Lanjut ke konten

Hal yang Mesti Diperhatikan Saat Hujan

27 Oktober 2013

hujan dan pesepeda motor

FAKTOR alam memicu sekitar satu persen dari total kasus kecelakaan di Indonesia sepanjang Januari-Agustus 2013. Ada sekitar 650 kasus kecelakaan yang dipicu faktor alam. Pada delapan bulan 2013, menurut data Korlantas Polri setidaknya ada hampir 69 ribu kasus kecelakaan yang menewaskan 17 ribuan jiwa anak negeri.

Ada tujuh aspek yang dikategorikan faktor alam. Dari keseluruhan faktor tersebut, hujan menjadi pemicu utama di faktor alam. Sumbangan hujan terhadap kecelakaan di dalam faktor alam mencapai 82,95%. Rata-rata ada dua kasus kecelakaan akibat hujan di Indonesia sepanjang delapan bulan 2013.
Selain hujan, faktor alam yang memicu kecelakaan adalah kabut (8,45%), banjir (2,92%), dan pohon tumbang (2,15%). Selain itu, longsor (1,84%), gempa (0,92%), dan angin ribut (0,77%).

Nah, dalam tulisan kali ini menyoroti bagaimana berkendara dalam situasi hujan, khususnya bagi pesepeda motor. Sekalipun, jika hujan deras mengguyur bumi sebaiknya berteduh guna menghindari risiko terjadinya kecelakaan. Selain, tentu saja demi kesehatan sang penunggang kuda besi.

Berikut ini hal-hal yang mesti diperhatikan para pesepeda motor ketika hujan tiba.

1. Jangan tergesa-gesa
Para pesepeda motor ada kecenderungan memacu kendaraannya lebih cepat saat menjelang turun hujan. Berdalih agar tidak terguyur hujan atau untuk mencari tempat berteduh, ada yang memacu kendaraannya tergesa-gesa. Hal ini bisa saja memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan karena konsentrasi terganggu.

2. Kondisi fisik prima
Bermotor dalam kondisi fisik sakit, letih, lelah, atau seusai minum obat bakal mengganggu konsentrasi. Termasuk, mengurangi reflek dan pengambilan keputusan tepat ketika dalam kondisi kritis. Saat hujan turun, kondisi tersebut praktis bakal membuat tubuh menggigil. Jemari tangan dan kaki bisa keram, akhirnya, tidak bisa berkendara dengan baik.

3. Memakai jas hujan
Jas hujan yang ideal sebaiknya tidak menghambat gerak tangan, kaki, kepala, hingga seluruh tubuh ketika bersepeda motor. Jas hujan yang terdiri atas bagian celana dan bagian jaket bisa menjadi pilihan. Artinya, sebisa mungkin yang membuat tubuh rileks dan tidak tembus air. Selain itu, upayakan jas hujannya memiliki unsur yang bisa berpendar ketika terkena cahaya. Konsep ini bagian dari upaya terlihat dan melihat ketika berlalu lintas jalan.

4. Memakai sepatu boot
Sepatu berbentuk boot yakni yang menutupi bagian mata kaki serta terbuat dari bahan plastik, lebih melindungi jemari kaki dari rendaman air sehingga tidak kedinginan. Jika tidak menyiapkan sepatu boot, terpenting memakai sepatu ketimbang memakai sandal jepit atau tidak memakai alas kaki sama sekali.

5. Kondisi ban prima
Ban yang ulir luarnya masih cukup bagus akan berdaya cengkeram lebih baik di permukaan aspal. Karena itu, ban yang kembangnya sudah habis atau lazim disebut sudah botak, bakal menambah licin ketika bermotor. Terkait hal itu, juga diperhatikan tekanan angin ban agar dalam kondisi cukup. Tidak kempes maupun terlalu keras.

6. Kondisi rem bagus
Bermotor dalam kondisi jalan licin tentu saja membutuhkan tingkat dan teknik pengereman yang tepat agar tidak mudah tergelincir. Setidaknya, dengan kondisi rem yang kanvasnya masih bagus atau keseluruhan fungsi rem dalam keadaan bagus, mengurangi potensi kecelakaan akibat tergelincir oleh jalan yang licin.

7. Lampu-lampu menyala
Lampu-lampu di sepeda motor agar dalam kondisi berfungsi atau menyala dengan baik. Mulai dari lampu utama, lampu rem, hingga lampu isyarat (sign). Dalam kondisi hujan, cahaya lampu utama membantu pengguna jalan lainnya untuk mengetahui kehadiran pemotor.

8. Waspada genangan air
Genangan air di jalan sulit diterka. Apakah dibawahnya ada lubang besar? Lubang kecil? Karena itu, sebisa mungkin ketika melihat genangan air yang mencurigakan ada lubang besar di bawahnya, untuk dihindari. Jika terpaksa, perlambat laju motor. Hal ini untuk menghindari pemotor terperosok dan risiko lebih fatal lainnya.

9. Hindari gundukan tanah di jalan
Timbunan tanah yang kena air hujan bisa menambah licin permukaan aspal. Karena itu, hindari melintas di atasnya atau melaju jangan terlalu cepat serta tidak melakukan pengereman mendadak. Risiko tergelincir bisa lebih besar. Kewaspadaan dan konsentrasi penuh menjadi mutlak.

10. Berteduh yang aman
Ini dia, berteduh. Hujan deras jangan memaksakan diri bermotor. Berteduh juga harus memilih tempat yang aman. Termasuk tidak mengganggu pengguna jalan lain. Saat berteduh, pastikan kendaraan kita dalam kondisi terkunci.

11. Dokumen dan ponsel diamankan
Dokumen seperti SIM, STNK, atau kartu ATM dan kartu kredit yang ada didompet serta ponsel sebisa mungkin tidak terkena air hujan. Masukan dalam plastik atau bungkus yang rapat di dalam tas. Tas ransel bagi pemotor biasanya memiliki lapisan pelindung yang bisa dibeli terpisah atau menyatu di tas ransel tertentu.

12. Helm anti embun
Helm jenis ini memiliki kaca khusus yang bebas dari risiko terjadinya embun akibat nafas di dalam helm. Ada jenis helm tertentu yang kacanya juga tidak menimbulkan butiran air sehingga pandangan tetap jernih. Sifatnya tambahan semata, terpenting memakai helm yang memiliki kaca di bagian wajah sehingga muka dan mata tidak pedih terkena air hujan.

Bisa jadi hal penting lain yang mesti diperhatikan pesepeda motor ketika hujan tiba. Semoga tulisan ini berfaedah. Terpenting, tetap berkonsentrasi dan jaga kondisi fisik serta motor dalam kondisi fit. (edo rusyanto)

4 Komentar leave one →
  1. 27 Oktober 2013 00:09

    sabar

  2. 27 Oktober 2013 04:24

    Reblogged this on Suetoclub's Blog.

  3. 28 Oktober 2013 16:13

    12. Helm anti embun
    Helm jenis ini memiliki kaca khusus yang bebas dari risiko terjadinya embun akibat nafas di dalam helm. Ada jenis helm tertentu yang kacanya juga tidak menimbulkan butiran air sehingga pandangan tetap jernih.

    =======

    Ooooh helm KBC dengan pinlock ya eyang?
    *susahamatnyebutinmerekhelmtemensendiri :mrgreen:

  4. 29 Oktober 2013 11:05

    3. Memakai jas hujan
    Jas hujan yang ideal sebaiknya tidak menghambat gerak tangan, kaki, kepala, hingga seluruh tubuh ketika bersepeda motor. Jas hujan yang terdiri atas bagian celana dan bagian jaket bisa menjadi pilihan. Artinya, sebisa mungkin yang membuat tubuh rileks dan tidak tembus air. Selain itu, upayakan jas hujannya memiliki unsur yang bisa berpendar ketika terkena cahaya. Konsep ini bagian dari upaya terlihat dan melihat ketika berlalu lintas jalan.

    jangan pake jas ujan yang jenis ponco karena ribet dan membuat bahaya buat si pengendara

    jangan lupa mampir kesini Berita terupdate dan terpercaya iyaa.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: