Lanjut ke konten

Penampakan Duo Spyder

18 Desember 2012

SOSOKNYA menjadi mencolok. Maklum, si bongsor roda tiga, Can-Am Spyder,’berdiri’ di tengah-tengah kerumunan roda empat premium. Ada sedan mewah Ferrari, Porsche, Rolls Royce, Bentley, dan jeep Hummer.

Penampakan motor besutan Bombardier Recreational Products (BRP), Kanada itu, menggoda rasa ingin tahu. Motor yang di parkir di mulut The Stones Autograph Hotel, Kuta, Bali tersebut, memang bakal memincut perhatian para pemotor yang melintas.

Padahal, di sudut yang lain juga tampak sosok motor gede (moge) besutan Harley-Davidson. Bahkan, moge berwarna biru metalik itu, diparkir lebih mendekat ke trotoar jalan. Mungkin karena sering wara-wiri di jalan raya, kehadiran Harley-Davidson dianggap biasa saja. Masa sih?

Balik lagi soal duo Spyder. Ternyata, keduanya mewakili dua tipe yang berbeda.

Spyder warna putih yang saya temui Rabu (12/12/2012) siang, adalah tipe otomatisnya. Untuk mengoperasikan Spyder Rotax 990 itu, tinggal gas rem-gas rem ala sepeda motor skutik yang kebanyakan beredar saat ini.

Sedangkan Spyder warna abu-abu adalah tipe biasa. Harus oper gigi secara manual. Lantas, berapa harganya?

"Saya gak tahu, motor ini yang beli kakek," ujar anak remaja yang menunggang Spyder putih, saat saya tanya, di Kuta, Bali, Rabu (12/12/2012) sore.

Kakek yang dia maksud adalah Oesman Sapta Odang, pengusaha nasional sekaligus pemilik The Stones Hotel. Kehadiran saya di hotel senilai Rp 1 triliun itu juga atas undangan pengusaha yang juga ketua partai politik itu.

Oh ya, soal harga per unitnya, motor yang memakai mesin V-twin itu, kalau saya baca di dapurpacu.com, sekitar Rp 440 juta. Itu untuk tipe Spyder RSS SE5 AT.

Balik lagi soal Spyder. Saya pernah baca di motorplus-online.com, Can-Am Spyder hybrid bisa jadi satu-satunya sepeda motor roda tiga dengan mesin hybrid plug-in. Roadster ini diperkuat motor listrik, baterai lithium-ion, dan mesin Rotax Advanced Combustion Efficiency (ACE).

"Asiknya, karena teknologi hybrid tersebut, maka konsumsi BBM yang diminumnya pun terbilang irit, yakni sekitar 12,3 km/liter," itu saya kutip dari motorplus. (edo rusyanto)

10 Komentar leave one →
  1. 18 Desember 2012 00:24

    Pndium dulu baru baca

  2. 18 Desember 2012 00:28

    Eyang pantes kalau punya spyder…! Gila kenalpotnya kaya bazzoka aja

  3. 18 Desember 2012 01:26

    mau dong jadi cucunya….

  4. 18 Desember 2012 09:05

    kereeennnnn…

  5. 18 Desember 2012 10:09

    kereenn banget inih,,

  6. 18 Desember 2012 12:45

    12.3 km/L :hammer:

  7. 19 Desember 2012 01:21

    Reblogged this on Suetoclub's Blog.

  8. atar permalink
    19 Desember 2012 23:33

    Gaa cocok di pake buat jalanan kota jakarta
    Cocoknya di kampung gw ….haha,,,,,,

  9. john permalink
    20 Desember 2012 05:37

    motor kok kayak jet ski

  10. 20 Desember 2012 16:00

    belakangnya Galardo ada Mercedes SLS #Ngiler

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: