Lanjut ke konten

Setiap Hari, Sembilan Jiwa Melayang Akibat Tabrak Lari

6 Maret 2014

IMG13443-20120202-1248

TABRAK lari menjadi persoalan cukup serius. Gak percaya? Coba simak data Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri) tahun 2013. Ternyata, tahun itu setiap hari ada 34 kasus tabrak lari.

Ironisnya, kecelakaan lalu lintas jalan yang pelakunya melarikan diri alias tabrak lari, tiap hari merenggut sembilan jiwa. Artinya, 22,22% dari total korban tabrak lari di Indonesia harus berujung pada kematian.

Tunggu dulu. Persoalan tabrak lari juga menyisakan kepedihan bagi mereka yang menderita luka-luka. Tiap hari, rata-rata ada sepuluh anak negeri yang menderita luka berat lantaran tabrak lari. Belum lagi mereka yang luka ringan, jumlahnya rata-rata 23 orang.

Kasus tabrak lari mencerminkan bagaimana orang dengan mudahnya lepas tanggung jawab. Bisa jadi seorang pelaku kecelakaan menghindar lantaran takut dihakimi warga sekitar. Namun, jika seperti itu permasalahannya, sang penyebab kecelakaan bisa membantu korban dengan cara yang berbeda. Misalnya, memberi santunan atau membantu biaya pengobatan sang korban. Persoalannya adalah sudah menyebabkan kecelakaan, lalu lari dari tanggung jawab. Memprihatinkan.

Kasus tabrak lari ternyata mencapai 12% dari total kasus kecelakaan yang terjadi di Indonesia pada 2013. Sedangkan jumlah korban tewas akibat tabrak lari mencapai 12,5% dari total korban tewas di jalan. Fakta-fakta itu bisa dimaknai bahwa kasus tabrak lari merupakan persoalan serius bagi Indonesia.

Lari dari tanggung jawab menjadi sebuah perilaku yang memprihatinkan. Karena itu, Undang Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) mengganjar pelaku tabrak lari dengan hukuman berat. Lihat saja di pasal 312. Dalam pasal itu disebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor yang terlibat kecelakaan lalu lintas dan dengan sengaja tidak menghentikan kendaraannya, tidak memberikan pertolongan, atau tidak melaporkan kecelakaan lalu lintas kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia terdekat tanpa alasan, patut dipidana dengan pidana penjara paling lama tiga tahun atau denda paling banyak Rp 75 juta.

Kecelakaan lalu lintas jalan memang menyakitkan dan berdampak cukup luas. Tak semata pedihnya luka yang diderita atau hilangnya jiwa seseorang, pelaku kecelakaan juga bisa dijebloskan ke balik bui. Melihat risiko seperti itu sudah sepatutnya kita berupaya memperkecil celah terjadinya kecelakaan di jalan. Tentu, termasuk sekuat tenaga mengurangi fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas jalan. Dimulai dari hal kecil, dimulai dari diri sendiri, dan dimulai saat ini. (edo rusyanto)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: