Lanjut ke konten

12% Kecelakaan Tunggal Berujung Kematian

28 Maret 2014

poster_konsentrasi_kopcau7

PIKIRAN yang melayang alias melamun saat mengemudi kendaraan bermotor berisiko tinggi. Risiko dimulai ketika lamunan itu merusak konsentrasi dan kemampuan mengantisipasi situasi sekitar menurun drastis.

Kondisi itu bisa bertambah runyam manakala sang pengemudi dalam kondisi lelah, sakit, dan kondisi jalan yang berlubang. Atau, ada pergerakan tiba-tiba dari obyek lain seperti binatang menyeberang dan pengereman mendadak dari kendaraan lain. Mau tidak mau, suka tidak suka, saat berkendara konsentrasi adalah harga mati. Mutlak!

Bukan mustahil raibnya konsentrasi bisa menyebabkan kecelakaan tunggal. Padahal, kecelakaan yang seperti ini tidak kalah berbahayanya dibandingkan dengan kecelakaan adu banteng atau jenis kecelakaan lain. Apalagi, saat terjadinya kecelakaan tunggal di lokasi yang sepi, jauh dari pemukiman penduduk yang bisa menolong dengan segera. Praktis, semuanya bisa serba terlambat.

Data Ditlantas Polda Metro Jaya memperlihatkan bahwa pada 2013, tiap hari terjadi satu kecelakaan tunggal. Ironisnya, sebanyak 12% dari kecelakaan tersebut berujung kematian. Tingkat fatalitas tersebut lebih tinggi dibandingan kasus kecelakaan secara keseluruhan. Tahun 2013, sekitar 8% dari kecelakaan lalu lintas jalan di Jakarta dan sekitarnya berujung pada kematian.

Artinya? Bisa saja bermakna bahwa kecelakaan tunggal lebih mematikan ketimbang kecelakaan secara keseluruhan. Bisa jadi hal itu disebabkan saat seseorang terlibat kecelakaan tunggal pertolongan yang diberikan terlambat. Berbeda dengan kecelakaan adu banteng atau kecelakaan antara dua kendaraan atau lebih yang mungkin cepat mendapat pertolongan karena lokasinya diketahui atau peristiwanya diketahui banyak orang.

Pada 2013, kecelakaan tunggal anjlok hingga 22% jika dibandingkan setahun sebelumnya. Begitu juga dengan korban yang ditimbulkan, yakni merosot sekitar 23%.

Fakta data itu boleh jadi menyiratkan bahwa pengendara di Jakarta dan sekitarnya kian waspada. Kian sadar bahwa konsentrasi mutlak diperlukan saat berkendara. Tentu akan ada alasan lain yang membuat penurunan kasus kecelakaan tunggal tersebut.

Pastinya, pada 2013, kecelakaan tunggal menyumbang hingga 9% terhadap total korban tewas akibat kecelakaan di Jakarta. Cukup berisiko. (edo rusyanto)

3 Komentar leave one →
  1. 28 Maret 2014 00:36

    😦

  2. 28 Maret 2014 07:42

    menakutkan…
    ride safe.. dan terus berdoa sepanjang jalan..

    +++++++++++++++++++++++++++++++++++++
    Sok Gaya malah di maki-maki di yutub 😀
    http://aryoblackstar.wordpress.com/2014/03/27/sok-gaya-freestyle-malah-dimaki-maki-di-youtube-d/

    Ducati Multistrada D-Air, Motor Canggih Wireless Airbag PErtama di Dunia
    http://aryoblackstar.wordpress.com/2014/03/26/ducati-multistrada-d-air-perpaduan-teknologi-wirelss-dan-jaket-airbag-pertama-di-dunia/

    Yamaha SR400, Sport Retro penantang Kawasaki Estrella.
    http://aryoblackstar.wordpress.com/2014/03/26/yamaha-sr400-sport-retro-penantang-kawasaki-estrella/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: