Lanjut ke konten

Pesan dari Reklame Raksasa

11 April 2013

baliho tertib lalin kemenhub 2013

NEGARA pasti banyak berisi orang pandai. Mereka tahu persoalan yang dihadapi negeri ini. Termasuk problem di jalan raya.

Lalu lintas jalan dengan seabrek moda transportasinya, bukan mustahil menimbulkan beragam problema. Secara umum ada dua masalah utama, yakni kemacetan dan kecelakaan lalu lintas jalan.

Resep mujarab untuk dua problem itu, pasti ada di dalam laci para pemangku kepentingan keselamatan jalan. Saya yakin, kementerian perhubungan (kemenhub), kementerian pekerjaan umum (kemen pu), Kepolisian RI, dan para pemerintah daerah (pemda), punya jurus jitu. Bahkan, Wakil Presiden (Wapres) Boediono saja pernah melontarkan 17 jurus membenahi kemacetan lalu lintas jalan di Jakarta. Maklum, kerugian langsung dan tidak langsung akibat kemacetan bisa mencapai belasan bahkan puluhan triliun rupiah per tahun.

Soal kecelakaan lalu lintas jalan tentu menjadi perhatian pemerintah kita. Buktinya, pada 20 Juni 2011, di Kantor Wapres Boediono, pemerintah mencanangkan Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Jalan. Indonesia mencanangkan Dekade Keselamatan Jalan (DKJ) 2011-2020 dengan target menurunkan fatalitas 50%. RUNK Jalan disusun berdasarkan amanat Pasal 203 UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Hal itu sebagai wujud tanggung jawab Pemerintah dalam menjamin keselamatan lalu lintas jalan.

RUNK Jalan memiliki periode 2011-2035, selaras dgn Decade of Action for Road Safety 2011–2020 oleh PBB yg dicanangkan Maret 2010. Aksi tersebut bertujuan untuk mengendalikan dan mengurangi tingkat fatalitas korban kecelakaan secara global.

Aksi pemerintah semestinya konsisten dan terkoordinasi. Ajakan kepada para pengguna jalan mesti dibarengi aksi konkret. Misalnya, mewujudkan transportasi publik yang aman, nyaman, selamat, tepat waktu, dan terjangkau.

Ketika saya membaca reklame media luar ruang yang dipasang kemenhub di sisi jalan sebelum perempatan Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (7/4/2013) malam, pikiran pun mengembara. Papan berukuran raksasa itu, berisi ajakan. Simak saja kalimatnya, ‘Budayakan tertib bertransportasi, tetap berada di lajur Anda’. Angan-angan saya berkutat pada, sejauhmana kemenhub mewujudkan transportasi publik yang aman, nyaman, selamat, tepat waktu, dan terjangkau.

Rasanya peran utama kemenhub ada disitu. Mewujudkan transportasi publik yang nyaman. Tentu bersinergi dengan pemda selaku ujung tombak pemerintah. (edo rusyanto)

One Comment leave one →
  1. 12 April 2013 12:46

    Mulailah tertib berlalu lintas dari diri sendiri. Salam bikers indonesia !
    http://ht.ly/jZvd0

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: