Lanjut ke konten

Inpres Menyoroti Pembatasan Kecepatan Kendaraan (Bag 3)

27 Juni 2013
rps20130305 003023

rps20130305 003023

KITA sudah lihat isi  Intruksi Presiden (Inpres) soal keselamatan jalan terkait dua pilar dalam dua tulisan sebelumnya. Untuk menyegarkan ingatan kita, pada tulisan pertama, kita sudah teropong aspek ‘manajemen keselamatan jalan.’ Sedangkan pada tulisan kedua mengulik aspek ‘jalan yang berkeselamatan.’

Nah dalam tulisan ketiga ini kita mengintip aspek ‘kendaraan yang berkeselamatan.’ Inpres No 4 tahun 2013 tertanggal 11 April 2013 tentang ‘Program Keselamatan Jalan Presiden Republik Indonesia’, menegaskan bahwa aspek kendaraan punya andil bagi keselamatan para pengguna jalan.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Inpres itu, meminta kementerian perhubungan (kemenhhub) lebih serius. Khusus pada pilar ketiga, yakni ‘Kendaraan yang Berkeselamatan’, kemenhub mesti fokus pada beberapa aspek. Ya, karena kemenhub bertanggung jawab atas pilar ketiga itu.

Pertama, penyelenggaraan dan Perbaikan Prosedur Uji Berkala dan Uji Tipe. Kedua, Pembatasan Kecepatan pada Kendaraan. Ketiga, Penanganan Muatan Lebih (Overloading). Keempat, Penghapusan Kendaraan (Scrapping) dan kelima, Penetapan Standar Keselamatan Kendaraan Angkutan Umum.

Dengan begitu, kemenhub bertanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap kendaraan yang digunakan di jalan telah memenuhi standar keselamatan. Kita tahu, kendaraan merupakan pemicu kecelakaan ketiga terbesar. Pada 2011, menurut data Korps Lalu Lintas Mabes Polri, faktor pertama dan kedua adalah manusia dan jalan.

Kontribusi faktor kendaraan mencapai sekitar 14,05%. Angka itu setara dengan 17.800-an kasus alias 49 kasus per hari.

4Pada 2011, setiap hari ada sekitar 300 kasus kecelakaan yang menyebabkan 89 orang tewas & 398 orang luka-luka.

Beberapa aspek kendaraan yang memicu kecelakaan di antaranya adalah faktor rem dan kelebihan beban. Ternyata, aspek rem kendaraan yang tak bagus menyumbang paling besar terhadap faktor kendaraan. Aspek rem mencapai 59,03%.

Ada 10.500-an kasus kecelakaan yang dipicu oleh buruknya kondisi rem. Artinya tiap hari ada 29 kasus gara-gara rem.

Aspek kedua terbesar adalah masalah kemudi, yakni 13,22%. Aspek ini banyak ditemui dalam kasus kecelakaan roda empat. Aspek yang cukup menonjol juga adalah lampu. Masalah lampu menyumbang sekitar 6,49%. Sedangkan aspek kaca spion menempati posisi keempat, yakni 4,13%.

Nah, aspek kelima terbesar adalah soal muatan, yaitu 2,18%. Kelebihan muatan di angkutan umum menjadi faktor membahayakan.

Balik lagi soal Inpres No 4/2013. Dalam inpres itu dinyatakan ada beberapa  instansi yang terkait implementasi Pilar ketiga. Mereka adalah Kemenperin, Polri, Kementerian PU, dan Kemenristek. Selain itu, Kemenkoinfo, Kementerian PPN/Kepala Bappenas, Pemprov, dan Pemkab/Pemkot. (edo rusyanto)

5 Komentar leave one →
  1. 27 Juni 2013 14:37

    wah dah dibuka komennya 😀

  2. kurniawan permalink
    28 Juni 2013 02:33

    Mungkin krn komen saya yg tidak berkenan dihati Beliau dan komen saya tsb jg tidak memihak makanya komen2 banyak yg ditutup. Hal spt ini sama saja dgn pola pikir yg 1 arah 1 sisi dan tidak bisa berpikir dr 2 sisi serta tidak pernah mau disalahkan 🙂

    • 28 Juni 2013 16:01

      makasih atensi dan masukannya mas. mari berbagi untuk hidup lebih baik, salah satunya lewat jalan raya yang humanis. salam.

      • kurniawan permalink
        29 Juni 2013 00:04

        Sama2 Pak tp bgm caranya agar bisa humanis dijalan raya apabila kelakuan para bikers sebagian besar egois, tdk bisa tertib rapi dan sopan spt drivers.
        Mari kita berpikir dr 2 sisi bukan hanya dr sisi bikers.

  3. 28 Juni 2013 19:50

    Mampir Sini gan
    Beri Penilaian kritik pun gpp gan
    http://www.lintasmotor.com/2013/05/gambar-modifikasi-new-vixion.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: