Lanjut ke konten

Warga Menyoraki Penerobos Busway

14 Januari 2014

razia busway 2014

ADA pemandangan menarik siang itu. Persis di dekat Gedung SME, depan halte Transjakarta, Jakarta Selatan sejumlah warga berkerumun. Tua dan muda, serta lelaki dan perempuan. Pandangan mereka ke arah lintasan busway. Mereka bersorak-sorak, persisnya mencemooh pesepeda motor yang tunggang langgang.

Ya, Jumat (10/1/2013) siang warga menyoraki pesepeda motor yang menerobos busway. Tak hanya menyoraki, sebagian dari warga mengeluarkan ponselnya, memotret adegan tragis. Di depan posisi warga berdiri ada adegan pesepeda motor mengangkat motornya untuk keluar dari jalur khusus Transjakarta yang setinggi sejengkal orang dewasa itu. Ada pesepeda motor yang berbalik arah, melawan arus. Mereka tunggang langgang.

Rupanya, di lintasan tersebut ada polisi lalu lintas yang sedang merazia para penerobos busway. Mayoritas penerobos adalah penunggang kuda besi. Sebagian lagi adalah pengendara mobil pribadi dan metromini. Mereka harus menerima fakta ditilang dan sebagian berupaya meloloskan diri dengan cara tadi.

Barangkali warga yang menyoraki penerobos busway sudah jengah dengan kelakuan para pencari jalan pintas yang melabrak aturan. Kelakuan egois yang merampas hak orang lain. Menerobos busway demi kepentingan pribadi, enggan antre di tengah kepadatan arus kendaraan. Padahal, mereka yang menerobos jalur busway juga menyumbang kemacetan lalu lintas jalan. Di Jakarta, hingga awal 2014 tak kurang dari duabelas juta kendaraan bermotor yang tercatat Polda Metro Jaya.

Entah apa yang ada di benak para pengendara kendaraan pribadi saat menerobos busway. Barangkali mereka menganggap merampas hak orang lain adalah lumrah. Ngeri.

Pastinya, akibat kelakuan para penerobos, angkutan umum Transjakarta menjadi tersendat. Mobilitas pun terganggu. Belum lagi, fakta menunjukan sejak Transjakarta beroperasi sudah puluhan jiwa melayang akibat kecelakaan lalu lintas jalan di lintasan busway. Ada ratusan orang lainnya menderita luka-luka.

Ya, perilaku menerabas aturan di jalan bisa memperlebar celah kecelakaan lalu lintas. Data Kepolisian Republik Indonesia memperlihatkan bahwa mayoritas kecelakaan dipicu oleh perilaku tidak tertib alias melanggar aturan. Tiap hari, Indonesia punya catatan kelam dengan hilangnya 80-an nyawa anak bangsa akibat kecelakaan lalu lintas jalan. Kisah pilu itu buah pahit dari 300-an kasus kecelakaan yang terjadi setiap hari di jalan-jalan Indonesia.

Karena itu, saat upaya polantas menilang para penerobos busway, bisa dimaknai sebagai ikhtiar mempersempit celah terjadinya petaka di jalan raya. Cantolan hukumnya pun jelas bahwa para pelanggar marka dan rambu bakal diganjar Undang Undang (UU) No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). UU itu mengancam para pelanggar dengan sanksi denda maksimal Rp 500 ribu. Atau, pidana penjara maksimal dua bulan.

“Makanya jangan nerobos busway, ditilang baru tahu rasa luh,” gerutu seorang pria di pinggir jalan. (edo rusyanto)

9 Komentar leave one →
  1. 14 Januari 2014 00:25

    huuuuuuuuu
    hukuman sosial moga mengena

  2. 14 Januari 2014 01:00

    Bagus kalau pada nyorakin tuh

  3. 15 Januari 2014 09:03

    sanksi sosial memang sepertinya lebih ampuh…
    jepret, masukin media sosial, silakan bully sepuasnya..

  4. erwin permalink
    15 Januari 2014 12:41

    duh jangan dibolak balik.. siapa yg menerobos jalur siapa.. sebelum ada jalur busway jalur itu adalah jalur umum.. tanpa permisi jalur kita warga dibabat dijadikan jalur busway.. para ‘penerobos’ jalur busway pada hakikatnya adalah orang yang tidak bisa melihat jalur yang mubazir yang bahkan tidak tiap jam ada bus yang lewat.. memang sudah saatnya jalur busway dinormalisasi kembali menjadi jalan umum.. busway nyata dan terbukti bukan solusi..

  5. rus.herudin permalink
    16 Januari 2014 13:25

    Masyarakat harus di budayakan, mencibir terhadap segala ketidak patutan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: