Lanjut ke konten

Nebeng Bukber di Nebengers

29 Juli 2013

PERNAH dengar komunitas Nebengers? Kalau belum, bisa saling sapa lewat akun twitter mereka di @nebengers.

Pertemuan pertama saya setelah sekian lama bersapa di dunia maya akhirnya terwujud di ajang ‘Nebeng Bukber’, Ahad (28/7/2013) petang. Dalam silaturahim yang digelar di Museum Bank Mandiri, Jl Lapangan Stasiun No 1, Jakarta itu, digelontorkan juga program ‘Nebeng Mudik’ dan ‘Nebengers 2.0’. Gak tanggung-tanggung, komunitas ini juga mendatangkan Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Bambang Susantono dalam buka bersama (bukber) kali ini.

Semangat berbagi ruang di kendaraan pribadi, baik sepeda motor dan mobil, menjadi nafas komunitas yang didirikan pada 7 Desember 2011 ini. Lewat berbagi ruang di dalam mobil bisa sedikit mengurangi beban lalu lintas jalan. Cukup membantu jika separuh saja pengguna kendaraan pribadi di Jakarta memiliki visi yang sama.

“Sebelum masuk Nebengers saya sempat menawarkan berbagi kendaraan kepada orang yang saya temui di jalan, tapi responsnya banyak yang ketakutan,” kata Arief, ‘Lurah’ Distrik Cibubur, saat berbincang dengan saya sepanjang Cibubur-Kota, Jakarta, Minggu (28/7/2013) siang.

Lurah adalah sebutan bagi ‘koordinator’ anggota komunitas Nebengers di tingkat distrik. Misal, untuk kawasan Jakarta Timur ada distrik Jakarta Tiimur. “Lurah berperan mempermudah koordinasi dan komunikasi,” kata Arief yang sehari-hari adalah penyiar radio swasta.

Kota besar seperti Jakarta memikul beban berat transportasi kota. Kepadatan lalu lintas jalan menjadi santapan sehari-hari. Data Polda Metro Jaya menyebutkan, populasi kendaraan di wilayah itu mencapai sedikitnya 13,5 juta kendaraan.
Saat diminta sharing, saya menyinggung pentingnya pemerintah segera mewuujudkan transportasi publik yang aman, nyaman, selamat, tepat waktu, dan terjangkau. Selain bisa mereduksi potensi maraknya kecelakaan kendaraan pribadi, juga bisa membuka perpindahan dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.

14 Distrik

Kebiasaan saling memberi tebengan tentu bisa memberi udara segar bagi penghuni kota. “Saat ini, kami punya 14 distrik di Jakarta dan sekitarnya,” kata Andreas, pendiri Nebengers, saat berbincang dengan saya, Minggu.

Di luar Jakarta, seingat saya ada juga di Bandung, Surabaya, dan Jogjakarta. Walau, kondisi di kota-kota tersebut tak seaktif di Jakarta.

Dia bercerita, pada kesempatan kali ini juga diluncurkan generasi dua fitur yang terdapat dalam mobile apps nebengers. Fitur itu mencakup membership, reputation capital, dan map based community. “Basis komunikasi kami ditopang oleh dunia internet,” katanya.

Menurut Andreas, komunitas ini tempat berkumpulnya pencari dan pemberi tebengan. Selain itu, orang yang mau berbagi ruang di taksi dan cari tebengan naik kendaraan umum. “Terkait jumlah anggota, saat ini, ada sekitar 4 ribuan,” ujarnya.

Menurut Putri, aplikasi yang dibuat untuk menghubungkan pemberi dan pencari tebengan. Dalam radius satu kilometer bisa diketahui soal siapa yang mau nebeng dan siapa yang memberi tebengan. “Fitur Nebengers 2.0 dilengkapi dengan peta, rute, dan GPS.
Selain itu, bisa chat dan posting foto. Untuk tahap awal hanya tersedia untuk sistem android,” katanya.

Soal ‘Nebeng Mudik’, kata Putri, tahun ini baru tahap awal. Tahun depan diharapkan bisa lebih banyak lagi yang bisa saling berbagi tempat saat mudik.

Ngomong-ngomong, selain berbagi ruang di kendaraan pribadi, ada cerita seru juga ternyata. Mereka yang saling beri tebengan ternyata kian akrab. “Malah ada yang jadian,” kata Arief. (edo rusyanto)

fokus berkendara, tanpa berponsel sambil berkendara

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: