Lanjut ke konten

Astra, Penjualan Kendaraan, dan Kenaikan BBM

23 Juni 2013

motor busway 1

KELOMPOK usaha Astra masih merajai pasar kendaraan bermotor di Indonesia. Coba deh longok penjualan sepanjang Januari-Mei 2013. Di di segmen mobil, Astra menguasai sekitar 53,8%, sedangkan di segmen sepeda motor, Astra menguasai lebih besar lagi, yakni sekitar 60,6%.

Oh ya, kalau dari segi volume, mobil Astra Group menggerojok pasar hingga 268.072 unit, sedangkan sepeda motor sekitar 1,97 juta unit. Artinya, tiap hari Astra mampu menjual sekitar 1.775 mobil dan 13.074 sepeda motor.

Berapa kalau tiap jam? Tinggal dibagi 24 aja, hasilnya, di pasar mobil Astra mengguyur hampir 74 mobil. Lalu, di pasar sepeda motor, Astra melalui PT Astra Honda Motor (AHM) menggerojok pasar sekitar 545 sepeda motor per jam. Dahsyat yah?

Untuk di segmem mobil, Kelompok Astra merangsek lewat beberapa perusahaan. Kontributor utama adalah PT Toyota Astra Motor (TAM) yang memasok sekitar 67,2% atau sekitar 180 ribuan unit per akhir Mei 2013.

Pemasok kedua terbesar adalah PT Astra Daihatsu Motor (ADM), yakni sekitar 73 ribuan unit (27,44%). Selebihnya disumbang oleh Isuzu sekitar 13 ribuan unit (5%) dan UD Trucks sekitar 115 unit (0,04%).

Di pasar mobil, kompetitor utama Astra adalah Mitsubishi dan Suzuki. Sepanjang lima bulan pertama 2013, Mitsubishi mampu melego sekitar 64 ribuan mobil. Artinya, saat itu Mitsubishi mengantongi pangsa pasar sekitar 12,9%, sedangkan Suzuki sekitar unit (12,02%).

Dampak Kenaikan BBM

Nah, bagaimana daya tahan kelompok Astra saat harga jual bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dinaikkan?

Kalau melihat rekam jejak sih, Astra tergolong tangguh. Coba longok saat harga BBM premium dinaikkan 148,61% pada 2005, penjualan sepeda motor Astra 11,36% dari sekitar 2,64 juta unit menjadi 2,34 juta unit pada 2006.

Dampak penurunan Astra itu menyeret penurunan pasar sepeda motor hingga sekitar 12% dari 5,08 juta unit tahun 2005, menjadi 4,47 juta unit pada 2006.

Tahun 2005, BBM premium dinaikkan dua kali, yakni pada 1 Mei 2005 dari Rp 1.810 per liter menjadi Rp 2.400 per liter. Lalu, pada 1 Oktober 2005, naik dari Rp 2.400 menjadi Rp 4.500 per liter.

Pemerintah yang berkuasa juga menaikkan harga BBM premium pada 24 Mei 2008. Saat itu, harga BBM premium naik dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.000 per liter. Dampaknya, penjualan sepeda motor Astra turun sekitar 5,92% dari 2,87 juta unit pada 2008 menjadi sekitar 2,7 juta unit pada 2009. Tapi, setahun kemudian, yakni pada 2010, penjualan kelompok Astra langsung melejit 26% menjadi sekitar 3,41 juta unit.

Bagaimana di segmen mobil? Ini dia. Penjualan mobil kelompok Astra pada 2009 merosot 11,62%, yakni dari sekitar 317 ribuan unit, menjadi sekitar 281 ribuan unit.

Sekalipun turun volume penjualannya, penguasaan pangsa pasar mobil Astra justeru melonjak, yakni dari sekitar 52% menjadi sekitar 58% pada 2009. Artinya? Para kompetitor Astra lebih dalam penurunannya. Sebagai contoh, Mitsubishi harus menelan pil pahit dengan mencatat anjloknya penjualan hingga sekitar 29,46%. Tahun 2008, Mitsubishi masih mampu melego sekitar 87 ribuan unit, namun tahun 2009 sebesar 61 ribuan unit. (edo rusyanto)

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: