Lanjut ke konten

Indonesia Harus Bertindak

21 April 2013

JAKARTA, 21 April 2013 – Kecelakaan lalu lintas jalan tak pernah mengenal gender, strata sosial, ekonomi, bahkan hukum dan politik. Siapapun bisa menjadi pelaku atau korban kecelakaan. Fakta memperlihatkan, kita kehilangan tiga jiwa tiap jam akibat kecelakaan di jalan.

"Saatnya Indonesia berani untuk bertindak, mencegah fatalitas kecelakaan, kalau kita mau, pasti bisa," tegas Edo Rusyanto, ketua umum Road Safety Association (RSA), saat sosialisasi keselamatan jalan di ajang Car Free Day (CFD), di Jakarta, Minggu (21/4/2013) pagi.

Masyarakat pengguna jalan bisa mereduksi potensi kecelakaan. Bahkan, lewat ikhtiar yang berkesinambungan, berpelung memperkecil fatalitas kecelakaan. Kita tahu, sepanjang 1992-2012, lebih dari 300 ribu jiwa tewas sia-sia di jalan raya.

Penularan kesadaran keselamatan jalan oleh elemen masyarakat melalui ajang-ajang informal. RSA Indonesia sebagai elemen masyarakat, blusukan ke sel-sel masyarakat melalui medium komunitas atau kelompok pengguna kendaraan sejak tahun 2007. "Kami punya ajang kopi darat keliling alias kopdarling yang rutin digelar tiap bulan," ujar Lucky Subiakto, sekjen RSA.

Salah satu medium yang dipergunakan adalah ajang Hari Bebas Kendaraan Bermotor (car free day) di Jakarta. Dalam ajang itu, sedari pagi, banyak didatangi warga Jakarta untuk berjalan kaki, bersepeda, dan berolahraga senam. "Hari Minggu pagi ini kami ingin mengajak masyarakat lebih aman dan selamat saat berkendara," kata Rio Octaviano, badan pengawas RSA Indonesia.

Menurut Edo, materi yang disampaikan ke publik adalah ajakan untuk mengaplikasikan Segi Tiga RSA. Komponen segi tiga itu mencakup ketaatan pada aturan (rules), perilaku (attitude) berkendara yang aman dan selamat, serta berketrampilan (skill) yang memadai dalam berkendara. "Ketiga unsur itu saling terkait, salah satu saja abai, berpotensi memicu kecelakaan di jalan," ujar Edo.

Selain di ajang CFD, Minggu siang, relawan RSA Indonesia juga mensosialisasikan keselamatan berkendara di Senayan, Jakarta. Ajang yang digelar salah satu media cetak dan mitranya itu, dimanfaatkan untuk mengajak lebih banyak lagi masyarakat yang peduli keselamatan jalan.

Indonesia harus memikul beban 13 kasus kecelakaan tiap jam. Bergelimpangannya para korban usia produktif, berpotensi menggerogoti kehidupan masyarakat dan merusak daya saing. Saatnya Indonesia bertindak. (*)

4 Komentar leave one →
  1. 22 April 2013 13:00

    Indonesia harus bertindak, kesadaran dari pengendara sendiri yang harus diperhatikan. banyak yang egois ketika sedang berada di jalanan…

  2. Brodjo permalink
    22 April 2013 18:46

    Setuju.. kalo lambann akan semakin banyak nyawa yang terbuang sia- sia ..

  3. 13 Mei 2013 20:26

    Setuju, kecelakaan menjadi angka tertinggi kematian di indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: