Lanjut ke konten

Catatan dari Kasus Kecelakaan BMW

26 Maret 2013
rps20130305 003023

rps20130305 003023

MEDIA online pun berbondong-bondong menulis vonis atas pengemudi mobil mewah BMW, Rasyid Amrullah Rajasa. Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur yang diketuai Suharjono, memvonis hukuman penjara lima bulan dengan hukuman percobaan selama enam bulan. Selain itu, denda Rp 12 juta subsider enam bulan kurungan.

Vonis yang diketuk pada Senin (25/3/2013) atau 84 hari sejak peristiwa kecelakaan pada 1 Januari 2013 itu, disikapi berbeda-beda. Masing-masing mediaonline punya sudut pandang tersendiri. Pastinya, Majelis Hakim mengenai Rasyid dengan pasal 310 ayat 4 tentang mengendarai kendaraan dengan lalai dan subsider pasal 310 ayat 2 Undang Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).
Pasal 310 ayat 4 menyebutkan, dalam hal kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp 12 juta.

Sedangkan pasal 310 ayat 2 berbunyi, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan korban luka ringan dan kerusakan kendaraan dan/atau barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (3), dipidana dengan pidana penjara paling lama satu tahun dan/atau denda paling banyak Rp 2 juta.

Majelis Hakim menilai, salah satu hal yang meringankan Rasyid Rajasa adalah yang bersangkutan masih mahasiswa dan berperilaku sopan selama proses persidangan. “Yang memberatkan adalah perbuatan terdakwa tidak menjadi contoh yang baik dalam berkendara,” ujar Suharjono, seperti dilansir vivanews.com.
Selain itu, tulis vivanews.com, keluarga Rasyid juga telah memberikan santunan hingga mengganti biaya rumah sakit dan tahlilan. Rencana keluarga yang akan membiayai pendidikan anak korban turut menjadi pertimbangan hakim.

Vonis Majelis Hakim sebenarnya lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang sebesar delapan bulan kurungan penjara dengan masa percobaan 12 bulan subsidair enam bulan kurungan penjara.

“Hukuman pidana akan dijalankan apabila, dalam tenggang waktu enam bulan belum berakhir putusan hakim, terpidana terbukti bersalah melakukan tindak pidana,” ujar Suharjono, seperti dikutip kompas.com.
Keputusan terhadap Rasyid mirip dengan apa yang dialami oleh penyanyi dangdut Saipul Jamil. Sekalipun divonis lima bulan penjara, Saipul Jamil juga tidak ditahan seperti Rasyid. Keduanya juga sama-sama dijerat dengan pasal 310 UU No 22/2009 tentang LLAJ. Bedanya, Rasyid mengalami kecelakaan di jalan tol Jagorawi KM 3+335, Jakarta Timur sekitar pukul 06.00 WIB. Saat kecelakaan Rasyid mengendarai mobil mewah BMW B 272 HR.

Penyanyi dangdut Saipul Jamil didakwa atas kecelakaan yang menimpa dirinya dan merenggut jiwa isterinya yang berada di dalam satu mobil. Kecelakaan di jalan tol di KM 97 Tol Cipularang, Purwakarta, Jawa Barat pada 3 September 2011 itu, menyeret Saipul ke meja hijau. Setelah melewati proses setahun lebih, Majelis Hakim PN Purwakarta memvonis hukuman lima bulan penjara dengan masa percobaan 10 bulan.

Kita bisa banyak belajar dari dua kasus tersebut. Selain mengajarkan kita semua agar lebih fokus dan waspada saat berkendara, kasus itu memberi pelajaran bahwa kecelakaan bisa berdampak hukum. Bayangkan jika kecelakaan menimpa pengemudi yang tidak mampu secara finansial. Jangan-jangan ekonomi keluarga bisa goncang. Jika pelaku adalah kepala rumah tangga, kondisinya bisa lebih runyam.

Sudah sepatutnya kita senantiasa menempatkan konsentrasi sebagai prioritas. Mengemudi adalah pekerjaan penuh waktu. Tidak bisa disambi dengan aktifitas lain, termasuk jangan digerogoti oleh kondisi ngantuk, sakit, apalagi mabuk. Kecelakaan bisa berdampak hukum. (edo rusyanto)

5 Komentar leave one →
  1. 26 Maret 2013 00:15

    enak ya jadi orang kaya, hukum bisa dibeli.

  2. 26 Maret 2013 13:44

    harus bertanggung jawb, untuk keselamatan diri dan orang lain..

    ijin nitip mas,[share]sederhanakan hatimu, engkau kan tahu kekuarang2anmu ..
    http://temonsoejadi.com/2013/03/24/hanyalah-butiran-butiran-debu/

    suwun

  3. danur permalink
    26 Maret 2013 16:12

    Keluarga korban nya tidak ada yg menuntut macem2… yg ribut malah orang lain… ribut nyukurin… ribut mencela… kyk nya seneng bgt klo ada orang lain susah.. ga peduli itu pejabat/bkn, klo gw liat sih ini murni kecelakaan, bukan krn mabok kyk kasus porche… dan dari kalian sapa sih yg ga pernah pulang malem? ya smoga jadi pelajaran buat kita smua agar berhati3… dan unt kluarga korban smoga mendapat balasan yang lebih baik dari yang maha kuasa.

  4. Ferry permalink
    26 Maret 2013 16:37

    Dari awal.. proses sidang.. tuntutan jaksa… dah ketebak putusan hakim bakal spt apa… nga perlu jenius buat bisa menerkanya. Itulah enaknya kl punya kuasa.. 🙂

    mksh pak Edo.. mengingatkan diri sendiri tuk konsisten “mengalah driving” dalam berkendara.. 😦

  5. Brodjo permalink
    27 Maret 2013 17:45

    Hemm.. Indonesia gitu segala hal yang tidak bisa menjadi bisaa.. begitu juga hukum di Indonesia segalaanya bisa diatur asalkan berduit.. ckckckck sangat disayangkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: