Lanjut ke konten

Melihat Moge Suzuki Tertib

15 Januari 2014

moge suzuki tertib di jalan

SUASANA sore kian sendu usai diguyur hujan. Lalu lintas jalan di pertigaan Jl Kalibata-Jl Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan cukup padat. Banyak kendaraan bermotor yang tidak sabar, melibas garis setop.

Garis setop adalah garis putih menyambung yang menjadi pembatas kendaraan bermotor. Setiap kendaraan bermotor wajib berhenti di belakang garis setop agar lalu lintas jalan tertib dan memberi ruang bagi pejalan kaki untuk menyeberang jalan.

Di salah satu pertigaan Kalibata itu ada pemandangan yang menarik perhatian. Seorang penunggang motor gede (moge) Suzuki berwarna kuning justeru berhenti tepat di belakang garis setop. Tertib.

Sang pengendara moge itu tampak sabar menanti lampu pengatur lalu lintas berwarna hijau. Sedangkan di depannya tampak sejumlah kendaraan dengan entengnya melibas garis setop. Mereka seakan tak sabar untuk melesat meninggalkan pertigaan. Padahal, di depan sana tampak antrean kendaraan cukup padat. Maklum, tak sampai 200 meter ke depan ada pertigaan lagi, ada lampu merah lagi.

Barangkali, bagi para pelibas garis setop atau zebra cross, tindakan mereka dianggap hal sepele. Padahal, bukan mustahil jika hal kecil saja dilibas bagaimana aturan yang lebih besar. Kata pepatah, kecil-kecil lama-lama menjadi bukit.

Undang Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mengatur soal garis setop yang bagian dari marka jalan. Selain mewajibkan pengguna kendaraan berhenti di belakang garis setop, ada ancaman sanksinya. Bagi para pelanggar bisa dikenai denda maksimal Rp 500 ribu atau kurungan badan maksimal dua bulan.

Oh ya, saat lampu berwarna hijau sang penunggang moge melaju dengan tunggangannya. Kuda besi berwarna cerah dengan dua knalpot di sisi kiri dan kanan cukup elegan di jalan. Memasuki perempatan Pancoran, Jakarta Selatan mengarah ke Manggarai, Jakarta Selatan lampu pengatur lalu lintas berwarna merah. Kembali sang penunggang moge berhenti, tepat di belakang garis setop. Tertib. (edo rusyanto)

7 Komentar leave one →
  1. 15 Januari 2014 00:09

    ajib

  2. Aa Ikhwan permalink
    15 Januari 2014 07:28

    mantap

  3. 15 Januari 2014 12:45

    lha itu masih menginjak garis putihnya.harusnya di belakang garis putih om 🙂

  4. 15 Januari 2014 19:08

    contoh yang baik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: