Lanjut ke konten

Salah Tingkah Nyeruduk MPV

12 April 2013
motor hualien garis setop

motor hualien garis setop

TERIK membara. Tiba-tiba terdengar suara ‘bruk!’ dari arah belakang saya. Kejadian persis di pertigaan Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (9/4/2013) siang.

Asal bunyi ternyata berasal dari benturan antara sepeda motor jenis bebek dengan mobil jenis low multi purpose vehicle (MPV). Sang pemotor sempat oleng, walau akhirnya bisa berhenti, tepat di belakang saya. Wajah pemotor tampak salah tingkah. Maklum, banyak pengguna jalan yang menatap sang pemotor yang saya taksir berusia sekitar tiga puluh tahunan.

Beberapa detik kemudian, sang pemobil keluar, turun dari mobil. Dia memeriksa bagian belakang mobil warna hitamnya. Pria yang saya perkirakan berusia sama dengan pemotor itu, tampak memeriksa bemper belakang kiri. Bemper itu copot. Raut wajah sang pemobil memancarkan kekecewaan. Tak ada sepatah kata pun yang keluar.

Sementara itu, sang penabrak juga tak sedikit pun melontarkaan permintaan maaf hingga sang pemobil kembali ke balik kemudi. Tidak ada percekcokan.
“Kirain mau belok langsung,” gumam sang penabrak yang memakai helm open face.

Ya. Inilah pangkal kronologis. Saat itu saya sedang melaju. Dari kejauhan saya lihat lampu pengatur berwarna kuning. Tampak mobil MPV itu memperlambat laju, saya tentu melakukan hal serupa. Hingga akhirnya, saat lampu berwarna merah, saya berhenti dan tiba-tiba dari arah belakang terdengar bunyai ‘brak!’.

Dugaan saya, sang pemotor tidak berkonsentrasi. Atau, nekat memaksakan diri untuk mengejar sebelum lampu berwarna merah. Apa daya, sang mobil berhenti dan akhirnya terjadilah insiden itu terjadi.

Ngomong-ngomong saya cukup takjub atas tindakan sang pemobil yang tidak tersulut emosinya. Dia hanya memeriksa kondisi bember bagian belakang mobil.

Oh ya, saat terjadi insiden, saya sempat mencicipi setang pemotor penabrak MPV. Setang menyenggol bagian kanan belakang badan saya. Saat menyenggol, laju motor sudah sangat lambat. Ada-ada saja. (edo rusyanto)

10 Komentar leave one →
  1. 12 April 2013 00:10

    Kalau saya pernah pas udah kuning menuju merah di klakson bus di belakang, alhasil daripada mati konyol ditabrak bus ya saya tancap gas aja melanggar lampu merah 1 detik

  2. pendi hermanto permalink
    12 April 2013 02:18

    Sama pak 😀 !dg yg saya alami di kalimalang, lampu kuning saya memperlambat laju, ehh yg bekang malah ngegas, sontak spakbor di cium mesra ama bapak2 yg boncengin anaknya tanpa helm..

    😀 ,apa susahnya sih,berhenti untuk sekian menit 🙂

  3. 12 April 2013 10:51

    budaya tertib lalin masih sulit buat dijalankan

  4. naranara permalink
    12 April 2013 12:15

    “Kisah Polisi Yg Menilang Sahabatnya”
    BACA & RESAPI
    (KKIISSAAHH NNYYAATTAA)

    Priiiiit………!!
    Prittttt….

    Tlg tnjukkan SIM nya!”Kata polantas”.Dgn wjah kesal sipengemudi brkata”maaf pak,sy tau slh mnerobos lampu merah,tp tlong pak jgn ditilang,sy buru2 krn anak sy ultah”.Smbil cemas pengemudi yg bernama Ari itu menatapi wjah polisi trsebut,yg trnyata adalh tmen SMA,”Lho..kau kan si Tono,kita tmen SMA dlu!”Smbut Ari dgn nada lega.tp Tono si Polisi trsbut hnya senyum smbl ttp bersikukuh memnta SIM si Ari.

    Dgn wjh kecewa Ari pun mmberikan SIM nya kmudian lgsung msk kedlm mobil nya & mnutup kaca pntunya rapat2.smntara Tono menulis ssuatu dikertas tilangnya.
    Bbrp saat kemudian,Tono mngetuk kaca pintu mbl Ari.Smbil mmandangi wajah Tono penuh kecewa,Ari pun mmbuka kaca pintu mblnya hnya sedkit aja,mksud hnya cukup utk slipkan krtas tilang aja. Tono pun mmberikan kertas lewat kaca yg terbuka hnya sktr 2 CM itu lalu pergi tanpa kata.

    Sambil menggerutu,kesal,Ari mmbuka kertas tersbut,tapi..”Hei,apa ini?knpa SIM saya dikembalikan? & ini kertas apa!”Gumam Ari. Segera Ari membuka kertas pmberian Tono tsb & trnyata Tono tdk menilangnya,tp jstru mnulis surat yg isinya:”Hai Ari,kau tau ga,dulu saya pnya anak satu2nya yg mninggal ditabrak oleh Penerobos Lampu Merah.Pengemudinya dihukum 3 bln.setelah bebas ia dpt brkumpul & memeluk anak nya lg. Sementara saya…saya tdk dpt mlihat apalg memeluk anak saya lg :(.Beribu kali saya mncoba utk maafkan Pengemudi itu tp tdk bisa.

    Maafkan saya Ari,kau hati2 dijln,ttp salam buat kluargamu & selamat ulang thn buat anakmu!

    Lgsung Ari pun kluar dr mbl nya hndak jmpai Tono,tp Tono sdh tdk ada diPos nya.
    Spnjang jln mngemudi,perasaan hati Ari tak tntu,brhrap kesalahannya dpt termaafkan.

    Tak selamanya pengertian kita sama dgn pengertian org lain.

    utamakan keselamatan diri dan keselamatan orang lain.

    Kalau anda sayang dengan orang yang disekitar anda, berbagilah cerita ini (di broadcast temen, sama lampu merahnya)

  5. 12 April 2013 12:42

    Makanya perhatikan kendaraan di depan dan jaga jarak aman ! Keep safety riding bro-sis !
    http://ht.ly/jZvd0

  6. 12 April 2013 23:45

    untung orangnya sabaran, coba kalo pemarah, bisa di tempeleng.

  7. 13 April 2013 08:48

    Wah, kejadiannya sama dengan saya mbah, tapi saya yang di tabrak. Untung motor saya pakai pengaman besi di sekelilingnya jadi gak ada yang rusak, kecuali motor si penabrak sama motor yang berada di samping saya……

  8. 16 April 2013 17:47

    orang kita belum bisa membedakan tanda kuning untuk mengurangi kecepatan karena mau berhenti (merah) dan warna kuning untuk bersiap jalan (hijau).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: