Lanjut ke konten

Rp 75 Juta Ganjaran Bagi Pelaku Tabrak Lari

11 Mei 2014

pesan laka tabrak lari

PERNAH mendengar alasan kenapa pelaku tabrakan melarikan diri? Ya. Biasanya karena alasan takut dihakimi massa. Seseorang yang diduga menjadi pelaku tabrakan memilih kabur daripada berurusan dengan massa.

Bila alasan kabur untuk menghindar dari tindakan anarkis masyarakat, seseorang yang diduga menjadi pelaku tabrakan semestinya meminta perlindungan kepolisian setempat. Setelah berhasil menghindar dari aksi anarkis yang bersangkutan bisa melapor ke kepolisian. Selain meminta perlindungan diri, sekaligus juga secara ksatria mempertanggungjawabkan tindakannya. Tokh, pembuktian bersalah atau tidak mesti melalui mekanisme pengadilan.

Seorang pelaku kecelakaan lalu lintas jalan yang melarikan diri meninggalkan korbannya bisa diganjar sanksi cukup berat.

Undang Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) di pasal 312 menegaskan bahwa sanksinya bisa berupa pidana penjara paling lama tiga tahun atau denda paling banyak Rp 75 juta.

Sangat beratkan?
Pasal itu membidik pengemudi kendaraan bermotor yang terlibat kecelakaan lalu lintas dan dengan sengaja tidak menghentikan kendaraannya, tidak memberikan pertolongan, atau tidak melaporkan kecelakaan lalu lintas kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia terdekat tanpa alasan.

Di negara kita, kasus tabrak lari menjadi persoalan yang cukup serius. Simak saja data Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri) tahun 2013. Ternyata, tahun itu setiap hari ada 34 kasus tabrak lari.

Ironisnya, kecelakaan lalu lintas jalan yang pelakunya melarikan diri alias tabrak lari, tiap hari merenggut sembilan jiwa. Artinya, 22,22% dari total korban tabrak lari di Indonesia harus berujung pada kematian.
Tunggu dulu. Persoalan tabrak lari juga menyisakan kepedihan bagi mereka yang menderita luka-luka. Tiap hari, rata-rata ada sepuluh anak negeri yang menderita luka berat lantaran tabrak lari. Belum lagi mereka yang luka ringan, jumlahnya rata-rata 23 orang.

Kasus tabrak lari mencerminkan bagaimana orang dengan mudahnya lepas tanggung jawab. Bisa jadi seorang pelaku kecelakaan menghindar lantaran takut dihakimi warga sekitar. Namun, jika seperti itu permasalahannya, sang penyebab kecelakaan bisa membantu korban dengan cara yang berbeda. Misalnya, memberi santunan atau membantu biaya pengobatan sang korban. Persoalannya adalah sudah menyebabkan kecelakaan, lalu lari dari tanggung jawab. Memprihatinkan.

Kasus tabrak lari ternyata mencapai 12% dari total kasus kecelakaan yang terjadi di Indonesia pada 2013. Sedangkan jumlah korban tewas akibat tabrak lari mencapai 12,5% dari total korban tewas di jalan. Fakta-fakta itu bisa dimaknai bahwa kasus tabrak lari merupakan persoalan serius bagi Indonesia.

Bagaimana di Jakarta dan sekitarnya? Ini dia. Data Ditlantas Polda Metro Jaya menyebutkan bahwa setiap hari ada lima kasus tabrak lari pada 2013. Data itu juga memperlihatkan bahwa setiap dua hari ada satu korban tewas akibat kasus tabrak lari.

Tahun 2013, kasus tabrak lari menyumbang sekitar 27% dari total korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas jalan di Jakarta. Angka korban tewas akibat tabrak lari pada 2013 anjlok sekitar 29% jika dibandingkan dengan setahun sebelumnya.

Data Ditlantas Polda Metro Jaya juga menyebutkan, 11% korba kecelakaan tabrak lari berujung pada kematian. Fatalitas tersebut lebih buruk dibandingkan dengan korban kecelakaan secara keseluruhan pada 2013. Tahun itu, sekitar 8% korban kecelakaan berujung pada kematian.

Tabrak lari maupun kecelakaan pada umumnya, menimbulkan dampak luar biasa bagi korban maupun keluarga korban. Seorang kolega saya yang kehilangan sanak family nya akibat tabrak lari, hingga kini masih memendam luka. Mereka masih tidak habis pikir kenapa sang pelaku dengan entengnya melenggang, tega meninggalkan sang korban tergeletak di sisi jalan hingga akhirnya meninggal dunia. (edo rusyanto)

2 Komentar leave one →
  1. 11 Mei 2014 00:08

    semoga menjadi pembelajaran bersama, eh kemaren mbah edo nggak nampak di metro tv pejuang trotoar?

  2. 11 Mei 2014 01:24

    Setuju, harus dihukum yang seberat-beratnya

    http://mariodevan.com/2014/05/11/tips-merawat-mobil-diakhir-pekan/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: