Lanjut ke konten

Yang Dianggap Sepele, Yang Bisa Bikin Fatal

7 April 2013

BANYAK yang bilang, lewati tangga satu dulu barulah mencapai tangga keseribu. Mulai dari hal kecil dulu, sebelum mampu mengubah hal besar.

Jangan salah, hal kecil bisa menimbulkan masalah besar. Api, saat kecil hanya menyalakan sebatang lilin. Namun, api besar bisa meluluhlantakan ratusan rumah.

Kita para penggguna jalan, kadang abai untuk berhenti di belakang garis setop. Mobil dan motor asyik mengangkangi zebra cross. Bukan mustahil, hal itu terjadi lantaran menganggap hal sepele. Garis putih menyambung di perempatan jalan itu, dianggap bak aksesoris. Padahal, kita semua mahfum, ada hak pejalan kaki disana. Ada masalah besar disitu. Hak pejalan kaki tercerabut.

Di sisi lain, ada regulasi yang diperkosa. Kita semua tahu, melanggar marka dan rambu sanksinya tak main-main. Tinggal pilih, mau denda maksimal Rp 500 ribu atau kurungan badan maksimal dua bulan.

Tapi semua menjadi cerita usang. Pengguna jalan abai, penegak hukum berpangku tangan. Lagi-lagi, mungkin hal itu dianggap sepele.

Banyak di jalan raya yang dianggap sepele padahal bukan tidak mungkin berujung petaka. Salah satunya adalah soal pemakaian helm. Berdalih hanya jarak dekat, ada pemotor yang beranggapan tak perlu memakai helm. Sebuah sudut pandang yang bertolak belakang pada fakta bahwa kecelakaan bisa terjadi kapan dan dimana saja. Kecelakaan tak pernah mengenal jarak.

Urusan memakai helm mestinya gak ada kaitannya dengan jarak. Kalau petaka tiba, fatalitas pemotor tak berhelem bisa lebih rentan. Kita tahu, mayoritas kematian pemotor akibat kecelakaan dipicu luka di kepala. Terutama ketika kepala tak dilindungi helm sebagai perisai keselamatan.

Ngomong-ngomong, saat masalah kecelakaan lalu lintas jalan dianggap hal kecil dibanding kasus korupsi, dampaknya seperti saat ini. Kepedulian para pemangku kepentingan untuk bersatu padu menuntaskan kecelakaan seperti jalan di tempat. Barangkali mereka lupa, sudah lebih dari 300 ribu jiwa anak negeri raib di jalan raya. (edo rusyanto)

6 Komentar leave one →
  1. b.indt permalink
    7 April 2013 12:15

    mantap, mencerahkan…..
    tetep semangat

  2. 8 April 2013 04:01

    Reblogged this on Suetoclub's Blog.

  3. Haroem permalink
    8 April 2013 11:24

    Alhmdulilah kalo majelis Rasulullah sudah peduli untuk memakai helm dan perlengkapan berkendara lainnyaa ūüėÄ

  4. 10 April 2013 13:22

    jd inget wktu ke unit laka di Polres Magelang.. Ada motor yg ada ember isi perlengkapan mandinya(sabun,sikat,odol dll).. Kata Pak petugas, gr2 kecelakaan wkt mau/abis mandi di Kali.. Dan dipastikan g pake helm..

  5. 13 April 2013 00:05

    setujuuu..hal kecil memang berdampak besar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: