Lanjut ke konten

Ini Dia Faktor Alam yang Mesti Diperhatikan

23 Januari 2014

banjir lodan antara
foto:antara

BELAKANGAN ini, kita disodori pemberitaan di televisi swasta tentang pesepeda motor yang mencoba melintas banjir, namun justeru terseret arus deras. Tak hanya sepeda motornya yang terseret, orangnya pun ikut terbawa arus. Tragis.

Di luar kejadian tersebut, kecelakaan lalu lintas jalan masih menjadi catatan kelam bagi negeri kita. Terlebih bagi para pesepeda motor. Sekalipun pada 2013 fatalitas kecelakaan lalu lintas jalan turun sekitar 11% jika dibandingkan setahun sebelumnya, bukan berarti kita lengah terhadap si jagal jalan raya. Apalagi, data yang ada menyebutkan, pada 2013, tiap jam, tiga nyawa melayang akibat kecelakaan di jalan.

Nah, di tengah musim penghujan seperti di Januari 2014 sekarang ini, faktor alam mesti diwaspadai. Kewaspadaan mesti digandakan ketika memaksa berkendara ketika cuaca buruk. Kita semua tahu, faktor pemicu kecelakaan lalu lintas jalan setidaknya ada empat, yakni faktor manusia, kendaraan, jalan, dan alam.

Tahun 2013, faktor manusia masih dominan, yakni hampir 88%, selebihnya tersebar ketiga faktor lainnya. Sedangkan faktor kedua terbesar adalah jalan (7,71%), kendaraan (3,16%), dan alam (1,03%). Data terbaru Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri) menambahkan satu faktor spesifik, yakni penggunaan teknologi, salah satunya penggunaan ponsel (0,55%). Namun, rasanya factor ini bisa dilebur kedalam faktor manusia.

Terkait faktor alam, ternyata Korlantas Polri membaginya dalam beberapa aspek. Penyumbang paling dominan di faktor jalan yang memicu kecelakaan adalah hujan, yakni sebesar 81,86%.

Sedangkan cuaca yang berkabut menjadi contributor kedua terbesar, yakni 8,79%. Aspek lainnya terdiri atas banjir (3,18%), angin ribut (2,62%), pohon tumbang (1,78%), longsor (1,21%), gempa (0,56%), dan tsunami (0,19%).

Oh ya, pada 2013, Korlantas Polri mencatat ada 1.070 kecelakaan lalu lintas jalan yang dipicu oleh faktor alam.

Melihat hujan sebagai aspek utama di faktor alam, rasanya perlu bagi kita para pesepeda motor untuk mengantisipasi semaksimal mungkin. Berikut ini saya tulis ulang 12 hal yang perlu kita perhatikan agar tidak terjebak dalam kecelakaan lalu lintas jalan ketika situasi hujan. Sekalipun, bila hujan deras ada baiknya berteduh dan tidak memaksakan diri untuk menunggang si kuda besi.


1.Jangan tergesa-gesa

Para pesepeda motor ada kecenderungan memacu kendaraannya lebih cepat saat menjelang turun hujan. Berdalih agar tidak terguyur hujan atau untuk mencari tempat berteduh, ada yang memacu kendaraannya tergesa-gesa. Hal ini bisa saja memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan karena konsentrasi terganggu.

2. Kondisi fisik prima

Bermotor dalam kondisi fisik sakit, letih, lelah, atau seusai minum obat bakal mengganggu konsentrasi. Termasuk, mengurangi reflek dan pengambilan keputusan tepat ketika dalam kondisi kritis. Saat hujan turun, kondisi tersebut praktis bakal membuat tubuh menggigil. Jemari tangan dan kaki bisa keram, akhirnya, tidak bisa berkendara dengan baik.

3. Memakai jas hujan

Jas hujan yang ideal sebaiknya tidak menghambat gerak tangan, kaki, kepala, hingga seluruh tubuh ketika bersepeda motor. Jas hujan yang terdiri atas bagian celana dan bagian jaket bisa menjadi pilihan. Artinya, sebisa mungkin yang membuat tubuh rileks dan tidak tembus air. Selain itu, upayakan jas hujannya memiliki unsur yang bisa berpendar ketika terkena cahaya. Konsep ini bagian dari upaya terlihat dan melihat ketika berlalu lintas jalan.

4. Memakai sepatu boot
Sepatu berbentuk boot yakni yang menutupi bagian mata kaki serta terbuat dari bahan plastik, lebih melindungi jemari kaki dari rendaman air sehingga tidak kedinginan. Jika tidak menyiapkan sepatu boot, terpenting memakai sepatu ketimbang memakai sandal jepit atau tidak memakai alas kaki sama sekali.

5. Kondisi ban prima

Ban yang ulir luarnya masih cukup bagus akan berdaya cengkeram lebih baik di permukaan aspal. Karena itu, ban yang kembangnya sudah habis atau lazim disebut sudah botak, bakal menambah licin ketika bermotor. Terkait hal itu, juga diperhatikan tekanan angin ban agar dalam kondisi cukup. Tidak kempes maupun terlalu keras.

6. Kondisi rem bagus
Bermotor dalam kondisi jalan licin tentu saja membutuhkan tingkat dan teknik pengereman yang tepat agar tidak mudah tergelincir. Setidaknya, dengan kondisi rem yang kanvasnya masih bagus atau keseluruhan fungsi rem dalam keadaan bagus, mengurangi potensi kecelakaan akibat tergelincir oleh jalan yang licin.

7. Lampu-lampu menyala
Lampu-lampu di sepeda motor agar dalam kondisi berfungsi atau menyala dengan baik. Mulai dari lampu utama, lampu rem, hingga lampu isyarat (sign). Dalam kondisi hujan, cahaya lampu utama membantu pengguna jalan lainnya untuk mengetahui kehadiran pemotor.

8. Waspada genangan air
Genangan air di jalan sulit diterka. Apakah dibawahnya ada lubang besar? Lubang kecil? Karena itu, sebisa mungkin ketika melihat genangan air yang mencurigakan ada lubang besar di bawahnya, untuk dihindari. Jika terpaksa, perlambat laju motor. Hal ini untuk menghindari pemotor terperosok dan risiko lebih fatal lainnya.

9. Hindari gundukan tanah di jalan
Timbunan tanah yang kena air hujan bisa menambah licin permukaan aspal. Karena itu, hindari melintas di atasnya atau melaju jangan terlalu cepat serta tidak melakukan pengereman mendadak. Risiko tergelincir bisa lebih besar. Kewaspadaan dan konsentrasi penuh menjadi mutlak.

10. Berteduh yang aman
Ini dia, berteduh. Hujan deras jangan memaksakan diri bermotor. Berteduh juga harus memilih tempat yang aman. Termasuk tidak mengganggu pengguna jalan lain. Saat berteduh, pastikan kendaraan kita dalam kondisi terkunci.

11. Dokumen dan ponsel diamankan
Dokumen seperti SIM, STNK, atau kartu ATM dan kartu kredit yang ada didompet serta ponsel sebisa mungkin tidak terkena air hujan. Masukan dalam plastik atau bungkus yang rapat di dalam tas. Tas ransel bagi pemotor biasanya memiliki lapisan pelindung yang bisa dibeli terpisah atau menyatu di tas ransel tertentu.

12. Helm anti embun
Helm jenis ini memiliki kaca khusus yang bebas dari risiko terjadinya embun akibat nafas di dalam helm. Ada jenis helm tertentu yang kacanya juga tidak menimbulkan butiran air sehingga pandangan tetap jernih. Sifatnya tambahan semata, terpenting memakai helm yang memiliki kaca di bagian wajah sehingga muka dan mata tidak pedih terkena air hujan.

Bisa jadi hal penting lain yang mesti diperhatikan pesepeda motor ketika hujan tiba. Semoga tulisan ini berfaedah. Terpenting, tetap berkonsentrasi dan jaga kondisi fisik serta motor dalam kondisi fit. (edo rusyanto)

One Comment leave one →
  1. 23 Januari 2014 01:53

    Reblogged this on Suetoclub's Blog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: