Lanjut ke konten

Kontestasi Safety Riding ala AHM

11 Juni 2014

ahm safety riding miring

PRODUSEN sepeda motor PT Astra Honda Motor (AHM) terus menggulirkan kontes keselamatan jalan bagi pesepeda motor (safety riding). Kali ini, untuk tingkat nasional ada sekitar 90 instruktur yang ikut meliuk-liuk di lapangan Secapa TNI AD di Bandung, Jawa Barat, Selasa (10/6/20140.

Para instruktur yang mengikuti ‘The 8th Astra Honda Safety Riding Instructors Competition 2014’ itu dijaring dari dari 29 dealer utama AHM di seluruh Indonesia. Ritual tahunan itu memasuki tahun kedelapan pada 2014.

Hingga kini, AHM yang sudah melego lebih dari 30 juta sepeda motor itu mengaku terpanggil untuk memiliki tanggung jawab moral mengedukasi para konsumennya agar mampu berkendara yang aman dan selamat. Tentu, bila konsumen berkendara dengan selamat, citra sepeda motor sebagai kendaraan yang aman dan selamat juga kian melekat. Konsumen yang selamat juga diharapkan bisa terus mengkonsumsi produk-produk sepeda motor yang dipasarkan sang produsen. Konsumen selamat, penjualan pabrikan juga moncer. Masuk akal.

Sejak 2006, gerakan menangkal petaka di jalan raya digencarkan oleh AHM. Anak usaha PT Astra International Tbk ini mencoba membentengi konsumen mereka agar tetap aman dan selamat. “Karena itu, motto kami adalah No Sales Without Safety,” kata General Manager Marketing Planning & Analysis PT Astra Honda Motor Agustinus Indraputra saat berbincang dengan saya di Bandung, Selasa siang.

Dia mengaku, sebagai tanggung jawab moral terhadap konsumen, pihaknya menggulirkan berbagai kampanye safety riding. Elemen yang disasar mulai dari kalangan dunia pendidikan, kelompok pengguna sepeda motor, hingga kalangan dunia usaha. Gerakan itu dilakukan lewat dealer utama, maupun lewat AHM dan Yayasan Astra Honda Motor. Jurus penangkal petaka di jalan raya itu setiap tahunnya menjangkau sekitar 100 ribu orang. “Sampai saat ini, sudah sekitar satu juta orang yang sudah kami jangkau dalam kampanye safety riding secara langsung,” jelas Indraputra.

Penekanan utama dalam kampanye tersebut mencakup teknis berkendara atau ketrampilan yang mumpuni, serta kaidah-kaidah berkendara yang aman dan selamat. Dalam hal ini terkait dengan pemahaman pada aturan yang berlaku mengenai lalu lintas jalan hingga persoalan etika berkendara.

“Karena itu konsep yang kami usung adalah ART Riding atau Attitude, Responsible, Tactics yang komprehensif, yakni mencakup edukasi pengetahuan lalu lintas hingga etika dan teknik berkendara yang aman dan selamat,” papar Manager Safety Riding & Motorsports Departement PT Astra Honda Motor, Anggono Iriawan, di Bandung.

Tim Blusukan

AHM yang kini menguasai sekitar 62% pangsa pasar sepeda motor di Indonesia, tentu tak mau para konsumennya celaka. Untuk itu, AHM mencetak ‘tim safety riding’ di level dealer utama dan anggota kelompok sepeda motor yang dibinanya. Para instruktur itu merangsek ke sekolah-sekolah, komunitas, hingga perusahaan yang ada di sekitarnya.

ahm instruktur wanita kontes

“Kami juga sering diminta untuk mengisi program yang digelar Kepolisian,” kata Budi, instruktur PT Astra International Tbk HSO-Mataram/Astra Motor Mataram, saat berbincang dengan saya.
Pada kesempatan ‘The 8th Astra Honda Safety Riding Instructors Competition 2014’ di Bandung, produsen sepeda motor ini bahkan mencoba mempertajam instruktur dari kalangan perempuan. Hal itu seiring dengan meningkatnya para pengguna sepeda motor dari kalangan perempuan.

Menurut Indraputra, dalam kontes kali ini ada sembilan perempuan instruktur yang mengikuti kontens. Keberadaan mereka menjadi penting mengingat dalam tiga tahun belakangan ini pertumbuhan perempuan yang memakai sepeda motor mencapai 25%. Hal itu pararel dengan melejitnya penjualan sepeda motor skutik yang hingga kini sumbangannya mencapai sekitar 70% terhadap total pasar sepeda motor di Indonesia. Tahun lalu, penjualan sepeda motor mencapai sekitar tujuh juta unit dan tahun ini ditaksir bakal menyentuh angka delapan juta unit.

Dalam kontes kali ini, katanya, diikuti oleh 90 instruktur. Mereka adalah  yang lolos seleksi di tingkat provinsi yang diikuti oleh 150 instruktur dan 300 advisor yang ada di seluruh Indonesia. Setelah melewati serangkain kegiatan kontes, muncul sebagai pemenang untuk Kategori Instruktur adalah Muhamad adi sucipto (PT Wahana Makmur Sejati), Yopie H (PT Daya Adicipta Mustika), dan I Gusti Ngurah Agung Iswahyudi (PT Astra International Tbk – HSO Denpasar/ Astra Motor Denpasar). Di kategori instruktur perempuan; Adinda Indah Ganda Prawesti (PT Wahana Makmur Sejati), Vebrina Valentine (PT Astra International Tbk – HSO Pontianak /Astra Motor Pontianak), dan Vivi Sri Lestari (PT Astra International Tbk – HSO Bengkulu/Astra Motor Bengkulu). Sedangkan di kategori Advisor Dimas Satria (PT Mitra Pinasthika Mulia), Rizaldy Marga Gumilang (PT Astra International Tbk – HSO Semarang/Astra Motor Semarang), dan Candra Mulianto  (PT Astra International Tbk – HSO Mataram/Astra Motor Mataram). Sementara itu, di kategori group adalah  PT Astra International Tbk – Honda Sales Operation Yogyakarta,  PT Wahana Makmur Sejati, dan  PT Astra International Tbk – Honda Sales Operation Semarang.

Materi ketrampilan berkendara menjadi bobot utama dalam penilaian di kontes kali ini. Ketrampilan itu mencakup pengereman, keseimbangan, slalom, dan zigzag. “Soal etika juga perlu, namun dalam kontes kali ini penekanannya adalah soal ketrampilan,” jelas Indraputra.

Menurut Ahmad Muhibbuddin, deputy Head of Corporate Communication PT Astra Honda Motor, pihaknya juga menyediakan alat simulasi keselamatan berkendara Honda Riding Trainer (HRT) berstandard internasional yang disebarkan di seluruh jaringan Honda. Saat ini, terdapat 1.000 HRT tersebar di seluruh Indonesia yang setiap tahunnya digunakan oleh sekitar 1,6 juta konsumen Honda Indonesia.

Keseluruhan aktifitas edukasi dan sosialisasi keselamatan berkendara tersebut diharapkan dapat mendukung upaya mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas di masyarakat. “Sepeda motor dapat digunakan sebagai alat transportasi yang aman dan nyaman, dengan dukungan teknik dan etika berkendara yang baik,” kata dia.

Hingga kini, keterlibatan sepeda motor dalam kecelakaan lalu lintas jalan masih cukup tinggi. Data Korlantas Polri menyebutkan, pada 2013, keterlibatan sepeda motor mencapai sekitar 70%. Sedangkan kasus kecelakaan yang terjadi setiap harinya rata-rata mencapai 270-an kasus per hari. Kecelakaan tersebut merenggut sekitar 70-an jiwa per hari. Indonesia masih butuh edukasi yang lebih massif untuk meningkatkan kesadaran berkendara yang aman dan selamat. Peran korporasi seperti AHM, masih dibutuhkan. “Ya, bermanfaat untuk meningkatkan ketertiban berkendara di jalan,” kata AKBP Syahirul Hatta, kasubdit keamanan dan keselamatan Ditlantas Polda Jawa Barat, saat berbincang dengan saya, Selasa siang itu. (edo rusyanto)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: