Lanjut ke konten

Hampir 12 Ribu Pelanggaran Tiap Hari

5 Maret 2013

SUATU ketika kolega saya bercerita. Dia tergesa-gesa hendak menuju suatu pertemuan di kawasan Jakarta Pusat. Kondisi lalu lintas amat padat sejak keluar kantor di bilangan Jakarta Utara. Antrean mengular.

"Saya terpaksa masuk jalur busway milik Trans Jakarta," kata eksekutif muda di salah satu perusahaan swasta, beberapa waktu lalu.

Apesnya, kata dia, ada petugas kepolisian yang melihat. Jadilah sang kawan tadi kena penindakan tilang. Dia diberi surat tilang warna merah alias harus ikut sidang di pengadilan.

Ada lagi cerita kawan lainnya. Lantaran antrean panjang, memilih melintas di trotoar jalan. Dia tak sendiri, ada ratusan kendaraan lain berjejal di trotoar. Tersendat juga.

Kolega yang lain berponsel sambil menyetir mobil. "Telepon dari isteri, penting," sergah dia.

* * *

Apa mau dikata, pelanggaran aturan lalu lintas jalan masih merajalela di Indonesia. Tahun 2012, tiap hari rata-rata hampir 12 ribu pelanggaran di jalan.

Walau, angka pelanggaran tahun lalu anjlok 15,4% jika dibandingkan 2011, rasanya masih tergolong tinggi. Jargon bahwa pelanggaran adalah awal kecelakaan di jalan terasa relevan. Faktanya, pada tahun yang sama, angka kasus kecelakaan justeru naik 7%. Rata-rata per hari ada 322 kasus kecelakaan.

Data Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri tentu saja baru kasus-kasus yang tercatat. Patut diduga jumlah pelanggaran dan kasus kecelakaan yang terjadi jumlahnya lebih banyak lagi. Wong jumlah kendaraan juga bertambah. Sebut saja misalnya, jumlah sepeda motor melonjak 12% menjadi sekitar 77,7 juta unit. Sedangkan mobil penumpang atau pribadi naik 12% menjadi 9,52 juta unit.

Hal yang dianggap kecil alias sepele menjadi bulan-bulanan. Dilanggar. Padahal, bukan mustahil berponsel sambil menyetir memperlebar celah terjadinya kecelakaan. Mestikah kita celaka baru menyadari makna pentingnya berkendara yang aman dan selamat? (edo rusyanto)

2 Komentar leave one →
  1. Sponge Bob permalink
    5 Maret 2013 07:52

    masyarakat yang tidak peduli peraturan,
    atau apakah kebanyakan peraturan?
    apakah orang yang membuat peraturan, juga mematuhi peraturan?

  2. Brodjo permalink
    5 Maret 2013 17:07

    Sosialisasinya kurang berjalan dengan baik dong kalau pelanggarannya sebanyak itu,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: