Lanjut ke konten

Otomotif Sumbangannya Melorot ke Laba Astra

29 April 2014

astra gedung ist

SUMBANGAN produk otomotif terhadap laba bersih PT Astra International Tbk pada Januari-Maret 2014 ternyata melorot jika dibandingkan periode sama 2013. Walau melorot, Astra masih mengantongi untung gede dari otomotif, yakni Rp 2 triliun per akhir Maret 2014.

Gambarannya begini. Pada tiga bulan pertama 2013, divisi otomotif Astra masih menyumbang sekitar 51,1% terhadap laba bersih produsen otomotif terbesar di Indonesia tersebut. Saat itu, laba bersih yang dikantongi Astra dari sektor otomotif sekitar Rp 2,2 triliun, sedangkan total laba bersih perseroan sekitar Rp 4,3 triliun.

Nah, pada tiga bulan 2014, laba bersih Astra sebesar Rp 4,7 triliun, sedangkan laba bersih dari divisi otomotif sekitar Rp 2 triliun. Artinya, sumbangan otomotif kepada total laba bersih Astra pada akhir Maret 2014 sekitar 46,5%.

Secara keseluruhan, untungnya Astra naik 10%, sedangkan penjualannya naik 7% menjadi Rp 49,8 triliun pada Januari-Maret 2014.

Ngomong-ngomong, pada tiga bulan 2014, Grup Astra mampu menjual mobil 1.925 unit per hari. Pada periode itu, Grup Astra menguasai 53% pangsa pasar mobil di Indonesia. Coba bandingkan dengan rentang waktu yang sama pada 2013. Tahun lalu, untuk tiga bulan pertama, Grup Astra melego rata-rata 1.720 mobil per hari dengan pangsa pasar 52,3%.

Penjualan sepeda motor Astra juga cukup moncer. Coba aja lihat. Pada Januari-Maret 2013, Astra menjual sekitar 13.433 unit per hari. Mau tahu market share-nya? Jangan kaget, sebesar 62%.

Bagaimana pada tiga bulan 2014? Ini dia. Tiap hari, Astra menjual 13.931 sepeda motor. Untuk urusan pangsa pasar, Astra meraup sebesar 63%. Pemain sepeda motor yang lain, ketinggalan.

Nah, kalau melihat penjualan otomotif Grup Astra per akhir Maret 2014 menorehkan peningkatan, kenapa kontribusi laba bersihnya melorot?

Ternyata, salah satunya karena sumbangan divisi alat berat dan pertambangan justeru naik, yakni dari 16,2% menjadi 20,4%. laba bersih divisi itu naik dari Rp 700 miliar menjadi Rp 959 miliar per akhir Maret 2014. Itu baru salah satunya loh, mungkin ada alasan lain.

Oh ya, pohon bisnis Grup Astra terdiri atas enam lini bisnis inti, yaitu Divisi Otomotif, Jasa Keuangan, serta Alat Berat dan Pertambangan. Selain itu, Agribisnis, Infrastruktur dan Logistik, serta Teknologi Informasi.
Untuk otomotif, dua penyumbang terbesar adalah kelompok sepeda motor, yakni lewat PT Astra Honda Motor dan kelompok mobil di antaranya Toyota Astra Motor dan Astra Daihatsu Motor.(edo rusyanto)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: