Lanjut ke konten

Ambulans Aja Gak Nyalain Sirbo

19 Juni 2014

ambulan sirbo

TERNYATA pengemudi ambulans menerapkan aturan main yang cukup tegas saat membawa pasien ke rumah sakit. Dua di antaranya adalah tidak menyalakan sirene dan melaju dengan kecepatan 40 kilometer per jam (kpj).
“Jika menyalakan sirene akan menaikkan adrenalin pasien, apalagi pasien sakit jantung. Bisa membahayakan kesehatan pasien,” ujar petugas dari Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dalam diskusi yang membahas protokol Kelalulintasan Kendaraan Darurat, di Jakarta, baru-baru ini.

Dia bercerita, ambulans memang mesti cepat tiba di lokasi tujuan, misalnya lokasi terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan. Cepatnya ambulans dan petugasmedis di lokasi kejadian diharapkan bisa menolong korban yang berpotensi hidup. Karena itu, saat menuju lokasi tujuan menjemput pasien, ambulans menyalakan lampu sirene dan lampu rotatornya yang berwarna merah.

Sekalipun ambulans mendapat prioritas di jalan raya, menurut dia, pihaknya was-was jika mengabaikan aturan lalu lintas. Misal, menerobos lampu merah, hal itu riskan karena bisa saja terjadi insiden tabrakan dengan kendaraan lain yang tidak faham. “Karenanya kami minta bantuan polisi lalu lintas untuk membantu jika ada ambulans lewat agar mendapat prioritas untuk menolong pasien,” katanya.

Ya. Suara sirene dan lampu rotator ambulans kadang tidak serta merta membuat para pengguna jalan memberinya prioritas. Alasannya, kadang sudah siap-siap memberi jalan ternyata suara sirene tersebut bukan berasal dari ambulans melainkan dari pihak yang tidak berhak. Contohnya, mobil dan sepeda motor kalangan sipil yang mau meminta prioritas.

Ambulans merupakan salah satu yang mendapat hak utama di jalan raya. Menurut Undang Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), pasal 134, ada beberapa pengguna jalan yang memperoleh hak utama. Mereka terdiri atas kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas, ambulans yang mengangkut orang sakit, kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas, dan kendaraan pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia. Selain itu, kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara, iring-iringan pengantar jenazah, serta konvoi dan/atau kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Nah yang dimaksud dengan “kepentingan tertentu” adalah kepentingan yang memerlukan penanganan segera, antara lain, kendaraan untuk penanganan ancaman bom dan kendaraan pengangkut pasukan. Selain itu, kendaraan untuk penanganan huru-hara dan Kendaraan untuk penanganan bencana alam. (edo rusyanto)

2 Komentar leave one →
  1. xsal permalink
    19 Juni 2014 15:57

    kalu dilihat undang2nya ambulance itu harusnya pakai rotator warna merah yang artinya bisa mendapat prioritas jalan…. tapi nyatanya banyak ambulance yg pakai warna merah + biru atau biru saja (milik kepolisian) kaya foto diatas.. gmana eyang edo?

  2. 22 Juni 2014 08:08

    Reblogged this on Suetoclub's Blog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: