Lanjut ke konten

Kopdarling Para Penunggang Honda Supra

8 September 2013

kodarling hsx 125c sept 2013

KAWASAN Gelanggang Olahraga Senayan, Jakarta Pusat dipadati anggota kelompok pesepeda motor. Mereka berkumpul, duduk di emperan jalan. Sebagian duduk di kursi milik para pedagang kaki lima yang menjajakan aneka minuman dan makanan.
Di salah satu sudut kawasan itu, persisnya di dekat Patung Panahan, Senayan, sejumlah anak muda anggota komunitas pesepeda motor Honda Supra X 125 Community (HSX 125C) tampak duduk rapih melingkar. “Malam ini merupakan kopi darat HSX dalam rangka persiapan touring pelantikan 6-7 Septembe r2013 dan acara kopdarling RSA,” ujar bro Fajar, salah seorang pengurus HSX 125, saat berbincang dengan saya, Rabu (4/9/2013) malam.
Malam itu saya, selaku ketua umum RSA Indonesia, hadir bersama bro Nursal Ramadhan, ketua divisi litbang RSA Indonesia.
Kopi darat keliling (kopdarling) adalah agenda rutin Road Safety Association (RSA) Indonesia memasuki kantung-kantung komunitas atau masyarakat. Ajang kopdarling dimanfaatkan untuk saling berbagi mengenai masalah-masalah keselamatan jalan (road safety), termasuk segala hal yang terkait. Termasuk, masalah sosial, ekonomi, bahkan hukum.
“Bagaimana menyikapi perintah polisi yang menyuruh kita maju melewati garis setop?” tanya seorang anggota HSX125C.
Bro Nursal memaparkan soal kewenangan petugas (diskresi) yang wajib dipatuhi para pengguna jalan. Regulasi yang ada, yakni Undang Undang (UU) No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) ‘gugur’ saat petugas menerapkan diskresi. “Persoalannya, kalau tidak ada petugas, para pengguna jalan jangan mendiskresikan dirinya sendiri. Maju melewati garis setop, itu keliru,” papar bro Nursal.
Perbincangan lantas dititikberatkan pada segitiga RSA. Segitiga itu merupakan konsep RSA dalam mereduksi potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan, yakni ketaatan pada aturan (rules), keterampilan berkendara yang mumpuni (skill), dan perilaku berkendara yang peduli pada sesama pengguna jalan (attitude). “Terkait rules, kita mesti rajin membaca aturan yang berlaku yakni UU No 22/2009 tentang LLAJ,” kata dia.
HSX125C termasuk salah satu komunitas pengguna sepeda motor yang cukup peduli soal keselamatan berkendara. Salah satunya adalah lewat peraturan yang mewajibkan setiap calon anggota untuk mengikuti pelatihan safety riding. “Aturan itu sudah diterapkan sejak dua tahun lalu,” ujar bro Fajar.
Selain itu, saat melaksanakan touring, HSX125C menerapkan tiga tahapan scrutineering sebelum perjalanan dimulai. Hal itu, kata bro Fajar, untuk menjamin bahwa baik pengendara maupun motornya dalam kondisi layak.
Akhirnya, kopdarling yang dimulai pada sekitar pukul 21.00 WIB, rampung pada sekitar pukul 00:00 WIB. Malam yang memasuki dinihari tidak membuat Jakarta terlelap. Keramaian di kawasan Senayan masih bergelora. Mirip dengan sudut-sudut lain di Jakarta yang tak pernah tidur oleh aktifitas warganya. (edo rusyanto)

4 Komentar leave one →
  1. 8 September 2013 00:09

    Kompak…. 😀

  2. 8 September 2013 00:15

    mantabh suhu, nyimak

  3. endah permalink
    11 September 2013 07:27

    bagi no admin honda supra x 125 dong…??? makasih

Trackbacks

  1. Kopdarling Bersama Komunitas Honda Supra - Usum News

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: