Lanjut ke konten

Waspada, Kecelakaan Bisa Berbuntut Pidana

19 September 2013

laka bus cisarua 2013

Pekan ini kita disodori satu lagi fakta yang bisa menjadi pembelajaran bahwa kecelakaan berdampak luas. Tak sekadar luka fisik dan kendaraan maupun sosial ekonomi. Kecelakaan juga bisa berujung di balik jeruji besi.

Ya. Kasus kecelakaan yang melibatkan wanita muda, Novi Amelia, menjadi perhatian publik. Wanita itu dituntut tujuh bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (17/9/2013).

Sekadar menyegarkan ingatan, kasus kecelakaan Novi terjadi pada Kamis, 11 Oktober 2012. Saat itu, mobil Honda Jazz merah B 1864 POP yang dikendarainya menabrak tujuh orang pengguna jalan di Jalan Hayam Wuruk, Tamansari, Jakarta Barat. Seluruh korban luka-luka.

Siapapun tidak ada yang ingin celaka di jalan raya. Sekalipun, kecelakaan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Hal terbaik yang bisa dilakukan para pengguna jalan adalah memperkecil potensi terjadinya kecelakaan. Termasuk, mengurangi risiko fatalitas akibat kecelakaan.

Kecelakaan senantiasa menyakitkan. Terlebih saat kecelakaan berimbas pada masalah hukum pidana, pasti banyak pihak berupaya bisa mengelak. Dalam kasus Novi, dia mengaku tidak terima dan berharap saat sidang vonis bisa mendapat vonis bebas. Dia mengaku sudah membantu para korban yang menderita luka.

Di Indonesia, sudah banyak kasus kecelakaan yang berujung di hotel prodeo. Salah satunya adalah kasus kecelakaan Afriyani. Wanita muda ini ia divonis 15 tahun atas kasus kecelakaan pada 22 Januari 2012. Kasus itu menyebabkan 9 pejalan kaki tewas dan 3 lainnya luka di Tugu Tani, Jakarta.
Kasus lainnya adalah saat Metro Mini tercebur kali Sunter, Jakarta pada 6 Maret 1994. Sang sopir divonis 15 tahun penjara. Akibat kecelakaan itu, 32 penumpang tewas di dalam sungai dan 13 lainnya terluka parah. Bedanya dengan Afriyani, kasus Metro Mini dijerat Pasal 338 KUHP. Penggunaan pasal ini dikabulkan Majelis Hakim PN Jakarta Utara hingga ke tingkat MA.

Adalagi kasus lainnya, yakni kecelakaan yang menimpa sopir bus Sumber Kencono, Agus Widodo. Dia divonis penjara 4 tahun, enam bulan penjara. Terdakwa juga didenda Rp 3 juta subsider dua bulan kurungan. PN Kabupaten Madiun, Jatim, Kamis (10/5/2012), menilai Agus terbukti bersalah lalai hingga menewaskan enam penumpangnya. Dia kena dakwaan kumulatif pasal 310 ayat 2, 3, dan 4 UU No 22 Tahun 2009 ttg LLAJ. Jaksa dan Agus menerima putusan Hakim. Agus mengaku sudah cukup adil. Dia tak mau banding daripada kepanjangan. Bus yg dikemudikan Agus terguling di Jl Raya Surabaya-Madiun, Kabupaten Madiun, 1 Januari 2012. Akibat kecelakaan itu, 6 penumpang tewas, 5 orang luka berat, dan 18 orang luka ringan.

Sementara itu, kasus kecelakaan Rasyid Rajasa, 1 Januari 2013, punya catatan berbeda. Pria muda itu divonis 5 bulan penjara dengan masa percobaan 6 bulan. Padahal, tuntutan Jaksa terhadap anak bungsu Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa itu, sebesar 8 bulan kurungan penjara dengan masa percobaan 12 bulan.

Regulasi Hukum

UU No 22/2009 ttg LLAJ, pasal 310 (1) mennyebutkan, pengemudi yang lalai lalu mengakibatkan kecelakaan dan timbulkan kerusakan kendaraan/barang bisa kena sanksi penjara paling lama 6 bulan dan/atau denda paling banyak Rp 1 juta.

Namun, jika lalai dan menimbulkan kecelakaan hingga korban luka ringan & kerusakan kendaraan dan/atau barang sanksinya ada juga yaitu penjara paling lama 1 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 2 juta. Sedangkan lalai bikin kecelakaan dengan korban luka berat, penjara paling lama 5 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 10 juta. Lalu, kalau bikin orang lain meninggal dunia, penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 12 juta.

Tapi, di pasal 311, jika sengaja mengemudikan kendaraan yg membahayakan nyawa/barang, penjara maksimal 1 tahun/ denda maksimal Rp 3 juta. Kalau kecelakaan timbulkan kerusakan kendaraan dan/atau barang, penjara maks 2 tahun atau denda maks Rp 4 juta. Jika kecelakaan bikin korban luka ringan & kerusakan kendaraan dan/atau barang, penjara maks 4 thn atau denda maks Rp 8 juta. Lalu, jika bikin kecelakaan dengan korban luka berat, penjara paling lama 10  tahun atau denda paling banyak Rp 20 juta. Sedangkan kecelakaan yang bikin orang meninggal dunia, penjara paling lama 12 tahun atau denda paling banyak Rp 24 juta. (edo rusyanto)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: