Lanjut ke konten

Kopcau Berceloteh soal WDOR

13 November 2013

JAGAT penggiat keselamatan jalan (road safety) seakan tak pernah sepi. Di Indonesia, gerakan mengarah pada pengubahan kebiasaan, yakni dari melanggar aturan menjadi lebih toleran dan tidak arogan di jalan. Hal itu diyakini mampu meredam potensi kecelakaan di jalan.

Tentu saja bagi para pengguna kendaraan bermotor atau pengguna jalan lainnya, aspek fokus dan waspada merupakan hal yang tak terbantahkan. Aspek tadi menopang seseorang untuk mampu berkonsentrasi atau sebaliknya ketika berkendara. Konsentrasi merupakan modal dasar untuk selamat saat berkendara.

Upaya menghindar dari terkaman sang petaka jalan raya perlu terus dilakukan. Maklum, Indonesia punya catatan kelam soal kecelakaan. Tiga tahun terakhir, rata-rata ada 300-an kasus kecelakaan per hari. Buah dari kecelakaan itu getir, tiap hari ratusan orang luka-luka dan 80-an tewas sia-sia di jalan raya.

Kecelakaan bisa terjadi kapanpun, dimanapun, dan menimpa siapa saja. Ikhtiar yang dilakukan untuk memperkecil potensi terjadinya kecelakaan dan mengurangi risiko fatalitas.

Ketika jagal raya menghampiri, saat taring tajamnya membuat luka dan penderitaan, kita harus bangkit. Kembalikan semangat dan produktifitas mereka seperti sediakala. Barangkali tak mudah. Namun, optimisme harus kembali terbangun karena hidup terus bergulir.

Komunitas Kopdar Pengicau (Kopcau) membungkus ajakan itu semua dalam poster digital yang digelontorkan awal November 2013. Gerakan moral yang digelindingkan di dunia maya dan jejaring soal twitter tersebut untuk menyegarkan ingatan kita bahwa petaka di jalan raya berdampak luas, termasuk sosial ekonomi. Negara kita mencatat kerugian langsung dan tidak langsung akibat kecelakaan mencapai Rp 200 triliun per tahun. Mari terus optimis dengan memanfaatkan keterbatasan yang ada sebagai kekuatan.

Komunitas Kopdar Pengicau didirikan pada 30 Desember 2012 oleh sejumlah pengguna akun twitter di Jakarta. Komunitas para admin akun twitter kelompok pengguna sepeda motor tersebut memilih topik keselamatan jalan sebagai bahasan utama. Dalam setiap kopi darat (kopdar) yang digelar dua minggu sekali diluncurkan poster digiital berisi ajakan selamat di jalan dengan topik berbeda-beda. Muara kesemua itu pada suatu kondisi yakni jalan raya yang humanis dengan minim petaka di jalan raya. (edo rusyanto)

One Comment leave one →
  1. 16 November 2013 04:12

    Reblogged this on Suetoclub's Blog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: