Lanjut ke konten

Pilih Angkutan Umum Ketimbang Kendaraan Pribadi

30 April 2013

survey penggunaan kendaraan di jakarta_Page_05

WAJAHNYA berbinar-binar. Pria muda itu tampak bugar dibalut busana formal. Kami duduk berhadap-hadapan di salah satu kafe di Jakarta Selatan, Selasa (30/4/2013) siang.
Perbincangan kami beraneka ragam. Lebih banyak seputar bagaimana membangun kemampuan kewirausahaan. “Kita harus bisa menjadi wirausahawan, tidak melulu menggantungkan diri sebagai pegawai,” ujar kolega saya yang menekuni sejumlah usaha kecil.

Dari beragam topik pembicaraan, terselip sebuah pernyataan yang cukup menggoda pikiran saya. “Sudah beberapa bulan saya menggunakan angkutan umum, naik taksi dan kereta,” kata dia.
Padahal, saya tahu persis, dia memiliki kendaraan pribadi berupa mobil dan sepeda motor. Mobil besutan Jepang jenis multi purpose vehicle (MPV) keluaran teranyar sempat wara-wiri menemani pria muda itu. Bahkan, sebelumnya dia menunggang sepeda motor untuk menerobos semrawutnya lalu lintas jalan Jakarta. Untuk mencari nafkah.

“Sekarang saya memakai mobil pribadi hanya pada hari tertentu, kebanyakan saat akhir pekan,” tambahnya.
Ya. Pemanfaatan angkutan umum menjadi solusi terhadap kepenatan memakai kendaraan pribadi. Di kota sebesar Jakarta yang memiliki populasi kendaraan sekitar 12 juta unit itu, kesadaran memakai angkutan umum perlu ditingkatkan. Tentu dengan penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Angkutan umum yang aman, nyaman, selamat, tepat waktu, dan terjangkau.

Tren penggunaan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor, belakangan ini menjadi alternatif bagi para penglaju di Jakarta da sekitarnya. Jika pada 2002 penggunaan sepeda motor baru sekitar 12,2% dari total perjalanan di Jakarta. Angka itu kemudian membubung pada 2010 menjadi 48,7%.

Ironisnya, penggunaan bus sebagai alat transportasi dari 38,3% menyusut menjadi 12,9%. Sedangkan penggunaan mobil pribadi dan mobil secara umum, termasuk taksi dan bajaj, meningkat dari 11,6% menjadi 13,5%.

Di Jakarta, setiap hari ada sekitar 24 juta perjalanan, sedangkan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sekitar 45 juta perjalanan. Oh ya, dari keseluruhan penggunaan sepeda motor, ternyata mayoritas adalah untuk bekerja.

“Saat banyak orang berwacana, saya konkretkan saja, mulai menggunakan angkutan umum untuk mobilitas,” kata kolega saya. Wah, saya belum bisa setiap hari memakai angkutan umum. Jadi malu. (edo rusyanto)

3 Komentar leave one →
  1. 30 April 2013 19:10

    sampai saat ini kayaaknya transportasi masal yang masih kayak gini keadaanya cenderung dihindari, eh, kereta ekonomi nambah ac naik 100 persen 😀 hehehe

  2. Penguin123 permalink
    1 Mei 2013 00:28

    Plus BBM jadi 2 harga..pilih mana?

  3. Achmad Sya'roni F permalink
    2 Mei 2013 03:42

    pr buat pemerintah, membuat angkutan massal menjadi pilihan terbaik (nyaman-murah-menjangkau hampir semua wilayah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: