Lanjut ke konten

Jangan Lupa Hak Atas SWDKLLJ

12 Februari 2013
rps20120819 230122

rps20120819 230122

SIAPA sih yang rela menderita tertimpa petaka di jalan raya? Banyak kerugian yang diderita, bahkan bisa-bisa masa depan keluarga bisa berantakan. Rasanya tidak berlebihan jika kita habis-habisan mengikis potensi terjadinya kecelakaan. Ikhtiar.

Setelah upaya bertahan hidup di jalan raya dilakukan, tapi sang petaka memilih kita sebagai korbannya, kita harus siap. Salah satu yang jangan dilupakan begitu saja adalah hak kita sebagai pengguna jalan atas sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan (SWDKLLJ). Negara sudah mengatur sedemikian rupa bahwa SWDKLLJ menjadi salah satu jurus meringankan beban para korban kecelakaan di jalan.

Sebagai pesepeda motor, kita menyetorkan SWDKLLJ saat pertamakali membeli si kuda besi dan setahun sekali setelah itu. Jumlah sumbangan Rp 35 ribu dibayarkan para pesepeda motor ketika memperpanjang surat tanda nomor kendaraan (STNK).

Negara menugasi PT Jasa Raharja untuk memungut dan mengelola dana SWDKLLJ. Tentu saja, sekaligus juga membayarkan santunan bagi para korban kecelakaan. Termasuk kepada kita para pesepeda motor yang menderita akibat kecelakaan.

Tahun 2013, manajemen PT Jasa Raharja menganggarkan sekitar Rp 1,4 triliun untuk santunan bagi korban kecelakaan. Angka itu tidak semuanya untuk para korban kecelakaan di jalan. Santunan itu mencakup seluruh moda transportasi, baik itu jalan, kereta api, angkutan sungai dan danau, angkutan laut, hingga angkutan udara.

Jumlah santunan bervariasi mulai Rp 2 juta (biaya penguburan) bagi korban tewas yang tak memiliki ahli waris. Lalu, Rp 10-25 juta untuk pengobatan atau perawatan korban luka, Rp 25-50 juta bagi korban meninggal. Santunan Rp 50 juta hanya untuk penumpang pesawat terbang korban tewas akibat kecelakaan.
Karena itu, sudah menjadi hak kita para pesepeda motor jika tertimpa kecelakaan untuk mendapat santunan. Silakan diurus melalui mekanisme yang sudah ditentukan.

Pertama, membuat surat laporan kejadian kecelakaan. Jika peristiwanya sudah tercatat, tinggal meminta ke kantor polisi di area kejadian kecelakaan.

Kedua, meminta surat keterangan dari rumah sakit. Dokumen yang dimaksud adalah surat keterangan dokter soal perawatan dan luka yang diderita. Selain itu, tentu dilengkapi dengan kuitansi biaya perawatan atau obat-obatan.

Ketiga, meminta surat keterangan dari kantor kelurahan/desa tentang ahli waris jika korban meninggal dunia. Ahli waris bisa orang tua, suami atau isteri, dan anak korban.

Keempat, mengisi formulir di kantor Jasa Raharja terdekat. Bila semua dokumen lengkap dan dianggap memenuhi syarat, semestinya dalam dua minggu dana santunan cair. (edo rusyanto)

6 Komentar leave one →
  1. dimasarif96 permalink
    12 Februari 2013 11:20

    pertamaxx

  2. jofrin permalink
    14 Februari 2013 18:49

    pencerahan nich….jujur byk biker yg tidak perhatiin soal ini 🙂

  3. Visco Dutha Parawangsa S permalink
    21 Februari 2013 19:38

    seandainya nama yg brsangkutan berbeda dgn di stnk mekanismenya gmana? Apa santunan masih berlaku?
    Soalnya stnk mtor saya atas nama ortu.

Trackbacks

  1. Santunan Rp 1,2 Triliun Buat Korban Kecelakaan | Edo Rusyanto's Traffic
  2. Telat Bayar SWDKLLJ Bisa Kena Denda 100% | Edo Rusyanto's Traffic

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: