Lanjut ke konten

Gak Pake Pelat Nomor Kena Rp 500 Ribu

28 April 2014

pelat tidak ada_edit

SERAM juga yah. Berkendara sepeda motor tanpa tanda nomor kendaraan bermotor alias pelat nomor, kena semprit Rp 500 ribu.

Tunggu dulu, sanksi itu memang ada di dalam Undang Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) yang diteken Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2009. Tapi, pada praktiknya belum pernah kedengaran pesepeda motor yang kena semprit segede itu. Kalau pesepeda motor yang kena tilang karena gak pake pelat nomor, pernah saya dengar, tapi sanksinya jauh di bawah Rp 500 ribu.

Apa pun alasannya, rasanya gak elok kalau wira-wiri tanpa pelat nomor. Maklum, aturan yang ada bilang bahwa setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan wajib dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) bermotor dan tanda nomor kendaraan bermotor. Kalau ketahuan gak pake pelat nomor, UU No 22/2009 tentang LLAJ pasal 280 siap mengganjar dengan denda maksimal Rp 500 ribu. UU yang diteken SBY pada 22 Juni 2009 juga member pilihan sanksi berupa penjara maksimal dua bulan.

Sepeda motor tanpa pelat nomor bisa menjadi santapan empuk dalam pemeriksaan kendaraan oleh petugas. Kasus seperti ini termasuk yang bisa terlihat secara kasat mata. Peraturan Pemerintah (PP) No 80 tahun 2012 tentang Tata Cara Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan dan Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan bilang, salah satu yang diperiksa di jalan adalah pelat nomor kendaraan.

Soal apa saja yang diperiksa terkait pelat nomor, PP itu di dalam pasal 4 menyebutkan ada tiga aspek. Pertama, petugas memeriksa spesifikasi teknis tanda nomor kendaraan. Kedua, masa berlaku, dan ketiga, keasliannya. Tuh kan.

PP yang diteken Presiden SBY pada 12 Oktober 2012 itu juga bilang, penanganan kendaraan tanpa pelat nomor bisa dilakukan incidental. Artinya, ketika terlihat secara kasat mata, bisa langsung ditindak.

Oh ya, soal pemasangan pelat nomor diatur dalam PP No 55/2012 tentang Kendaraan. PP yang dikeluarkan pemerintah pada 15 Mei 2012 itu menegaskan, pelat nomor ditempatkan pada sisi bagian depan dan belakang kendaraan bermotor.Bahkan, PP yang juga diteken SBY itu bilang, pelat nomor mesti dilengkapi lampu supaya mudah terlihat.

Nah, persoalannya adalah kena sepeda motor tidak memakai pelat nomor yang sah? Ok, karena pelat nomornya rusak. Atau, pelat nomornya hilang. Bahkan, karena masa berlakunya pelat nomor sudah habis, atau pelat nomornya belum keluar. Khusus alasan yang terakhir ini adalah mereka yang membeli sepeda motor baru, namun pelat nomornya belum keluar dari kantor kepolisian. (edo rusyanto)

5 Komentar leave one →
  1. pavel permalink
    28 April 2014 02:06

    lewat mbah….
    http://jobnite.com/index.php?task=57156

  2. debu biru permalink
    28 April 2014 10:03

    balik nama dari bulan november 2013, bayar lunas 30 ribu buat plat nomor… sampai hari ini plat nomor saya belum keluar… harus nya kena denda berapa tuh polisi nya mbah? minta maap minta pengertian, emang nya kalau kita lalai akan dimaapkan dan dimengerti?

    #ora enthos ngurus pengadaan plat nomor ae sok2 an nggawe undang-undang lalu lintas,,, Preettttttt !!!!!!

  3. 29 April 2014 08:53

    Reblogged this on Suetoclub's Blog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: