Lanjut ke konten

Siapa Melindungi Kita di Jalan?

25 Maret 2013

BANYAK diantara kita lupa satu hal, siapa pelindung kita di jalan raya? Adakah negara lewat perangkatnya? Atau diri kita sendiri yang berjibaku memproteksi diri.

Kita baru saja dihentakan oleh peristiwa penyerbuan kelompok tak dikenal ke lembaga pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Jogjakarta. Empat tahanan tewas ditembak penyerbu. Siapa sangka, posisi tahanan yang berada di area perlindungan negara justeru terpuruk.

Negara yang mestinya maksimal melindungi warganya, termasuk di jalan raya, kerap kecolongan. Di jalan raya, dalam tiga tahun terakhir, rata-rata tiap jam tiga nyawa melayang sia-sia. Belum lagi mereka yang luka-luka, jumlahnya berlipat-lipat dari yang tewas.

Negara pasti bisa melindungi warganya di jalan raya. Asal ada kesungguhan dan sinerginya para pemangku kepentingan keselamatan jalan, perlindungan bisa maksimal.

Salah satu peran penting negara dalam melindungi warganya adalah dengan menyediakan infrastruktur jalan. Kita tahu faktor jalan menjadi pemicu nomor dua terbesar kecelakaan lalu lintas jalan. Kontribusinya sekitar 28,17% dari total kecelakaan yang terjadi di Indonesia. Tiap hari, ada sekitar 300-an kasus kecelakaan.

Kementerian pekerjaan umum (Kemen PU) sebagai perpanjangan tangan Negara mesti ekstra keras menyediakan jalan yang baik. Khususnya jalan berkategori jalan nasional.

Tentu Kemen PU tak sendirian. Organ pemerintah yang paling depan, yakni dinas pekerjaan umum menjadi pihak paling bertanggung jawab. Dinas di bawah pemerintah daerah justeru lebih banyak punya andil.

Anggaran pemda untuk pembangunan infrastruktur jalan dinilai belum mampu mengimbangi pertumbuhan kendaraan bermotor. Ujungnya, kualitas jalan nasional maupun jalan provinsi semakin buruk. Ini bahaya dan bisa memicu kecelakaan. Pemda cenderung memilih membangun jalan ketimbang memperbaiki dan merawat jalan yang ada. Kebijakan itu berdampak hanya 43% jalan di kabupaten/kota yang berada dalam kondisi baik dan sedang. Sedangkan jalan nasional yang hanya 38.570 kilometer atau 8,8% dari total jalan di Indonesia, kondisi jalannya lebih baik. Sekitar 86% jalan nasional dalam kondisi baik. Ada ketimpangan antara kondisi jalan nasional dan jalan kabupaten/kota.

Selain jalan rusak dan berlubang, unsur jalan yangg berkontribusi terhadap kecelakaan adalah aspek marka dan rambu. Pada 2011, marka rusak atau tak ada marka berkontribusi 15,74% terhadap faktor jalan. Sedangkan jalan rusak, berkontribusi 11,18% atau kelima terbesar di antara unsur faktor jalan. Oh ya, soal marka dan rambu adalah tanggung jawab dinas perhubungan. Karena itu, sinergi di antara keduanya tak bisa dipisahkan.

Pelindung keselamatan yang paling dominan ada di tangan kepolisian. Wewenang penjaga keamanan dan keselamatan ada di aparat kepolisian. Upaya preventif perlindungan bisa dilakukan dengan penegakan hukum. Maklum, kepolisian pula yang menyatakan bahwa kecelakaan kerapkali diawali oleh pelanggaran aturan di jalan.

Logikanya, jika pelanggaran bisa dicegah, kecelakaan pun bisa direduksi. Signifikan.

Peran negara yang tak kalah penting dalam melindungi pengguna jalan adalah lewat penciptaan transportasi yang aman dan selamat. Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mengamanatkan hal itu. Negara wajib mewujudkan moda transportasi yang aman, nyaman, selamat, tepat waktu, dan terjangkau.

Jika tiga peran negara itu tak maksimal melindungi kita para pengguna jalan, saatnya warga bertindak. Melindungi diri semaksimal mungkin. Cara yang sederhana, berkendara yang aman dan selamat. Termasuk, sudi berbagi dengan sesama pengguna jalan dan mengikuti aturan yang ada. Mulai sekarang. (edo rusyanto)

4 Komentar leave one →
  1. 25 Maret 2013 00:34

    absen

  2. Brodjo permalink
    25 Maret 2013 17:22

    pastinya diri sendiri selebihnya bagaimana cara kita bisa memanufer dengan baik 🙂 serta selalu aman berkendara

  3. 26 Maret 2013 13:45

    jika pelanggaran bisa dicegah, kecelakaan pun bisa direduksi. setuju

    ijin nitip mas,[share]sederhanakan hatimu, engkau kan tahu kekuarang2anmu ..
    http://temonsoejadi.com/2013/03/24/hanyalah-butiran-butiran-debu/

    suwun

  4. 27 Maret 2013 12:32

    Dimulai dari nol ya pak… 😀 #eh.,dimulai dari diri sendiri…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: