Lanjut ke konten

Hindari Bercanda dengan Kantuk

9 Oktober 2012

SOMAD barangkali gak pernah ngimpi. Truk yang disopirinya nyeruduk rumah dan warung di Cakung, Jakarta Timur.
Pria berusia 41 tahun itu, bukannya mampir beli sarapan, justeru truk fuso pengangkut besinya ngobrak-ngabrik warung nasi milik Santi dan Samsudin. Kejadiannya, Minggu (7/10/2012). ”Sekitar pukul 06.00, saat itu supir mengantuk langsung menabrak bangunan tersebut,” kata Kanit Laka lantas Satuan Wilayah Jakarta Timur, AKP Kalemunda Silitonga.
Nasib Somad masih lebih bagus, ”cuma” luka-luka di kepala. Tidak ada korban jiwa akibat insiden seruduk menyeruduk warung itu.
Aji Solihin malah lebih apes. Dinihari di awal April 2012, pria sopir truk pasir itu belum tidur dua hari. Dia memaksakan diri membawa truknya melintas di jalan tol Jagorawi, persisnya di dekat TMII mengarah ke Cibubur. Dinihari itu juga, belasan pekerja di jalan tol tertua di Indonesia itu, sedang melakukan pengaspalan.
“Mungkin karena mengantuk, tiba-tiba truk belok kiri menabrak truk yang lagi parkir,” ujar Arif, seorang saksi mata.
Truk pasir yang disopiri Aji menubruk truk lain dan mobil boks sehingga mobil boks menabrak truk berisi aspal.
Peristiwa di ruas tol Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menuju Cibubur, Jakarta, Jumat (6/4/2012) sekitar pukul 03.00 WIB, menimbulkan lima pekerja jalan tewas dan lainnya luka-luka.
Takut diamuk massa, Aji kabur. Kepala Subdit Penegakkan Hukum (Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Sudarmanto menyebutkan bahwa yang bersangkutan ditangkap di kantornya Sabtu (7/4/2012) sekitar pukul 15.30 WIB.

Bahaya Mengantuk

Mengantuk bakal merusak konsentrasi kita sebagai pengendara. Terlebih bagi pemotor seperti saya. Salah-salah bisa nyium aspal dan berujung fatal. Karena konsentrasi yang berantakan bukan mustahil reflek dan cara berkendara menjadi berisiko tinggi.
Rasa kantuk merupakan salah satu dari beberapa point di dalam faktor manusia. Kita tahu, faktor manusia memicu lebih dari 50% kasus kecelakaan di Indonesia. Nah, di Jakarta dan sekitarnya, faktor mengantuk berkontribusi hampir dua persen. Namun, tren peningkatannya pada 2010, tercatat sekitar 25%. Lebih kecil dibandingkan aspek lengah yang berkontribusi paling tinggi.
Saking seriusnya masalah mengantuk, negara mengaturnya dalam Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Ada ancaman sanksi pidana penjara maksimal tiga bulan atau denda maksimal Rp 750 ribu. Itu kalau kedapatan ngantuk.
Pasal 106 ayat (1) pada UU tersebut menegaskan, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.
Dalam keterangan tentang pasal 106 ayat (1) tersebut dijelaskan bahwa

yang dimaksud dengan ”penuh konsentrasi” adalah setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena sakit, lelah, mengantuk, menggunakan telepon atau menonton televisi atau video yang terpasang di Kendaraan, atau meminum minuman yang mengandung alkohol atau obat-obatan sehingga memengaruhi kemampuan dalam mengemudikan kendaraan.

Nah, kalau gara-gara mengantuk terus nyelonong nabrak orang sampai tewas, ceritanya lain lagi. Hukumannya lebih berat lagi.
Bagaimana supaya tidak mengantuk? Tentu yang paling atas adalah istirahat atau tidur yang cukup. Jika sekadar untuk mengurangi rasa kantuk yang ringan, bisa dengan cara berhenti sejenak. Beristirahat, pejamkan mata 15-30 menit. Lantas, bisa juga dengan membasuh muka agar terasa segar. Mengunyah permen juga bisa menjadi alternatif untuk mengurangi rasa kantuk.
Tapi, jika rasa kantuk sudah luar biasa, tidak ada pilihan yang logis kecuali berhenti untuk beristirahat tidur. Rasanya ada orang tercinta yang menanti ktia pulang dengan selamat di rumah. (edo rusyanto)

12 Komentar leave one →
  1. nubi permalink
    9 Oktober 2012 05:30

    Setuju tipsnya, Om.
    Saya sering bolak-balik Solo-Semarang naik motor kalau tiba2 kerasa ngantuk biasanya mampir ke warung, ngopi sambil leyeh2 bentar.
    Istirahat 10-15 menit dah cukup, ngantuk pasti ilang

  2. manSar permalink
    9 Oktober 2012 08:23

    Hindari kantuk dengan bercanda (mengobrol yang asik2 maksudnya, biar nga ngantuk)..

  3. 9 Oktober 2012 09:57

    karena ngantuk memamksakan kehendak sgr sampai ke7an akhirnya berabe kaya gini, siapa yg rugi ? pasti keluarga kecewa sedih karena ulah Anda sendiri yg mengemudi sedang ngantuk, semoga utk supir-” lainnya jgn lalai dan selamat sampai tujuan Isteri Anak sedang menanti anda dirumah.

  4. kong firman permalink
    9 Oktober 2012 11:18

    pernah tidur di pom bensin gra2 ngantuk berat… :mrgreen:

  5. 9 Oktober 2012 12:08

    KAlau Di Jalan N Ngantuk Emang Bahaya Banget,Harus Hai Hati

  6. 9 Oktober 2012 15:42

    makanya ga berani riding sendirian.. takut ga ada temen ngoborol yg bisa ngingetin.. :mrgreen:

  7. 9 Oktober 2012 17:29

    setuju mbah, bahayaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

  8. eko354 permalink
    9 Oktober 2012 18:41

    Betul mbah, kalo ngantuk harus berhenti, tidak boleh terus riding maupun driving.

    Tetangga sekomplek saya sudah ada 3 orang korban ngantuk.
    Yg pertama nabrak truk tronton yg lagi parkir, 6 km dari rumah. Paha kiri istrinya yg duduk di kiri depan, patah. Yg ke dua nyrempet pohon randu, cuma 1,6 km dari rumah. Yg ke tiga nabrak kepala sekolah SD komplek yg sedang naik Vespa, sehingga Pak KS patah kedua kakinya.

    Sejak itu kalo ngantuk saya mesti berhenti. Pernah di Jagorawi turun ke bawah rimbunan pohon sengon di bagian jalan yg curam. Krn pake jip, bisa offroad dikit. Tahu2 dibangunin petugas tol, dikira kecelakaan, bahkan udah ada ambulan di jalan tolnya. Langsung hilang ngantuknya krn udah ditunggui ambulan, he he, langsung ngacir lagi.
    Pernah tinggal 4 km dari rumah, krn ngantuk nggak berani terus, tidur dulu dekat tukang buah.

    Lebih baik terlambat sampe rumah daripada berakhir di rumah sakit (atau kuburan) atau membuat orang lain masuk rumah sakit (atau kuburan juga).

  9. 10 Oktober 2012 15:24

    klo dah ngantuk, pertanda wajib buat tidur..

  10. 11 Oktober 2012 13:15

    Kalo udah nguantuk, gk ada obatnya bro selain TIDUR>>
    Saya pernah dari perjalanan Purwokerto – Jakarta (di guyur hujan pula), karena Ngantuk yg teramat sangat, saya terpaksa tidur di samping kuburan (TPU Pondok Ranggon).
    Padahal kira2 gk sampe 1km dari rumah saya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: