Lanjut ke konten

Keterlibatan Motor Masih Dominan di Jakarta

20 Maret 2014
wanita pengguna jalan

wanita pengguna jalan

KASUS kecelakaan lalu lintas jalan di Jakarta dan sekitarnya masih didominasi sepeda motor. Sekalipun angka kasus kecelakaan sepeda motor melorot 18,39% pada 2013, kontribusi sepeda motor terhadap kecelakaan masih teratas, yakni 57,49%.

Banyak kalangan menilai bahwa hal itu terjadi karena populasi sepeda motor juga mendominasi di Jakarta. Maklum, pada 2013, dari total 16,04 juta kendaraan yang ada di wilayah Polda Metro Jaya, sebanyak 11,93 juta adalah sepeda motor. Artinya, jumlah sepeda motor setara dengan sekitar 74,35% dari total kendaraan yang ada. Coba saja bandingkan dengan jumlah mobil pribadi yang sekitar tiga juta unit atau setara dengan sekitar 19%. Amat lebar perbedaannya. Tampaknya, sepeda motor lebih digemari lantaran lebih terjangkau kantong konsumen.

Kembali soal keterlibatan sepeda motor di dalam kecelakaan di Jakarta. Kasus tahun 2013 ternyata turun jika dibandingkan tahun 2012 yang sebesar 58,48%. Padahal, jumlah sepeda motor meningkat dari tahun ke tahun.

Oh ya, pada 2013, setiap hari ada 16 kasus kecelakaan sepeda motor di Jakarta dan sekitarnya. Sedangkan secara keseluruhan, tahun itu setiap harinya ada 28 kasus kecelakaan di jalan raya. Ironisnya, rata-rata dua orang tewas akibat kecelakaan tersebut.

Nah, ketika kasus kecelakaan yang melibatkan sepeda motor menurun, praktis menurunkan angka kasus kecelakaan secara keseluruhan di wilayah Polda Metro Jaya. Data Ditlantas Polda Metro Jaya juga memperlihatkan bahwa kasus kecelakaan yang melibatkan mobil pribadi anjlok hingga 16,22% pada 2013. Namun, dari segi kontribusi mobil pribadi terhadap total kecelakaan di Jakarta justeru naik tipis, yakni dari 18,22% menjadi 18,39%.

Ada dua jenis kendaraan yang bertambah kontribusinya terhadap kecelakaan di Jakarta. Selain mobil pribadi, kendaraan beban, yakni truk dan pick up, kontribusinya juga ikut meningkat, yakni dari 13,95% menjadi 15,12%.

Di Jakarta, setiap dua hari ada satu orang tewas akibat kecelakaan yang melibatkan kendaraan beban. Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan korban tewas akibat kecelakaan bus yang butuh sembilan hari sekali ada satu korban tewas. (edo rusyanto)

One Comment leave one →
  1. 20 Maret 2014 19:13

    Macet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: