Lanjut ke konten

Waspada Kelebihan Muatan

28 Juni 2013

beban berlebih motor jakarta

SUATU siang di Jakarta yang terik. Suhu panas merayap hingga ke balik jaket. Soal peluh, jangan ditanya. Asal belum sampai dehidrasi, suasana hirup pikuk di jalan raya masih bisa dinikmati.

Lalu lalang kendaraan di Jakarta nyaris tak pernah reda. Kota berpenduduk sekitar 9,5 juta jiwa itu, bak magnet raksasa. Menyedot banyak perhatian penduduk di sekitar kota berumur 486 tahun itu.

Setiap hari, sekitar satu juta warga kota satelit Jakarta berduyun-duyun menyerbu kota. Mulai dari yang sekadar beranjangsana sosial, mengais rezeki, hingga kunjungan politik.

Mereka berdatangan dari Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Bahkan, mungkin kota-kota lain atau dari negara lain. Maklum, Jakarta adalah urat nadi perekonomian Indonesia. Ada gula ada semut.

Para penglaju mayoritas memanfaatkan kendaraan bermotor saat memasuki Jakarta. Mulai dari roda dua hingga roda empat super mewah. Tentu, sebagian memanfaatkan angkutan umum.

Diantara beragam kendaraan bermotor tersebut, terselip sebuah sepeda motor dengan beban yang cukup besar. Beberapa karung menumpuk di jok bagian belakang sepeda motor. Sepintas, mengangkut barang untuk kepentingan usaha.

Pemandangan seperti itu sesungguhnya lazim di kota-kota besar. Pemanfaatan sepeda motor sebagai alat angkut untuk berusaha amat lumrah. Maklum, mobilitas sepeda motor bisa lebih luwes dibandingkan si roda empat. Walau, risiko yang dipikul akibat mengangkut beban yang berlebih bisa lebih tinggi. Berisiko memicu kecelakaan lalu lintas jalan.

Di Indonesia, seperti lansir Korlantas Polri, kelebihan muatan menjadi salah satu pemicu kecelakaan di faktor kendaraan. Dari total kecelakaan yang dipicu faktor kendaraan, kelebihan muatan menyumbang sekitar 2,18%. Angka itu setara dengan rata-rata satu kasus kecelakaan lalu lintas jalan per hari.

Sekalipun data tersebut menyebutkan bahwa kecelakaan kelebihan muatan pada angkutan umum, bukan berarti kendaraan pribadi yang kelebihan penumpang atau barang tidak berisiko. Bukan musatahil, beban yang berlebih bisa membuat kendaraan tidak seimbang. Termasuk, penumpang atau barang yang berlebih ketika kita bersepeda motor. Bisa jadi, kondisi itu mengganggu konsentrasi dan keseimbangan sang pengendara sehingga kesulitan mengantisipasi situasi yang kritis. Misal, menghadapi pergerakan tiba-tiba dari obyek bergerak lain di depan kita. (edo rusyanto)

4 Komentar leave one →
  1. 28 Juni 2013 01:40

    foto unik,kapan-kapan dibuatin artikel foto-foto unik di jalanan donk?
    http://masshar2000.wordpress.com

  2. 28 Juni 2013 17:35

    jangan lait karung yang banyak , Tetapi coba angkat beratnya .. ITUMAH KARUNG ISI JANGKRIK beratnya gak seberapa , pantes aja muatanya banyak kwkwkkw

  3. boma permalink
    29 Juni 2013 02:08

    tapi itu sudah mengganggu pengendara lain di belakang nya,…
    harusnya di tindak tegas..

Trackbacks

  1. Waspada Kelebihan Muatan - Usum News

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: