Lanjut ke konten

Darurat Anak-anak di Jalan Raya

22 Juli 2013
rps20121112 022310

rps20121112 022310

SEPULANG kerja, kerap saya menjumpai anak-anak di perempatan jalan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Anak-anak yang saya taksir berusia di bawah delapan tahun itu, mengemis pada para pengendara kendaraan bermotor.

Sebagian dari mereka ada yang bercengkerama dengan malam. Bercanda dengan sesama di tengah kepungan debu dan asap knalpot kendaraan bermotor. Tawa canda anak-anak yang lepas tak terbebani penatnya kehidupan. Namanya juga anak-anak.

Jutaan anak-anak di bawah umur, yakni usia di bawah 17 tahun, ada di Indonesia pada saat ini. Mereka lahir dan hidup dari beragam strata ekonomi dan sosial. Barisan mereka yang kurang beruntung tumpah ke jalan raya. Mengamen, mengemis, bahkan bertindak ke arah kriminal. Siapa yang mesti bertanggung jawab?

Ada potret lain soal anak-anak di bawah yang tumpah ruah ke jalan raya, yakni mereka para pengguna kendaraan bermotor. Tak semata sebagai penumpang roda dua dan roda empat, mereka juga ada yang menjadi pengendara. Mengkhawatirkan.

Pada 2012, khusus di kawasan Polda Metro Jaya, anak-anak di bawah usia 16 tahun yang menjadi pelaku kecelakaan lalu lintas jalan melonjak drastis. Bila pada 2011 baru 40 kasus, tahun lalu menjadi 104 kasus. Artinya, melonjak 160%. Memprihatinkan.

Sebagai pelaku kecelakaan bisa dimaknai bahwa mereka adalah para pengendara kendaraan bermotor. Artinya, mereka bisa melenggang berkendara di jalan raya tanpa intervensi berarti dari lingkungan sekitar. Peran para orang tua membendung anak-anaknya bersepeda motor di jalan raya patut dipertanyakan.

Dari enam kelompok usia pelaku kecelakaan, rentang di bawah 16 tahun mencatat lonjakan tertinggi. Kelompok lainnya, hanya rentang 22-30 tahun yang naik 8,53%. Selebihnya mencatat penurunan berkisar 2-6%.

Kelompok usia 31-40 tahun mencatat penurunan paling tajam, yakni 5,74%. Berbanding terbalik dengan kelompok anak-anak di bawah umur. Apakah semakin matang usia semakin lebih hati-hati ketika berkendara?

Dari sisi kontribusi, anak-anak di bawah umur, menyumbang 1,72% terhadap total pelaku kecelakaan. Tahun 2012, tercatat 6.064 pengendara yang menjadi pelaku kecelakaan. Sedangkan, rentang 22-30 tahun, menjadi penyumbang terbesar, yakni 33,13%.

Di sisi lain, anak-anak sebagai korban kecelakaan anjlok 27,98%. Khususnya, untuk rentang usia 1-10 tahun. Mirip dengan diposisi sebagai pelaku, anak-anak yang menjadi korban kecelakaan hanya menyumbang 4,04%. Angka itu merupakan yang terendah dari enam kelompok usia korban.

Oh ya, pada 2012, jumlah korban kecelakaan lalu lintas jalan di wilayah Polda Metro Jaya tercatat sebanyak 10.003 orang. Jumlah tersebut turun tipis, yakni 2,06% dibandingkan tahun 2011. Korban kecelakaan tersebut mencakup korban meninggal dunia, luka berat, dan luka ringan.

Anaki-anak adalah masa depan bangsa. Generasi yang sehat dan kuat menjadi fondasi kebesaran negara. Selamat Hari Anak Nasional. (edo rusyanto)

6 Komentar leave one →
  1. 22 Juli 2013 08:44

    Anak kesekolah bawa kendaraan sendiri = berbahaya,
    Anak kesekolah dianterin pake mobil = dihujat biang macet

    bingunggg ^_^, tp gw sih pilih nomor 2 😀

  2. 22 Juli 2013 13:41

    Anak sy termasuk juga nih, pergi pulang sekolah diantar pake motor. Walau sdh make helm dan jaket tentu jangan sampe kejadian yg tdk diharapkan, semoga aman selalu..
    https://tanurblog.wordpress.com/2013/07/21/calon-lcgc-chevrolet-mpv-spin/

  3. endifkuns permalink
    22 Juli 2013 21:44

    Nonton mbah Edo di metrotv

  4. bladerhood permalink
    22 Juli 2013 21:59

    Mantab kang edo..,
    Lg live di metro

  5. 22 Juli 2013 22:12

    Eyang ada di metrotv hari ini saya lagi lihat

  6. 23 Juli 2013 06:55

    ada lagi yg lebih ‘serem’, seorang ibu membawa bayinya berkendara (gendongan khusus bayi) motor di posisi depan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: