Lanjut ke konten

Motor Kerupuk Kita

22 Mei 2013

motor krupuk

SEPEDA motor masih menjadi alternatif transportasi. Bahkan, si kuda besi itu juga tak jarang dimanfaatkan untuk mengangkut barang. Seperti yang saya temui baru-baru ini dan beberapa waktu lalu. Si roda dua dimanfaatkan untuk mengangkut kerupuk.

Banyak di antara kita yang tahu bahwa kerupuk adalah penganan yang cukup digemari. Rasanya gurih. Bisa untuk kudapan, atau menemani santapan hidangan nasi atau bakso kuah.

Sebagian dari pedagang kerupuk memanfaatkan sepeda motor untuk mengangkut barang dagangannya. Di Jakarta, biasanya dimanfaatkan untuk mengirim kerupuk ke pedagang eceran. Misalnya, ke warung-warung kecil untuk akhirnya sang kerupuk menemui konsumen.

Tapi, ngomong-ngomong, bagaimana sang pengendara sepeda motor melihat kendaraan lain dari arah belakang yah? (edo rusyanto)

motor kerupuk jakarta

9 Komentar leave one →
  1. 22 Mei 2013 15:52

    somay, mainan anak2, danl lain2 😦

  2. 22 Mei 2013 16:33

    motor krupuk, mobil krupuk… saya suka makan krupuk… hehehehe 😀

    http://unrevealerror.wordpress.com/2013/05/21/ekspedisi-matahati-ekspedisi-motor-melintasi-indonesia/

  3. 22 Mei 2013 16:59

    spion e ga ketok.. 😀 wekekekee

  4. 22 Mei 2013 19:17

    volume maxi tapi bobot mini, ini yang menyebabkan pedagang krupuk model ini masih mampu zig-zag di jalan

    http://motogokil.wordpress.com/2013/05/20/ayo-ngaji-bro-wudlu-menentukan-nasib-kita-di-akhirat/

  5. 22 Mei 2013 21:22

    cara lihat belakang pake feeling :mrgreen:

  6. 25 Mei 2013 15:38

    wah… kena angin iso oleng tuh eyang.

  7. 19 April 2019 20:07

    thanks infonya 🙂

  8. 9 Mei 2019 20:33

    ceritanya sangat menarik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: