Lanjut ke konten

Tiap Hari Tiga Kasus Kecelakaan Akibat Mabuk

3 Juni 2014

poster_konsentrasi_kopcau7

RASANYA masuk akal jika senator dari DKI Jakarta, Fahira Idris gencar mengkampanyekan anti minuman keras (miras). Seseorang yang terpengaruh minuman beralkohol sulit mengontrol diri sehingga bisa bertindak di luar nalar. Ujung-ujungnya bisa berdampak negatif, seperti melakukan tindakan kriminal.

Persoalan kian meluas ketika dampak negatif tersebut tak hanya merugikan sang pelaku, tapi juga merugikan banyak orang. Seseorang yang terpengaruh minuman beralkohol apalagi hingga mabuk sambil mengemudi kendaraan bermotor di jalan raya, sangat berbahaya. Sejumlah literature menyebutkan bahwa mabuk membuat seseorang menjadi kebingungan. Lalu, kemampuan reaksinya melambat, penglihatan kabur, hilangnya konsentrasi, dan koordinasi otot.

Nah, persoalan hilangnya konsentrasi ini menjadi masalah serius bagi seorang pengendara. Kita semua tahu bahwa mengemudi kendaraan bermotor membutuhkan konsentrasi penuh. Sekali saja disambi aktifitas lain, perhatian sang pengemudi akan terganggu. Ujung-ujungnya sulit mengantisipasi situasi yang ada dan bisa memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan.

Di Indonesia, menurut data Korlantas Polri, setiap hari ada tiga kasus kecelakaan yang dipicu oleh pengemudi yang terpengaruh alkohol. Data tahun 2013 itu juga menyebutkan bahwa aspek mabuk menyumbang sekitar 1,2% terhadap total kasus kecelakaan yang terjadi pada 2013. Tahun itu, sekitar 16% korban kecelakaan berujung pada kematian. Data memperlihatkan, sebanyak tiga orang tewas tiap jam akibat tabrakan.

Konsentrasi mutlak saat berkendara. Karena itu, fokus dan waspada menjadi kata kunci untuk mereduksi potensi terjadinya kecelakaan di jalan. Saking pentingnya soal konsentrasi, negara mengaturnya dalam Undang Undang (UU) No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Pasal 106 ayat (1) UU tersebut menegaskan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Penjelasan mengenai penuh konsentrasi di pasal itu merinci bahwa yang dimaksud dengan ”penuh konsentrasi” adalah setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena sakit, lelah, mengantuk, menggunakan telepon atau menonton televisi atau video yang terpasang di kendaraan, atau meminum minuman yang mengandung alkohol atau obat-obatan sehingga memengaruhi kemampuan dalam mengemudikan kendaraan.

Lazimnya sebuah aturan, seabrek sanksi sudah menanti. Coba saja lihat pasal 283, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan sebagaimana dimaksud dalam pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 750 ribu.

Tapi, jika ternyata kemudian memicu kecelakaan dan menyebabkan orang lain meninggal dunia, ada lagi sanksinya. Ada ancaman hukuman penjara maksimal enam tahun dan denda Rp12 juta.

Sejumlah kecelakaan yang dipicu oleh faktor mabuk pernah kita lihat di televisi atau baca di media massa. Fakta juga memperlihatkan kepada kita bahwa setiap hari ada tiga kasus kecelakaan akibat pengemudi yang terpengaruh alkohol. Rasanya kita tak perlu memperpanjang daftar statistik tersebut. Itu pun kalau kita setuju. (edo rusyanto)

3 Komentar leave one →
  1. Aa Ikhwan permalink
    4 Juni 2014 14:46

    ngerii

  2. 8 Juni 2014 19:02

    Reblogged this on Suetoclub's Blog.

Trackbacks

  1. Ciri-Ciri ABG Jaman Sekarang | Antarnisti.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: