Lanjut ke konten

Mudik=Pulang Kampung, Bukan Masuk Rumah Sakit

20 Juli 2013

Banyak pihak sibuk saat menjelang arus mudik dan balik Lebaran. Para pemangku kepentingan (stake holder) berbenah, bahkan ‘bersatu’ bahu membahu demi menjamin kenyamanan dan keselamatan bertransportasi, termasuk di angkutan jalan.

Catatan pemerintah memperlihatkan, pada 2012, korban tewas akibat kecelakaan di jalan rata-rata tiap hari 50-an jiwa. Ironisnya, keterlibatan sepeda motor dalam kecelakaan tersebut sekitar 70% dari total kendaraan yang terlibat kecelakaan.

Faktor pengemudi memegang andil besar atas nasib para pengendara saat berlalu lintas jalan. Khusus bagi para pesepeda motor, kondisi letih, dehidrasi, dan mengangkut beban berlebih bisa memicu kecelakaan lalu lintas jalan. “Karena itu, Road Safety Association menyerukan agar kewaspadaan dan konsentrasi saat berkendara jangan pernah terganggu. Jangan menggadaikan keselamatan saat berkendara,” ujar Edo Rusyanto, ketua umum RSA Indonesia, di sela aksi damai RSA di Jakarta, Jumat (19/7/2013) sore.

Aksi damai bertajuk ‘Mudik=Pulang Kampung, Bukan Masuk Rumah Sakit’ itu, RSA menurunkan puluhan relawan. Mereka mengajak para pengguna jalan agar memiliki manajemen perjalanan mudik yang aman dan selamat. “Para relawan membentangkan spanduk dan membagikan flyer berisi pesan keselamatan di jalan,” kata Edo.

Selain itu, tambah Lucky Subiakto, sekjen RSA, usai aksi damai, para relawan berkumpul untuk sharing road safety di Masjid Al Munawar, Perdatam, Pancoran, Jakarta Selatan. Dalam ajang berbagi yang diselingi buka puasa bersama, jelas Lucky, para relawan bertukar pikiran agar bisa saling menjaga keselamatan saat arus mudik dan balik Lebaran.

Pergerakan kendaraan pribadi dan sepeda motor dalam arus mudik kali ini ditaksir bakal meningkat. Untuk mobil pribadi diprediksi naik 6,17 % menjadi sekitar 1,75 juta mobil. Sedangkan sepeda motor diperkirakan sekitar 3,02 juta kendaraan atau naikk sekitar 8,15% dibandingkan tahun 2012.

RSA adalah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang didirikan di Jakarta, pada 2009. LSM ini bergerak di bidang pemberdayaan publik agar lebih aman, nyaman, dan selamat saat berlalu lintas jalan. Pada 2013, RSA bersama puluhan LSM sejenis membentuk aliansi LSM global dari 80 negara di Turki. Kini, relawan RSA tersebar di berbagai kota di Indonesia. (edo rusyanto)

fokus berkendara, tanpa berponsel sambil berkendara

4 Komentar leave one →
  1. 20 Juli 2013 09:55

    Betul, mudik tetap harus memperhatikan faktor safety.!!
    https://tanurblog.wordpress.com/2013/07/19/duke-390-di-kelas-harganya-ada-er6n-mana-yang-dipilih/

  2. embuh ra weruh n sak karepmu permalink
    20 Juli 2013 11:29

    mantaaappp …. semoga pulang kampung dgn selamat amiinnn

  3. 21 Juli 2013 04:43

    Reblogged this on Suetoclub's Blog.

  4. 27 Juli 2013 21:57

    iya nih..pengennya nyampe rumah selamet..ketemu sama ortu,silaturahim dengan sanak famili

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: