Lanjut ke konten

Begini Kecepatan Rata-rata Motor di Jakarta

10 Maret 2014

gps my track motor 2014

LAMA perjalanan di dalam kota Jakarta bukan semata tergantung jarak tempuh. Sekalipun jaraknya sekitar dua kilometer, waktu yang dibutuhkan bisa puluhan menit. Apalagi, jika perjalanan dilakukan saat jam masuk atau jam pulang kantor pada petang hari. Cerita menjadi lebih seru manakala kondisinya ditambah guyuran hujan.

Bila situasi seperti itu jangankan wira-wiri dengan roda empat, naik sepeda motor pun bakal bergulat dengan waktu. Antrean panjang kemacetan lalu lintas jalan bak tak habis-habisnya. Si roda dua pun terseok-seok.

Betul, lamanya waktu tempuh tergantung situasi, waktu, tunggangan, dan sang pengendaranya. Dalam situasi tertentu bisa saja lama perjalanan untuk jarak tempuh 20 kilometer (km), yakni dari pinggiran ke tengah kota hanya butuh 40 menit. Namun, umumnya tak kurang dari 60 menit.

Saya coba merekam kecepatan rata-rata waktu tempuh dengan fitur ‘My Track’ di telepon seluler (ponsel) android. Fitur itu bekerja dengan bantuan global positioning system (GPS). Saat hendak berkendara sepeda motor fitur itu dihidupkan dan setiba di lokasi dimatikan. Pengukuran dilakukan secara acak pada rentang Januari-Februari 2014 dengan menggunakan sepeda motor memakai sistem kopling bermesin 150cc.

Hasilnya, untuk perjalanan malam hari ternyata membutuhkan waktu sekitar 54 menit untuk jarak tempuh sekitar 20,84 km. Perjalanan dilakukan mulai sekitar pukul 20.46 WIB dan tiba di tujuan sekitar pukul 21.40 WIB. Rekaman fitur itu memperlihatkan bahwa kecepatan rata-rata sepeda motor adalah 31,58 kilometer per jam (kpj) dengan kecepatan maksimal 57,09 kpj. Oh ya, perjalanan tersebut dari tengah kota ke pinggiran kota.

gps my track motor 2014 detail

Saat perjalanan pagi hari hasilnya lain lagi. Dengan jarak tempuh 34,25 km, dari kawasan Cibubur, Jakarta Timur ke Pesing, Jakarta Barat, waktu tempuh yang dibutuhkan 128 menit. Sedangkan kecepatan rata-rata 18,99/kpj dengan kecepatan maksimal 64,13/kpj.

Hasil yang berbeda juga diperlihatkan dalam pengukuran pada siang hari. Untuk jarak tempuh 19,63 km, waktu tempuh yang dibutuhkan 64 menit. Sedangkan kecepatan rata-rata 20,46/kpj dengan kecepatan maksimal 69,63/kpj.

Dari pengujian secara awam tersebut kecepatan rata-rata sepeda motor saya saat wira-wiri di Jakarta di bawah 40/kpj. Pantas saja jika pemerintah mengeluarkan aturan batas maksimal kecepatan kendaraan bermotor di dalam kota sebesar 50/kpj.

Oh ya, data Ditlantas Polda Metro Jaya menyebutkan, pada akhir 2013 jumlah kendaraan di Jakarta dan sekitarnya mencapai 16,04 juta unit. Dari jumlah tersebut sekitar 74% nya atau 11,93 unit adalah sepeda motor. Lalu, sekitar 3 juta mobil (19%), sebanyak 360.022 bus (2%), 617.635 mobil barang (4%), dan 133.430 kendaraan khusus (1%). Panjang jaringan jalan di DKI Jakarta hanya 7.650 kilometer persegi. Sedangkan rasio perbandingan ketersediaan panjang jalan dengan luas kota mencapai 6,2% dengan jumlah penduduk sekitar 12 juta jiwa. (edo rusyanto)

3 Komentar leave one →
  1. 11 Maret 2014 13:49

    pertamax kah ? . .

  2. 11 Maret 2014 23:28

    menimak eyang

Trackbacks

  1. HAK PEMOTOR UNTUK ELUS-ELUS DENGKUL DI JALANAN UTAMA JAKARTA | Melawan Batas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: