Lanjut ke konten

Begini Gaya Angkut Sepeda Motor di Jakarta

27 September 2013

motor angkut banyak

SUATU siang di sudut Jakarta. Lalu lintas jalan sangat padat. Ratusan, bahkan ribuan kendaraan tersendat jelang perempatan Kuningan, Jakarta Selatan dari arah Pancoran, Jakarta Selatan.

Di tengah hiruk pikuk kendaraan, menyeruak sebuah sepeda motor yang menyita perhatian. Ya, sepeda motor jenis bebek itu mengangkut barang dalam jumlah cukup besar. Paling tidak, dari segi kapasitas sudah menyita ruang di motor tersebut. Tentu saja, termasuk menutup kaca spion yang semestinya dimanfaatkan untuk melihat pergerakan dari arah belakang.

Sepintas, barang-barang yang diangkut adalah makanan ringan yang banyak di jual di warung-warung. Tampak sang pengemudi harus duduk agak memepetkan diri ke arah setang motor karena joknya dipenuhi dengan kardus.

Pemandangan seperti itu bisa jadi cukup banyak di seantero Nusantara. Maklum, sepeda motor menjadi alternatif alat transportasi yang dianggap cukup mangkus dan sangkil. Tentu saja jika dibandingkan dengan jenis angkutan lain seperti angkot atau bus kota. Sepeda motor bisa mencapai point to point alias bisa langsung ke tujuan sang pengendara.

Setiap hari, Jakarta diserbu oleh ribuan sepeda motor dari kota-kota di sekitarnya. Misal, dari Depok, Tangerang, dan Bekasi. Mereka memanfaatkan sepeda motor sebagai alat transportasi dan beranjangsana. Banyak warga di Jakarta dan sekitarnya yang memiliki sepeda motor. (Lihat artikel ini)

Sepeda motor sebagai alat transportasi untuk mencari nafkah. Entah sebagai alat untuk mengantar dari rumah ke tempat kerja/usaha, atau untuk dipakai ngojek. Terkait foto di tulisan ini, sepeda motor menjadi alat untuk mengangkut barang.

Setelah melihat pemandangan sepeda motor di Kuningan, Jakarta Selatan pada pekan ketiga September 2013, baru-baru ini saya menyaksikan adegan lain, namun tetap senafas. Sepeda motor mengangkut sayuran. Walau tidak seekstrim pemandangan di Kuningan, setidaknya sepeda motor yang saya lihat di pinggiran kota Jakarta itu, memperkuat bahwa fungsi sepeda motor cukup diandalkan untuk mencari nafkah. (edo rusyanto)

4 Komentar leave one →
  1. 27 September 2013 00:14

    Woh… 😯

  2. Aa Ikhwan permalink
    27 September 2013 07:18

    memaksa kendaraan lain menghindarinya eyang 😀 ,.. soale susah dia lihat spion 😀

  3. 28 September 2013 10:36

    apa Anda pernah menyaksikan juga bagaimana cara angkut truk. saat berkendara mobil kami pernah berada di belakang sebuah truk yang mengangkut barang. Yang mengerikan tinggi muatannya 2 kali lipat dari tinggi truk. Puncak muatan sampai hampir-hampir tersangkut pepohonan di atas jalan. Kami yang berada di belakang pun buru-buru menyalip truknya, untuk menghindari hal yang tidak di inginkan

Trackbacks

  1. Begini Gaya Angkut Sepeda Motor di Jakarta - Usum News

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: