Lanjut ke konten

Begini Peta Penjualan Motor 2012

29 Desember 2012

mampang busway motor

TAHUN 2012 segera berakhir. Sisa tiga hari menjelang pergantian tahun hampir dipastikan tak mengubah peta penjualan sepeda motor di Indonesia. Sepanjang Januari-November 2012, sedikitnya 6,65 juta sepeda motor anyar menyerbu pasar.
Penjualan sebelas bulan 2012 turun sekitar 13,9% jika dibandingkan periode sama 2011. Sekalipun demikian, hingga tutup tahun 2012, penjualan sepeda motor para anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi) ditaksir bakal menyentuh sekitar tujuh juta unit.
Konsentrasi penyebaran penjualan sepeda motor pada 2012 masih berkutat di Pulau Jawa. Per akhir November, Jawa yang berpenduduk sekitar 136 juta jiwa, berkontribusi sekitar 57,60% atau sekitar 3,83 juta unit. Jawa masih tempat favorit menjual sepeda motor di Indonesia.

Ada beberapa unsur penunjang yang membuat Jawa demikian besar menyerap penjualan motor.

Pertama, penduduknya paling banyak di antara seluruh pulau di Indonesia. Hampir sekitar 57% penduduk Indonesia ada di Jawa. Tak heran jika banyak yang membutuhkan alat transportasi.

Kedua, sepeda motor dianggap sebagai alat transportasi yang praktis, efisien, dan efektif jika dibandingkan angkutan umum. Kita tahu, kota-kota di Jawa masih harus berbenah sistem transportasi umumnya. Di tengah angkutan umum yang dianggap belum aman, nyaman, selamat, tepat waktu, dan terjangkau, kehadiran si kuda besi masih dianggap solusi.

Ketiga, sistem distribusi. Semua pabrik sepeda motor berada di Jawa. Praktis, mata rantai distribusi dari pusat produksi ke pasar menjadi lebih dekat. Kedekatan tersebut mendorong kemudahan pengadaan barang maupun suku cadangnya.
Keempat, daya beli. Bisa jadi penduduk Jawa memiliki daya beli yang cukup baik untuk menjangkau harga sepeda motor.

Kelima, jaringan purna jual. Para produsen membangun jaringan purna jual cukup dekat dengan wilayah pemasaran. Praktis, untuk menyervis atau membeli suku cadang dan aksesoris menjadi lebih mudah. Coba lihat sekitar kita, pasti dengan mudah menemui pusat penjualan (sales) atau S1. Lalu, pusat penjualan dan servis (service) atau S2, serta pusat penjualan, servis, dan suku cadang (spareparts) atau S3.

peta penjualan motor nov 12

Keenam, dukungan lembaga pembiayaan. Tingginya ketergantungan penjualan melalui sistem kredit membuat keberadaan lembaga pembiayaan menjadi amat penting. Hampir semua perusahaan pembiayaan besar membangun kantor di Jawa. Jumlahnya bisa ribuan kantor, bahkan hingga ke pelosok.

Ketujuh, gaya hidup. Kini, jargon para produsen tak semata mengedepankan sepeda motor sebagai alat transportasi. Melainkan mengedepankan sepeda motor sebagai gaya hidup. Lihat saja iklan-iklan sang produsen di televisi. Tak heran jika dalam periode yang pendek, yakni satu hingga tiga bulan, bakal ada inovasi iklan maupun tampilan.

Di luar Jawa, pasar kedua terbesar adalah Sumatera, yakni sebanyak 1,4 juta unit (21,11%). Sedangkan diposisi ketiga dan keempat besar, masing-masing adalah Kalimantan sebesar 568 ribuan unit (8,55%) dan Sulawesi sebesar 464 ribuan unit (6,98%).

peta ms honda dan yamaha nov 12

Penguasa Pangsa Pasar

Honda masih merajai penjualan sepeda motor di Indonesia. Sepanjang Januari-November 2012, Honda mengantongi sekitar 3,78 juta unit atau setara dengan sekitar 56,93%. Penguasaan pangsa pasar Honda hampir merata di seluruh pulau-pulau besar di Indonesia.
Di Jawa, Honda menguasai 62,08%. Jauh meninggalkan kompetitor utamanya, yakni Yamaha yang sekitar 30,75%. Secara volume, Honda mengantongi penjualan sekitar 2,37 juta unit. Artinya, Jawa menyumbang sekitar 62,82% terhadap total penjualan Honda. Jawa memang seksi.
Hal serupa juga terjadi di Yamaha. Jawa berkontribusi sekitar 51,37% terhadap total penjualan Yamaha yang per akhir November 2012 sekitar 2,29 juta unit.
Dari seluruh wilayah di Indonesia, Yamaha hanya mampu mengungguli Honda di Sulawesi. Di pulau itu, Yamaha menguasai sekitar 58,81%, sedangkan Honda hanya sekitar 28,52%. Hanya saja, mengingat pasar di Sulawesi hanya 6,98% dari total penjualan motor Indonesia, hal itu tidak terlalu mendongkrak market share Yamaha secara nasional.
Pada 2013, tampaknya pasar Jawa masih amat seksi bagi para produsen sepeda motor. Beberapa faktor penunjang di atas rasanya masih relevan dalam mengatrol penjualan motor di Jawa. (edo rusyanto)

9 Komentar leave one →
  1. 29 Desember 2012 06:37

    Honda tetap jaya

  2. cah ndeso permalink
    29 Desember 2012 07:40

    pelan tapi pasti ms yamaha menurun…

  3. fakta permalink
    29 Desember 2012 08:15

    terbukti konsumen indonesia lebih memilih honda,,

  4. dede permalink
    29 Desember 2012 19:54

    Bagaimana dg curanmor, Kebagian brp persen?

  5. 30 Desember 2012 07:24

    tetep ajah paling banyak honda ma yamaha yah

  6. 1 Januari 2013 08:14

    yamaha….bukan barang murah..karena selalu mengutamakan kualitas.

  7. fijar (berpihak di garis tak bijak) permalink
    2 Januari 2013 16:17

    Honda memang top

  8. danni permalink
    4 Januari 2013 16:03

    punyaku suzuki ama kawasaki, paling murah tapi tetap berkwalitas tidak beli merek dan tidak ikut-ikutan tetangga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: