Lanjut ke konten

Konsentrasi Harga Mati

22 April 2013

jalan dalam perbaikan

DUA kabar duka saya terima dalam beberapa hari terakhir. Keduanya kecelakaan sepeda motor. Satu korban tewas, satu korban luka-luka. Pemicunya, menghindari lubang dan kendaraan dari arah berlawanan.

Informasi yang saya peroleh menyebutkan, kecelakaan pertama terjadi karena pemotor hendak menghindari lubang di jalan. Lantaran gerakan tiba-tiba, pemotor oleng dan terjerembab. Pemboncengnya terjatuh ke kanan jalan dan brak! Dari arah berlawanan datang truk.

Sedangkan kecelakaan kedua terjadi ketika pemotor hendak menghindar dari mobil yang muncul dari arah berlawanan. Saat menghindar ke kiri jalan, motor mencium trotoar jalan. Motor oleh, pemotor jatuh dan menderita patah tulang.

Kita yakin, kecelakaan bisa terjadi kapan saja. Kemampuan kita adalah mengurangi peluang terjadinya kecelakaan. Atau, mengurangi fatalitas yang terjadi jika terpaksa terjebak dalam insiden di jalan. Ikhtiar.
Ikhtiar paling mendasar adalah dengan terus fokus saat berkendara. Terlebih saat menunggang si kuda besi. Lengah sesaat bisa fatal akibatnya. Konsentrasi mutlak. Menyetir adalah pekerjaan penuh waktu. Tak perlu disambi dengan aktifitas yang bisa menjadi boomerang, salah satunya, berponsel saat menyetir.

Hal-hal yang mengusik konsentrasi mesti dipangkas habis saat kita mengendarai sepeda motor. Mulai dari aktifitas seperti berponsel, melamun, hingga mengantuk. Minuman keras dan narkoba juga bisa menghapus konsentrasi saat berkendara.

Pada bagian lain, ikhtiar yang kita bisa lakukan adalah dengan senantiasa memakai helm pelindung kepala. Sejauh apa pun bersepeda motor, rasanya mutlak memakai pelindung yang satu itu. Maklum, kepala merupakan bagian tubuh yang amat rawan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa luka kepala dan cedera leher merupakan penyebab utama dari kecacatan dan kematian pemotor.

Di Eropa, cedera kepala berkontribusi sekitar75% terhadap kematian para pemotor. Sedangkan di negara-negara tertinggal dan berkembang, diperkirakan hingga 88%.
Saking pentingnya konsentrasi, negara mengaturnya dalam Undang Undang (UU) No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Pada pasal 106 ayat (1) UU tersebut digariskan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Dalam penjelasan 106 ayat (1) UU yang diteken Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 29 Juni 2009 itu dipaparkan bahwa yang dimaksud dengan ”penuh konsentrasi” adalah setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena sakit, lelah, mengantuk, menggunakan telepon atau menonton televisi atau video yang terpasang di kendaraan, atau meminum minuman yang mengandung alkohol atau obat-obatan sehingga memengaruhi kemampuan dalam mengemudikan kendaraan.

Lantas, apa sanksinya? Ini dia, seperti tertera dalam pasal 283 bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 750 ribu.

Banyak dari kita tak sudi terjebak dalam insiden di jalan raya. Cukup sudah penderitaan yang dipikul para pemotor. WHO melansir, tiap jam 32 pemotor tewas akibat kecelakaan lalu lintas jalan. Kita bisa mereduksi fatalitas, setidaknya lewat ikhtiar dengan tetap terus berkonsentrasi. (edo rusyanto)

4 Komentar leave one →
  1. 22 April 2013 11:33

    tetangga saya orang kelurahan, di sundul taxi dari belakang. meskipun tidak luka parah tapi muka nya habis terseret aspal. meskipun mengenakan helm tapi sayang tidak di kunci.

    untuk para biker, helm nya jangan lupa di kunci sehingga dapat meminimalisir kejadian yang tidak di inginkan.

    😦

  2. 22 April 2013 13:44

    kecelakaan pertama terjadi karena pemotor hendak menghindari lubang di jalan.
    ========================================================
    cc: Dinas terkait. SEGERA!!!

  3. Brodjo permalink
    22 April 2013 18:47

    Mengerikan yaaa. Jlanan di jakarta yang bolong di biarkan giliran yang mulus aja di aspal terus :S

  4. 24 April 2013 07:00

    Emang ni di Jakarta jalanan bolong makin banyak aja terutama pas sedang musim hujan. O ya selain itu penggunaan kelengkapan ketika berkendara juga penting loh seperti sarung tangan, jaket motor, sepatu dsb 🙂

    http://www.thedreamerblog.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: