Lanjut ke konten

Lawan Arus Gara-gara Ada Razia

1 Januari 2014

pelanggaran motor 2011

PERNAH ketemu pesepeda motor yang tiba-tiba balik arah alias melawan arus lantaran ada razia kendaraan bermotor? Kalau pernah, kewaspadaan mesti dilipatgandakan. Bukan mustahil, terjadi insiden kecelakaan lalu lintas jalan.

“Teman kita pernah pak, gara-gara ada tilang, orang pada ngelawan arus akibatnya, tabrakan,” ujar Siswo, sebut saja begitu, saat berbincang dengan saya di Jakarta suatu malam, baru-baru ini.

Dia menceritakan, sang teman sedang melaju dengan kecepatan normal. Malam itu di jalan yang dilintasi sedang ada razia kendaraan bermotor. Entah karena tidak memiliki kelengkapan surat-surat kendaraan atau surat izin mengemudi (SIM), tiba-tiba ada pesepeda motor yang melawan arah. Karena ruang jalan yang tersedia terbatas, ke kanan bisa tercebur kali, ke kiri sudah tidak ada ruang lagi, terpaksa adu kambing. “Sepeda motor teman saya diadu dengan pesepeda motor yang melawan arah tadi. Dia melompat ke kiri jalan,” tambahnya.

Buntutnya, sang teman luka-luka ringan dan sepeda motor lumayan rusak, tapi masih bisa dikendarai. Namun, persoalan belum selesai. Oleh petugas kepolisian, sepeda motor sang teman dibawa ke kantor polisi. Begitu juga sepeda motor yang melawan arus. “Tapi kemudian dikembalikan karena memang teman saya tidak bersalah,” kata Siswo.

Ya. Kadang gara-gara surat kendaraan tidak lengkap atau tidak punya SIM, pesepeda motor menjadi panik. Repotnya, jika kepanikan tersebut justeru berbuntut kecelakaan lalu lintas jalan.

Pada 2011, pelanggaran terbesar yang dilakukan pesepeda motor di jalan raya adalah terkait soal surat-surat. Mulai SIM hingga surat-surat kendaraan seperti surat tanda nomor kendaraan (STNK). Setiap hari, rata-rata ada 3.100-an kasus pelanggaran surat-surat di seluruh Indonesia. Pelanggaran jenis ini berkontribusi sekitar 31,31% terhadap total pelanggaran para pemotor. Tahun itu, lonjakan pelanggaran surat-surat yang dilakukan pesepeda motor mencapai sebesar 92,12% jika dibandingkan pelanggaran serupa pada 2010. (edo rusyanto)

8 Komentar leave one →
  1. 1 Januari 2014 21:47

    udah sering thu….heran pada kuat beli motor bwt kelengkapan motor aja pelit minta ampun…

    http://belalangmerah.wordpress.com/2014/01/01/berbagai-motor-baru-di-tahun-2014-ini-adakah-yang-nyantol-di-hati/

  2. 1 Januari 2014 22:23

    Susah juga kang… kalau sudah gitu suka nekad… yang dirugikan orang lain, apalagi kalau tidak hati hati (si pengendara yang berbalik arahnya).

    http://kobayogas.com/2014/01/01/perbedaan-jeroan-tangki-dengan-tutup-rata-dan-jendol/

  3. 2 Januari 2014 00:07

    Tanpa razia saja pada suka melawan arah tanpa rasa bersalah.

  4. Cah Ndeso permalink
    2 Januari 2014 03:23

    Pernah menjumpai juga disiang hari, sy kirain ada tawuran atau apa, eh gak taunya ada razia dan pada muter balik lawan arus…. Itulah para bikers yg mental tempe… Takutnya kl ada petugas

  5. 2 Januari 2014 16:15

    Kalo saya selama di Jakarta kok ga pernah diberhentikan pas ada razia ya?
    Padahal dah memperlambat laju motor + sein kiri
    Pas deket pak polisi, pak polisi sepertinya cuekin saya
    bahkan pernah saya sampai berhenti, tapi malah disuruh jalan lagi, padahal belum periksa surat2 & kelengkapan kendaraan :mrgreen:

  6. 3 Januari 2014 21:45

    Reblogged this on Suetoclub's Blog and commented:
    just share

Trackbacks

  1. Lawan Arus Gara-gara Ada Razia - Usum News

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: