Lanjut ke konten

Honda CBR 250 R Coba Bangkit

15 Mei 2014

cbr 250 r ahm

SETELAH sepanjang empat bulan “tidur”, Honda CBR 250 R kembali menyapa calon konsumennya. Data yang dilansir Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi) menyebutkan, sepanjang Januari-April 2014, distribusi sepeda motor sport bermesin 250cc itu nihil.

Rupanya, setelah puasa selama empat bulan, sang induk semang Honda CBR 250 R, yakni PT Astra Honda Motor (AHM) punya kejutan buat pasar di dalam negeri. Motor yang diimpor secara utuh (completely built up/CBU) dari Thailand itu kini hadir berbeda dengan ketika pertamakali masuk pasar Indonesia pada Februari 2011.

Dari sisi harga, ketika pertamakali merangsek pasar Indonesia, Honda CBR 250 R dibanderol Rp 39,9 juta per unit untuk tipe standard dan Rp 46,5 juta untuk tipe ABS. Kini, ketika ditampilkan ulang pada Rabu (14/5/2014), harga yang dipasang berkisar Rp 48,95 juta (standard) hingga Rp 57,95 juta per unit (ABS). Artinya, dalam rentang 2011 hingga awal 2014, terjadi kenaikan harga 22,68% hingga 24,62%.

Menurut Executive Vice President Director PT Astra Honda Motor Johannes Loman, sebagai flagship motor sport Honda, Honda CBR memiliki merek yang sangat kuat di hati pecinta motor sport di Indonesia. “Kehadirannya pertama kali sejak Februari 2011 mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Penjualannya mencapai lebih dari 15.000 unit,” kata dia, dalam publikasinya di Jakarta, Rabu.

Saat diluncurkan pertamakali pada 2011, manajemen AHM sempat percaya diri mampu melego sekitar 10 ribu unit CBR 250 R dalam tahun pertama. Artinya, pada tahun itu rata-rata per bulan ditargetkan terjual sekitar 900-an unit. Namun, fakta berbicara lain, pada 2011, total yang bisa direngkuh sekitar 8.600-an unit. Dua tahun selanjutnya terus mengecil, yakni masing-masing menjadi 4.700-an unit (2012) dan 1.700-an unit (2013). Bahkan, memasuki empat bulan 2014, motor yang memakai sistem injeksi dan satu silinder itu puasa jualan hingga akhirnya muncul versi anyarnya pada 14 Mei 2014.

ms sport jan apr 14 merek

Persaingan di segmen 250cc tergolong super ketat. Maklum, ini adalah segmen yang membidik konsumen berkantong cukup tebal. Hingga kini, hanya tiga anggota Aisi yang ikut nimbrung di segmen tersebut.

Kawasaki menjadi pemain dominan pada segmen 250cc. Dalam rentang empat bulan pertama 2014, Kawasaki mampu meraih pangsa pasar hingga 97,46%, sedangkan sisanya dilahap Suzuki, yakni 2,54%. Namun, dalam periode yang sama setahun sebelumnya, Kawasaki baru sekitar 81,49%. Maklum, saat itu Honda masih mampu merengkuh sekitar 13,37%, sedangkan Suzuki sebesar 5,14%.

Bisa jadi anggota Aisi yang lainnya bakal ikutan nimbrung di segmen 250cc. Kita tunggu saja. (edo rusyanto)

ms sport jan apr 14 atpm

3 Komentar leave one →
  1. satrianunggangvixie permalink
    18 Mei 2014 15:09

    Motor galau…
    Pemake nya juga galau…
    Penjualnya paling galau….

  2. 18 Mei 2014 23:33

    menyimak mbah

Trackbacks

  1. Yamaha YZF R25, target pasar dan kartu truf YIMM melawan kompetitor | nosvelos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: