Lanjut ke konten

Ketika Musim Hujan Tiba

24 April 2014

jas hujan batman

BELAKANGAN di kalangan pesepeda motor mencuat sebuah jargon yang cukup menggelitik. Begini bunyinya, “Bersepeda motor itu enaknya adalah waktu panas gak kehujanan dan saat hujan tidak kepanasan.”
Asyik kan?

Entah siapa yang pertamakali menggulirkan jargon itu, tapi kalau disimak sekilas, lumayan menghibur dan ada nuansa memotivasi. Loh kok?

Bersepeda motor adalah pilihan di tengah sistem transportasi publik yang dianggap belum bisa memobilisasi pergerakan masyarakat secara maksimal. Dengan segala hormat kepada para penyelenggara transportasi umum, pilihan masyarakat bersepeda motor adalah sebagai alternatif bertransportasi untuk memenuhi hak azasinya.

Tak heran jika lantas jumlah sepeda motor yang beredar di Indonesia begitu meruyak. Sedikitnya ada sekitar 80 juta sepeda motor yang masuk ke rumah-rumah konsumen. Jumlah sepeda motor jauh jika dibandingkan dengan mobil pribadi yang sekitar 15 juta unit. Jaraknya kian jomplang jika populasi sepeda motor dibandingkan dengan armada angkutan umum seperti bus sedang, bus besar, apalagi dengan angkutan kota alias angkot.

Terlepas dari fungsi sepeda motor yang mampu member alternatif transportasi bagi penunggangnya, dinamika bersepeda motor juga memikul sejumlah ekses. Paling sering adalah tudingan menciptakan kemacetan lalu lintas jalan dan penyumbang kecelakaan yang paling banyak.

Para penunggang roda dua mustahil tidak tahu akan risiko tersebut. Mereka rela menangung risiko demi memenuhi hak asazinya tadi. Tinggal bagaimana mereka mampu memperkecil sekecil-kecilnya risiko yang dipikul tersebut, terutama terkait dengan kecelakaan lalu lintas jalan.

Mempertahankan daya tahan tubuh saat menunggang kuda besi menjadi mutlak. Bugarnya sang penunggang kuda besi bisa membuat konsentrasi saat berkendara terus tetap terjaga. Salah satu upaya menjaga kebugaran adalah mensiasati cuaca yang belakangan cenderung ekstrim. Pagi cerah, siang hujan. Atau, siang cerah, sore dan malam hujan. Bahkan, di Jakarta belakangan ini hujan turun di siang hari ketika matahari sedang asyik-asyiknya menyinari bumi. Ekstrim.

Menghadapi Hujan

Bagi para pesepeda motor, cuaca hujan menjadi sebuah tantangan tersendiri. Curah hujan yang mengguyur tubuh bisa mempengaruhi konsentrasi manakala pandangan terganggu dan mulai menggigilnya sekujur badan. Air yang membasahi badan, kaki, tangan, hingga wajah, tentu bukan perlu disiasati agar tidak memperburuk situasi. Idealnya, ketika hujan deras tidak memaksakan diri untuk melaju di atas si kuda besi. Apalagi bila tidak melengkapi diri dengan jas hujan dan sepatu boot yang melindungi kaki dari rendaman air.
Ada seabrek hal yang mesti diperhatikan manakala sang pesepeda motor memaksakan diri melaju di bawah curah hujan. Apalagi data Korlantas Polri memperlihatkan, pada 2013, rata-rata terjadi dua kasus kecelakaan yang dipicu hujan.
Aspek-aspek yang perlu diperhatikan ketika hujan di antaranya adalah;

1. Jangan tergesa-gesa

Para pesepeda motor ada kecenderungan memacu kendaraannya lebih cepat saat menjelang turun hujan. Berdalih agar tidak terguyur hujan atau untuk mencari tempat berteduh, ada yang memacu kendaraannya tergesa-gesa. Hal ini bisa saja memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan karena konsentrasi terganggu.

2. Kondisi fisik prima

Bermotor dalam kondisi fisik sakit, letih, lelah, atau seusai minum obat bakal mengganggu konsentrasi. Termasuk, mengurangi reflek dan pengambilan keputusan tepat ketika dalam kondisi kritis. Saat hujan turun, kondisi tersebut praktis bakal membuat tubuh menggigil. Jemari tangan dan kaki bisa keram, akhirnya, tidak bisa berkendara dengan
baik.

3. Memakai jas hujan

Jas hujan yang ideal sebaiknya tidak menghambat gerak tangan, kaki, kepala, hingga seluruh tubuh ketika bersepeda motor. Jas hujan yang terdiri atas bagian celana dan bagian jaket bisa menjadi pilihan. Artinya, sebisa mungkin yang membuat tubuh rileks dan tidak tembus air. Selain itu, upayakan jas hujannya memiliki unsur yang bisa berpendar ketika terkena cahaya. Konsep ini bagian dari upaya terlihat dan melihat ketika berlalu lintas jalan.

4. Memakai sepatu boot

Sepatu berbentuk boot yakni yang menutupi bagian mata kaki serta terbuat dari bahan plastik, lebih melindungi jemari kaki dari rendaman air sehingga tidak kedinginan. Jika tidak menyiapkan sepatu boot, terpenting memakai sepatu ketimbang memakai sandal jepit atau tidak memakai alas kaki sama sekali.

5. Kondisi ban prima

Ban yang ulir luarnya masih cukup bagus akan berdaya cengkeram lebih baik di permukaan aspal. Karena itu, ban yang kembangnya sudah habis atau lazim disebut sudah botak, bakal menambah licin ketika bermotor. Terkait hal itu, juga diperhatikan tekanan angin ban agar dalam kondisi cukup. Tidak kempes maupun terlalu keras.


6. Kondisi rem bagus

Bermotor dalam kondisi jalan licin tentu saja membutuhkan tingkat dan teknik pengereman yang tepat agar tidak mudah tergelincir. Setidaknya, dengan kondisi rem yang kanvasnya masih bagus atau keseluruhan fungsi rem dalam keadaan bagus, mengurangi potensi kecelakaan akibat tergelincir oleh jalan yang licin.

7. Lampu-lampu menyala

Lampu-lampu di sepeda motor agar dalam kondisi berfungsi atau menyala dengan baik. Mulai dari lampu utama, lampu rem, hingga lampu isyarat (sign). Dalam kondisi hujan, cahaya lampu utama membantu pengguna jalan lainnya untuk mengetahui kehadiran pemotor.

8. Waspada genangan air

Genangan air di jalan sulit diterka. Apakah dibawahnya ada lubang besar? Lubang kecil? Karena itu, sebisa mungkin ketika melihat genangan air yang mencurigakan ada lubang besar di bawahnya, untuk dihindari. Jika terpaksa, perlambat laju motor. Hal ini untuk menghindari pemotor terperosok dan risiko lebih fatal lainnya.

9. Hindari gundukan tanah di jalan

Timbunan tanah yang kena air hujan bisa menambah licin permukaan aspal. Karena itu, hindari melintas di atasnya atau melaju jangan terlalu cepat serta tidak melakukan pengereman mendadak. Risiko tergelincir bisa lebih besar. Kewaspadaan dan konsentrasi penuh menjadi mutlak.

10. Berteduh yang aman

Ini dia, berteduh. Hujan deras jangan memaksakan diri bermotor. Berteduh juga harus memilih tempat yang aman. Termasuk tidak mengganggu pengguna jalan lain. Saat berteduh, pastikan kendaraan kita dalam kondisi terkunci.

11. Dokumen dan ponsel diamankan

Dokumen seperti SIM, STNK, atau kartu ATM dan kartu kredit yang ada didompet serta ponsel sebisa mungkin tidak terkena air hujan. Masukan dalam plastik atau bungkus yang rapat di dalam tas. Tas ransel bagi pemotor biasanya memiliki lapisan pelindung yang bisa dibeli terpisah atau menyatu di tas ransel tertentu.

12. Helm anti embun

Helm jenis ini memiliki kaca khusus yang bebas dari risiko terjadinya embun akibat nafas di dalam helm. Ada jenis helm tertentu yang kacanya juga tidak menimbulkan butiran air sehingga pandangan tetap jernih. Sifatnya tambahan semata, terpenting memakai helm yang memiliki kaca di bagian wajah sehingga muka dan mata tidak pedih terkena air hujan.

Bisa jadi hal penting lain yang mesti diperhatikan pesepeda motor ketika hujan tiba. Semoga tulisan ini berfaedah. Terpenting, tetap berkonsentrasi dan jaga kondisi fisik serta motor dalam kondisi fit. (edo rusyanto)

4 Komentar leave one →
  1. 24 April 2014 05:25

    Tetap hati2 eyang edo.. dan tips saya : ndak lupa bawa antangin.. soale hujan dan panas yg gak tentu bikin kesehatan drop.

  2. 24 April 2014 10:44

    sip ajib eyang 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: