus pidana penjara lebih besar dari masa penahanan, yakni 63,41%. Artinya, sang terpidana masih melanjutkan masa menginap di hotel prodeo hingga masa berakhirnya periode kurungan. (edo rusyanto)

One Comment leave one →
  1. 24 Juni 2014 09:52

    Pure III Kembali Di Jual Online Selengkapnya http://goo.gl/6dOiMj

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: