Lanjut ke konten

Aja(r)kan Selamat Kopdar Pengicau

16 Maret 2013

ADA beberapa yang istimewa di ‘Kopdar Pengicau’ kali ini. Bukan soal lokasi kopdar, juga bukan menu hidangannya.

Keistimewaan pertama, ‘Kopdar Pengicau’ merilis gerakan moral pesan keselamatan jalan untuk di jejaring sosial. “Tagline-nya Aja(r)kan Selamat,” seloroh Dest, di sela kopdar kelima ‘Kopdar Pengicau’, di kedai Roti Bakar Edy Pasar Minggu, Jumat (15/3/2013) malam.

Tagline itu bermakna untuk saling mengajarkan dan mengajak berperilaku yang aman dan selamat. Terutama perilaku berkendara yang aman dan selamat di jalan (road safety).

Tema yang diusung kali ini adalah ‘Bijak dalam memberi izin berkendara’. Tidak mengizinkan anak di bawah umur untuk menyetir. Entah itu mobil atau sepeda motor. Titik.

“Berbahaya, pikirkan sebelum memberi izin sebelum terlambat,” ujar Dee, salah satu perempuan anggota ‘Kopdar Pengicau’.

IMG-20130315-WA0008

Ya. Sebelum terlambat menjadi subyek atau obyek kecelakaan di jalan. Kita tahu, kecelakaan lalu lintas di jalan sudah banyak menelan korban. Pada 2011, tiap hari rata-rata 89 jiwa melayang sia-sia akibat kecelakaan lalu lintas jalan. Ironisnya, mayoritas adalah dari kalangan produktif. Tapi, tak sedikit juga anak di bawah umur, yakni mereka yang berusia di bawah 17 tahun.

Nah hal istimewa kedua dalam kopdar kali ini adalah kehadiran Kang Wawak, jurnalis foto harian Kompas. Malam itu, dia berniat memotret kegiatan ‘Kopdar Pengicau’ untuk melengkapi tulisan kegiatan Road Safety Association (RSA). Ceritanya begini. RSA dan ‘Kopdar Pengicau’ adalah satu nafas. Relawan RSA ada di ‘Kopdar Pengicau’ dan sebaliknya, anggota Kopdar juga ada yang relawan RSA.

“Kalau bisa fotonya di pinggir jalan sambil membawa spanduk pesan keselamatan jalan,” pinta Kang Wawak.
Sontak, para pengicau memilih pertigaan lampu merah Kalibata, Jakarta Selatan sebagai lokasi pemotretan. Lokasi yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kopdar, ditempuh sekitar 10 menit. Maklum, jam sudah menunjukan pukul 00.00 dinihari. Usai izin kepada polisi jaga di pos polisi Kalibata, Kang Wawak pun mengarahkan belasan anggota ‘Kopdar Pengicau’ untuk berpose.

Pemotretan yang berlangsung sekitar 15 menit itu, menarik perhatian para pengguna jalan di Jl Pasar Minggu Raya yang merupakan pertemuan di pertigaan tersebut. Masih ramai para pengguna jalan. Terutama para sepeda motor yang mengarah ke kota satelit Jakarta seperti Depok dan Bogor.

Oh ya, hal istimewa ketiga adalah hadirnya bro Deny dari Yamaha Matic Bogor dan bro Ivan pengurus RSA untuk bergabung dalam ‘Kopdar Pengicau’. Lengkaplah kopdar kali ini dengan tiga keistimewaan-keistimewaan tersebut.

Tim pengicau dari forum Vivabikers melanjutkan perjalanan ke Puncak, Bogor. Sedangkan saya dengan sejumlah teman kembali ke rumah masing-masing. Jam menunjukan pukul 01.00 WIB. (edo rusyanto)

6 Komentar leave one →
  1. 16 Maret 2013 19:14

    Long live Kopdar Pengicau! Tempat berkumpulnya para admin twitter yg peduli keselamatan jalan.

  2. 16 Maret 2013 19:48

    mantabhh ini

  3. rievandra permalink
    17 Maret 2013 09:37

    mohon ijin share pict om ..

  4. 18 Maret 2013 09:57

    Congrats, kang Edo masuk KOMPAS lho! Di sebut berkali-kali 🙂 Semoga misinya semakin sukses.

Trackbacks

  1. Kopdar Pengicau Cermati Anak-anak (Lagi) | Edo Rusyanto's Traffic

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: