Lanjut ke konten

Catatan dari Ciganjur

28 Mei 2013

mrc registrasi pilketum

LANGIT mendung membuat suasana sedikit teduh. Semula, terik memanggang cuaca Jakarta. Keringat mengucur. Tapi, anak-anak muda dari berbagai kota di Indonesia tampak enjoy berkumpul. Serius tapi santai.

Setelah mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya, puluhan anggota Minerva Riders Community (MRC) kembali duduk rapih di kursi kayu berwarna oranye. Kursi yang tersedia di Warung Tenda Ciganjur (WTC) Jakarta Selatan (Jaksel) menjadi saksi sejarah baru. Penetapan ketua umum komunitas pengguna sepeda motor Minerva.

Sejak berdiri tahun 2008 di Jakarta, komunitas ini menerapkan sistem pemilihan langsung dalam memilih ketua umum. Setiap anggota yang memiliki Nomor Registrasi Anggota (NRA) berhak dipilih dan memilih.

Dua ketua umum sebelumnya, yakni periode 2009-2011 dan 2011-2013, sukses memakai sistem tersebut. Bahkan, calon ketumnya lebih dari dua orang.

Kondisi tersebut berbanding terbalik untuk periode 2013-2015. Hanya ada satu calon ketum. Praktis ajang pemilihan ketum menjadi sebatas penetapan. Kehilangan greget.

mrc pilketum peserta

Persiapan pilketum kali ini tak lebih dari dua bulan sejak panitia pelaksana (panpel) pilketum terbentuk. Bahkan, proses penjaringan bakal calon (balon) ketum tak lebih dari sebulan. Kali ini, balon ketum mesti diusulkan minimal oleh empat region yang ada di MRC. Maklum, kini ada 37 region, sedangkan pada pilketum 2011 masih 16 region.

Sepekan sebelum pemungutan suara, muncul dua kandidat ketum. Pertama, bro Andhika dari Region Surabaya dan kedua, bro Uday dari Region Sukabumi. Namun, jelang hari pemungutan suara, bro Uday mengundurkan diri karena pada Minggu, 26 Mei 2013, tidak bisa hadir karena ada pelatihan di kantor tempatnya bekerja.

mrc panpel pilketum dan andhika

Setelah melalui paparan dari bro Andhika dan tanya jawab dengan warga MRC yang hadir siang itu, penetapan Ketum 2013-2015 dilakukan dengan simbolis penyematan pin. Bro Andhika mengaku siap membawa MRC lebih transparan dan berkibar. “Saya siap menjaga nama baik MRC dan menjaga harmonisasi, komunikasi serta membantu uang duka bagi anggota yang meninggal saat touring sebesar Rp 1 juta,” kata dia.


Pelatihan Safety Riding

Puluhan anggota MRC yang hadir siang hingga petang itu, menutup acara Pilketum MRC 2013-2015 dengan foto bersama. Mereka berdatangan dari berbagai region seperti dari Jakarta, Depok, Bogor, Tangsel, Bandung, Sukabumi, Surabaya, Serang, Bali, dan Bekasi. Tak ketinggalan Panpel Pilketum yang terdiri atas saya, bro Iyan (MRC Depok), bro Rei (MRC Sukabumi), bro Tommy (MRC Region Jakarta), ikut berfoto bersama ketua umum.

Di sela itu semua, bro Tommy, ketua Region Jakarta berbincang dengan saya soal niat Region tersebut menggelar pelatihan safety riding. Mereka ingin membekali anggota Region Jakarta dengan keterampilan dan pemahaman safety riding yang benar. Tentu saja agar dalam keseharian dan menggelar kegiatan touring bisa lebih aman dan selamat.

“Kalau bisa kita ajak region lain juga untuk ikut pelatihan Pak Edo,” ujar bro Tommy.

mrc pilketum foto bareng

Hal itu diamini oleh bro Dhaniey. Selaku tim service officer di Region Jakarta, ide menggelar pelatihan safety riding mutlak untuk diwujudkan. Bahkan, bro Andrew, salah satu anggota Region Jakarta, mengaku pentingnya penguasaan berkendara yang aman dan selamat.

Bagi saya, niat teman-teman MRC, khususnya Region Jakarta, merupakan langkah penting. Sebuah keinginan yang mesti direspons dengan hangat. Ide tersebut langsung saya timpali serius. Semoga bisa terwujud. (edo rusyanto)

5 Komentar
  1. kurniawan permalink
    29 Mei 2013 00:05

    Saya rasa para bikers bukan harus belajar ttg keterampilan dan pemahaman safety riding tp bgm caranya supaya bikers bisa mengendarai motor yang benar, spt misalkan bisa tertib rapi dan sopan dan tidak egois serta arogan, minimal bikers bisa berkaca dgn drivers agar bisa tertib rapi dan sopan.
    Masa sbg org berpendidikan punya motor dan punya komunitas/club tp didalamnya tdk bisa profesional dlm berkendara…?? Sopir angkot, bus dan truck aja masih bisa tp knp bikers gak ada yg bisa spt itu?? Apa itu tidak diajarin di komunitas/club?? Saya sangat yakin itu semua tdk diajarin di dlm komunitas/club agar motor mau tertib rapi dan sopan spt drivers. Yg diajarin di dlm komunitas/club adalah bgm caranya utk meminta jalan, membuka jalan, menyuruh2 kendaraan lain di dpn disuruh2 minggir krn rombongan/konvoi komunitas/club mau lewat. Padahal yg lewat itu cuma urusan touring/senang2 tp menyuruh kendaraan lain utk minggir, itu sama hal nya dgn AROGAN dan EGOIS. Klo udah spt ini udah pasti 100% bikers atau komunitas/club gak mau disalahin, SUBHANALLAH…..

  2. Ilham permalink
    30 Mei 2013 10:30

    Setuju dengan Bro Kurniawan kalo kelakuan Bikers harus diperbaiki terutama yg gak respect kpd pengguna jaln lainnya spt pejalan kaki. Pernah om saya lagi nyebrang jalan tiba2 ada motor sport mau nabrak dia, langsung saja om sy menonjok helmnya keras-keras sambil memarahi bikers itu dan bikers itu kabur tunggang langgang takut dihajar massa yg mendukung om saya, sekian.

  3. kurniawan permalink
    30 Mei 2013 23:15

    Parah bgt tuh bikers kaya gt bro ilham, ane yakin mana ada bikers or komunitas/club yg bisa ngajarin bikers spy tertib rapi dan sopan spt drivers. Yg jelas komunitas/club pasti belagu dijalan klo lg pergi ramai2. Mau gak mau kita skr main Hukum Rimba aja bro dgn bikers or komunitas/club klo dijalan belagu2 tp ane pribadi mending tabrak aja bro biar KAPOK.
    Yg paling ane heran sbg Ketua RSA tp sama sekali gak bisa ngajarin bikers spy OTAK dan MENTAL Bikers spt Drivers, klo spt ini sama aja spt katak dlm tempurung (sambil geleng2 kepala)

  4. Earsun permalink
    5 Juni 2013 13:41

    Thanks om Edo buat updatenya, sayang saya ga’ bisa join kemarin

Trackbacks

  1. Catatan dari Ciganjur | Ucupr

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: