Lanjut ke konten

Enam Triliun Buat Korban Kecelakaan

8 April 2013

laka lantas di tv

LIMA tahun terakhir, dana yang dikeluarkan untuk korban kecelakaan transportasi mencapai Rp 6,63 triliun. Angka itu setara dengan bantuan pendidikan bagi 767.508 siswa sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) selama tiga tahun. Bisa dibayangkan, dari 767 ribuan siswa tersebut bisa jadi merupakan calon-calon pemimpin bangsa.
Oh ya, besaran biaya pendidikan itu untuk merujuk pada bantuan pendidikan bagi para siswa SLTA di dalam program Kartu Jakarta Pintar (KJP). Dalam program itu, setiap siswa mendapat bantuan sebesar Rp 240 ribu per bulan atau Rp 2,88 juta per tahun. Artinya, dalam tiga tahun tiap siswa membutuhkan Rp 8,64 juta.

Kembali lagi soal santunan bagi korban kecelakaan transportasi. Angka Rp 6,63 triliun merupakan santunan yang dikeluarkan oleh PT Jasa Raharja selama 2008-2012. Badan usaha milik negara (BUMN) tersebut memang berkewajiban memberikan santunan sesuai amanat undang-undang (UU). Dana santunan berasal dari sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan (SWDKLLJ) dan iuran para pengguna transportasi.

Dari total Rp 6,63 triliun sebanyak 65,26% adalah santunan untuk korban kecelakaan yang meninggal dunia. Santunan kedua terbesar untuk korban luka-luka, yakni 33,09%. Sedangkan korban cacat dan biaya penguburan masing-masing 1,55% dan 0,10%.

Setiap tahun, dalam rentang 2008-2012, rata-rata santunan yang dikeluarkan Jasa Raharja mencapai sekitar Rp 1,32 triliun. Dalam rentang yang sama, rata-rata santunan bagi korban kecelakaan yang tewas mencapai sekitar Rp 865 miliar.

Khusus untuk tahun 2012, jumlah santunan ternyata menurun sekitar 2,95% menjadi sekitar Rp 1,38 triliun dibandingkan periode sama 2011. Santunan bagi korban kecelakaan yang tewas pada 2012 ternyata juga menurun 3,12% menjadi sekitar Rp 884 miliar. Begitu juga santunan bagi korban luka-luka yang turun tipis 2,82% menjadi sekitar Rp 485 miliar.

santunan laka 2008 2012

Artinya, fatalitas kecelakaan juga menurun. Terkait kecelakaan lalu lintas jalan, data yang mencuat di media massa terlihat juga terjadi penurunan. Pada 2012, total korban tewas akibat kecelakaan disebutkan sekitar 29 ribuan jiwa. Padahal, setahun sebelumnya masih diangka 32 ribuan jiwa.

Oh ya, santunan yang dibayarkan kepada korban kecelakaan jumlahnya beragam. Bagi korban kecelakaan lalu lintas jalan, korban tewas mendapat Rp 25 juta, korban luka-luka maksimal berkisar Rp 10-25 juta, dan Rp 2 juta untuk biaya penguburan. Dari seluruh moda transportasi, jumlah santunan yang berda hanya untuk penumpang angkutan udara. Untuk korban tewas akibat kecelakaan pesawat terbang sebesar Rp 50 juta per jiwa. (edo rusyanto)

3 Komentar leave one →
  1. 8 April 2013 04:01

    Reblogged this on Suetoclub's Blog.

  2. 8 April 2013 06:29

    tiap thn hmpir sllu naik..

  3. Haroem permalink
    8 April 2013 11:23

    Selalu aja fantastis untuk ssetiap angka kecelakaan di jalaan dan pastinya santunannyaa boombastis ūüė¶

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: