Lanjut ke konten

Jas Hujan di O Channel

29 November 2012

Sang surya baru menjemput pagi. Roda-roda sudah bergulir di permukaan aspal Jakarta. Deru mesin dan kepulan asap menyongsong kota berpenduduk sekitar 10 juta jiwa di pagi hari. Rutinitas metropolitan yang sarat dengan beragam kemauan. Bahkan, kelalaian.
Kelalaian yang mungkin dianggap sepi banyak kalangan terus bergulir di atas kerasnya aspal jalanan. Kelalaian saat berkendara, termasuk saat hujan mengguyur Jakarta.
Topik ‘Tips Aman Berkendara Saat Hujan’ menjadi santapan saya, Ketua Umum Road Safety Association (RSA) bro Rio Octaviano, dan Divisi Litbang RSA bro Ardy Purnawansani, saat diundang tampil di ‘Pagi Jakarta’, stasiun televisi O Channel, Jakarta. Perbincangan di lantai 16 SCTV Tower, Senayan, Jakarta, Rabu (28/11/2012) berlangsung pagi hari, pukul 06.30-07.00 WIB.
“Bagaimana tips aman saat bersepeda motor saat hujan?” sergah sist Soraya Hylmi, host Pagi Jakarta, dalam perbincangan pagi itu.
Bagi kami, ketika hujan deras mengguyur bumi, para pemotor hendaknya menunggu hujan reda. Risiko bersepeda motor saat hujan amat riskan. Selain jalan licin, genangan air, dan pandangan mata yang terganggu, kondisi fisik pemotor yang kedinginan bisa merusak konsentrasi. Tak heran, sepanjang tahun 2011, setiap hari terjadi 11 kasus kecelakaan yang dipicu oleh hujan.
Sempat saya singgung soal perilaku berkendara menjelang hujan yang juga bisa memicu kecelakaan lalu lintas jalan. Maksudnya, ketika hujan masih rintik-rintik, ada kecenderungan para pemotor memacu si kuda besi sekencang-kencangnya agar terhindar dari hujan. Berusaha mencari tempat berteduh secepat-cepatnya. Entah untuk berhenti berteduh atau untuk memakai jas hujan.
Hujan merupakan salah satu aspek pemicu kecelakaan dari faktor alam. Sekadar menyegarkan ingatan kita, pada 2011, pemicu kecelakaan lalu lintas jalan terdiri atas faktor manusia (53,20%). Lalu, faktor jalan (28,17%), faktor kendaraan (14,05%), dan faktor alam (4,58%).
Faktor alam pada tahun lalu menyebabkan 16 kasus kecelakaan setiap hari di Indonesia.
Fakta memperlihatkan, pada 2011, seperti dilansir Korps Lalu Lintas Mabes Polri, aspek hujan merupakan kontributor terbesar sebagai pemicu kecelakaan lalu lintas jalan akibat faktor alam. Hujan menyumbang 4.020 kasus atau setara 68,91% faktor alam.
Sebelum kita lihat aspek lain dari faktor alam, mari kita tengok dahulu kenapa cuaca hujan bisa memicu kecelakaan.

Pertama, jalan licin. Praktis butuh keterampilan berkendara yang memadai untuk melakukan pengereman yang tepat saat jalan hujan. Selain itu, kondisi kembang ban juga harus cukup baik. Ban botak bisa menambah licin permukaan jalan dan pengereman yang tidak maksimal. Terlebih bagi pemotor yang hanya beroda dua. Lebih ringkih tergelincir.

Kedua, jarak pandang. Pada daerah tertentu, hujan deras yang dibarengi kabut bakal mengurangi jarak pandang para pengendara. Butuh lampu tambahan untuk menerobos pekatnya kabut.

Ketiga, kondisi fisik. Khususnya bagi pemotor seperti saya, berkendara di tengah hujan deras bakal memengaruhi konsentrasi. Tubuh yang kedinginan dan jarak pandang yang terganggu sebuah kombinasi andal melemahkan konsentrasi. Karena itu, amat logis jika kita beristirahat atau berteduh menunggu hujan reda.


Bro Ardy, sist Soraya, bro Rio, dan bro Edo.

Terkait jas hujan, kami merekomendasikan jas hujan model stelan, yakni yang mencakup bagian atas dan bagian bawah berupa celana panjang. Jas hujan model itu memudahkan pergerakan sang pemotor.
Sebaliknya, jas hujan model ponco bisa mengurangi kebebasan sang pemotor dalam mengoperasikan si kuda besi. Belum lagi risiko jika sang ponco tadi masuk ke rantai sepeda motor. Bisa membuat laju kendaraan tersendat dan pemotor tergelincir.
Oh ya, penyebarluasan perilaku berkendara yang aman dan selamat melalui media televisi, bukan baru sekali ini saja dilakukan RSA. Sudah sejak beberapa tahun terakhir, RSA memanfaatkan kolega di stasiun televise untuk berbagi informasi dan tips. Mengajak pemirsa untuk lebih peduli untuk berkendara yang aman dan selamat. Tentu saja bertumpu pada tiga aspek penting. Pertama, berkendara taat pada aturan (rules). Kedua, berperilaku yang mau berbagi ruas jalan (attitude). Dan, ketiga, memiliki keterampilan memadai (skill) dalam berkendara. (edo rusyanto)

8 Komentar leave one →
  1. 29 November 2012 09:52

    AGREED, apalagi yg prilaku menjelang hujan

  2. Haroem permalink
    29 November 2012 19:24

    Topiknya bagusss.. pas disaat kondisi cuaca saat ini dan sangat bermanfaat 😀

  3. 29 November 2012 22:17

    O Channel nggak sampe ke Jogja mbah siarannya 😦

  4. 30 November 2012 19:35

    bener, lbh baik istirahat saat hujan.

  5. 1 Desember 2012 13:21

    keren ajiiib perjuangan para pejuang jalanan ….. Ajiiib mbah DKK

  6. 3 Desember 2012 22:09

    Mantap eyang jadi selebritis :mrgreen:

  7. blalelo permalink
    14 September 2016 02:10

    ajib soraya montok sexy hot..jangan ditutupi melulu dong punya body sexy mumpung masih muda buka dikit joss

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: