Lanjut ke konten

Kita Kehilangan Lebih 300 Ribu Jiwa di Jalanan

3 April 2013

potret kecelakaan

TERTUNDUK sejenak. Terperangah. Ternyata Indonesia memendam duka di jalan raya. Lebih dari 318 ribu jiwa tewas sia-sia sepanjang 1992-2012. Indonesia patut berduka.

Data di atas saya kutip dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang sumber utamanya dari Kepolisian Republik Indonesia. Selain dari BPS, saya juga memperoleh data dari Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri.

Kecelakaan lalu lintas jalan merugikan banyak kalangan. Dia tak mengenal batas usia, gender, sosial, ekonomi, bahkan politik. Bayangkan jika dari 300 ribu jiwa tersebut adalah generasi calon pemimpin bangsa atau orang yang menjadi tiang ekonomi keluarga. Kecelakaan mencerabut produktifitas.

Dalam rentang 21 tahun terakhir, atau sepertiga usia Republik Indonesia (RI), kecelakaan menyebabkan 1.561.387 orang menderita. Sebanyak 318.142 tewas (20,37%), 385.549 luka berat (24,69%), dan 857.696 luka ringan (54,93%). Mereka korban dari 846.965 kasus kecelakaan lalu lintas jalan.

Kecelakaan lalu lintas jalan menjadi penyebab kematian cukup tinggi di luar faktor nonpenyakit. Bahkan, sekalipun dibandingkan dengan bencana alam yang pernah terjadi di Nusantara.

Kita tentu ingat bencana letusan Gunung Krakatau yang menimbulkan tsunami, 26-27 Agustus 1883. Butuh ratusan tahun untuk meletusnya Gn Krakatau sehingga menewaskan sekitar 36 ribu jiwa pada 1883. Lalu, 121 tahun kemudian, yakni Desember 2004, kita dikejutkan bencana tsunami Aceh. Tercatat hampir 127 ribu jiwa tewas di wilayah RI. Bencana tsunami di dunia sebelum terjadi di Aceh adalah tsunami di Italia, tahun 1908. Saat itu, tsunami Italia menelan sekitar 75 ribu jiwa. Artinya, butuh 96 tahun antara tsunami Italia dan Aceh.

laka tewas 1994 2012

Nah, kecelakaan lalu lintas jalan di Indonesia, dalam kurun waktu 21 tahun menelan 318 ribuan jiwa. Artinya, rerata 21 tahun terakhir, tiap hari 42 jiwa tewas akibat kecelakaan. Memprihatinkan.

Korban bergelimpangan akibat kecelakaan di jalan dipicu berbagai faktor. Empat faktor utama adalah manusia, jalan, kendaraan, dan alam. Saatnya kita tidak berpangku tangan. Mencegah fatalitas kecelakaan dengan berkendara secara aman dan selamat. Mulai dari diri kita dan mulai saat ini. (edo rusyanto)

6 Komentar leave one →
  1. pendi hermanto permalink
    3 April 2013 00:52

    Turunkan helm.. Dan bendera setengah tiang..

    Mengheningkan cipta.. Di mulai..

    Miris sekali melihat kenyataan pahit negeri ini..

  2. 3 April 2013 01:24

    seandainya 10 orang saja adalah kepala keluarga usia produktif, kira-kira orang yg terkena dampak dari kecelakaan sekitar 3 x 10 orang jadi 30 orang kehilangan pendapatan (dengan asumsi tiap KK 4 orang), miris banget ya? itu kalo dari segi ekonomi, belum dari segi KUA, berapa banyak janda/duda akibat kecelakaan, dan berapa pula anak-anak yg terkena imbas…. MIRIS…

  3. Aa Ikhwan permalink
    3 April 2013 06:59

    musibah,.. ngeriii

  4. haroem permalink
    3 April 2013 10:57

    Wow sangat menyedihkan, 300 ribu jiwa meninggal dijalan dan kemungkinan adalah tulang punggung keluarga

  5. rusmanjay permalink
    3 April 2013 11:35

    miris…

  6. 3 April 2013 13:32

    Ngeriiih…!!! Mari “belajar” !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: