Lanjut ke konten

Kompas TV Juga Bahas Pejalan Kaki

8 Mei 2013

MATAHARI belum nongol. Perjalanan Cibubur, Jakarta Timur ke Palmerah, Jakarta Barat relatif lancar. Di sejumlah titik, ada ketersendatan, seperti di Pasar Kramat Jati dan Pasar Palmerah. Para urban mulai masuk tengah kota, naik sepeda motor dan angkutan kota. Si kuda besi setia menemani hingga gedung studio Kompas TV, Palmerah.

Jarum jam baru menunjukan pukul 05.22 WIB, Rabu (8/5/2013). Gedung berwarna putih berlantai lima itu relatif sepi. Saya ditemui Rony, staf siaran stasiun televisi milik kelompok Kompas Group itu. "Nanti kita bahas soal pengalaman kampanye bagi keselamatan pejalan kaki dan apa harapan Road Safety Association," ujar Rony, saat briefieng jelang siaran puku 06.00 WIB.

Tak berapa lama, hadir Nisya Amalia, perempuan muda yang dikenal lewat video trotoar dan pemotor yang ditayangkan di jejaring sosial youtube tahun 2009.

"Akhirnya bisa bertemu mas Edo juga, saya ingin gabung juga di acara 12 Mei 2013," sergah pekerja swasta yang tinggal di Ciputat itu, saat bertemu saya di ruang studio siaran.

Ya. Kami berdua menjadi narasumber dalam talkshow ‘Kompas Pagi’ yang mengangkat tema ‘Masih Amankah Trotoar Kita’. Perbincangan mengalir. Talkshow dipandu host Teuku dan Indah. Berbagai pertanyaan mengalir dari mereka berdua untuk menghidupkan diskusi. Misalnya saja, "Apakah tidak ada sanksi bagi pelanggaran melintas di trotoar?" Tanya Indah.

Soal pelanggaran marka dan rambu jalan seperti zebra cross dan garis setop, kita semua tahu, ada sanksinya di dalam Undang Undang (UU) No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Ada denda maksimal Rp 500 ribu atau penjara maksimal dua bulan. Bagaimana implementasinya? Lihat saja di lapangan. Pelanggaran zebra cross dan garis setop, termasuk penjarahan trotoar jalan. Para pedestrian pun terpinggirkan.

Menurut Nisya, saat ini, para pedestrian di Jakarta harus super waspada. Dia pernah harus berhadapan dengan para penjarah trotoar yang justeru memaki dirinya. "Ada yang bilang saya orang ‘gila’," kata dia. Dia berharap para pengguna jalan bisa lebih saling menghargai. Menempatkan diri sesuai porsinya. Pejalan kaki selaku non vehicle motorist (NVM) tentu lebih rentan dibandingkan pengguna kendaraan bermotor. Karena itu, pedestrian juga mesti lebih hati-hati, termasuk menyeberang di tempatnya.

Kita tahu, rata-rata tiap hari sekitar 18 pejalan kaki tewas akibat kecelakaan lalu lintas jalan. Bahkan, di dunia, 700-an jiwa tiap hari. Sekira pukul 06.30 WIB talkshow usai. Kami berharap penyebaran informasi dan ajakan mau berbagi jalan, termasuk dengan pejalan kaki, bisa dapat lebih luas lagi. Mendapat respons positif dari publik. Seperti dalam kampanye Selasa (7/5/2013) malam di foodcourt kawasan Pasar Festival, Jakarta Selatan. Para pengunjung banyak bertanya tentang aksi konkret bagi keselamatan pejalan kaki. (edo rusyanto)

Foto-foto: edo dan ibrahim

3 Komentar leave one →
  1. 8 Mei 2013 20:00

    mbah edo… nuwun sewu, sedikit oot tapi sepertinya masih rada nyambung dikit. pernah lewat perempatan2 lampu merah jalan2 utama di kota bekasi? (contohnya di perempatan MM) ada zona berhenti khusus untuk motor. kira2 empat sampai lima baris motor panjangnya. baru setelah itu garis putih untuk berhenti mobil. sepertinya cukup berhasil mbah, mungkin masih pilot project kali yah… ??

    • 9 Mei 2013 11:51

      setahu saya ada tiga kota yg menerapkan ruang henti khusus (RHK) sepeda motor; bandung, bogor, dan bekasi. namun, banyak juga yg mengabaikan. mobil menumpuk di RHK.

Trackbacks

  1. Televisi Juga Bahas Pejalan Kaki | Ucupr

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: