Lanjut ke konten

Pria di Trans Jakarta

6 Oktober 2012

SEROMBONGAN orang merangsek masuk. Ada yang berebut. Ada yang matanya jelalatan mencari kursi kosong. Tapi, mana ada jam enam sore bus rapid transit (BRT) langganan Viany punya bangku kosong.
Rute Vianny pulang dan pergi kerja disesaki gedung-gedung perkantoran. Saat pagi dan sore hari, praktis banyak warga Jakarta dan sekitarnya yang memanfaatkan BRT Trans Jakarta sebagai angkutan primadona. Cukup merogoh kocek Rp 4.000 per orang, sudah diantar ke tempat tujuan.
Soal berdesak-desakan adalah cerita lama. Pendingin udara nyaris tak terasa kualitasnya ketika jam-jam sibuk. BRT yang beroperasi sejak 2004 itu, memang memiliki jalur khusus yang kondang disebut busway, namun tetap saja harus menikmati kemacetan. Sekalipun, tidak separah mereka yang melintas di jalan arteri non-busway.
Tiap hari sekitar 400 ribu orang memakai jasa Trans Jakarta. Salah satunya Viany. Gadis berusia dua puluh tahunan itu hampir dua tahun menjadi pelanggan setia. Hingga pada sore itu, dia melihat seorang pria muda. Dari raut wajahnya, Viany menaksir sekitar tiga puluh tahunan. Tampak sang pria terkantuk-kantuk duduk berhimpitan. Viany persis berdiri di depannya. Sang pria tak menoleh, tetap memejamkan mata.
”Mungkin habis begadang nonton siaran langsung sepak bola,”gumam Viany.
Lamunan gadis yang bekerja sebagai staf HRD di sebuah perusahaan swasta itu, terusik oleh serbuan serombongan orang tadi. Aksi dorong mendorong pun terjadi. Seorang ibu sibuk menggapai pegangan tangan di atas kepala agar tak terjatuh. Bus pun kembali melaju usai menaikkan dan menurunkan penumpang di halte.
Sang ibu beramput perak tampak keletihan. Mungkin jalan menuju halte yang menanjak membuat nafasnya terengah-engah. Vianny berada disampingnya.
Diam-diam Viany memperhatikan sang pria muda yang duduk di depannya. Tampak sang pria acuh tak acuh. Matanya tetap terpejam. Tangannya mendekap tas ransel berwarna hitam.
”Gilee nih orang, gak ada rasa pedulinya ke ibu-ibu. Pura-pura tidur lagi,” gerutu Viany dalam hati.
Sang ibu yang berdiri disampingnya sudah tenang. Nafasnya sudah teratur. Tangannya memegang pegangan yang tersedia di bagian atas kepala. Tiba-tiba dia berujar.
“Eh, Topan…Apa kabar?” Sergah sang ibu kepada pria muda yang duduk di depan Viany.
Agak gelagapan karena rasa kantuk, pria itu membalas pertanyaan sang ibu tadi.
”Oh..eh baik. Ibu Sinya? Ya ampun, sudah lama gak ketemu. Mau kemana?”
“Pulang. Tadi habis nganterin barang dagangan. Kamu katanya habis sakit? Berapa lama dirawat?”
”Dirawat dua bulan bu, kaki saya harus diamputasi. Sekarang harus memakai kaki palsu. Tapi sampai sekarang masih sakit jika berdiri lama.”
”Kenapa?”
”Tabrakan. Ada anak pelajar naik motor, tiba-tiba nyalip dari kiri, saya kaget, terpelanting eh ditabrak angkot.”
Perbincangan keduanya terus mengalir. Viany merasa tidak enak hati. Pikirannya yang nggak-nggak soal pria muda tadi jadi berkebalikan. Dia merasa bersalah. Menuduh pria tadi seenak hatinya. Menganggap sang pria tak peduli terhadap penumpang wanita. Apalagi kepada ibu-ibu tua.
Tiba-tiba sang petugas Trans Jakarta meneriakan halte tempat Viany harus turun. Diapun beringsut. Siap-siap turun. (edo rusyanto)

10 Komentar leave one →
  1. 7 Oktober 2012 00:01

    ceritane lha kok seyemm…

  2. kong firman permalink
    7 Oktober 2012 12:36

    baca & renungkan..
    Hanya itu yg bisa ane lakukan,yang…
    Ga tau mau koment ap…

  3. Vioner permalink
    7 Oktober 2012 16:14

    Berprasangka baiklah pada orang, gitu Mbah ya?

  4. 7 Oktober 2012 16:44

    positip thinking , bagaimanapun keadaanya… terkadang lebih menolong ….( apalagi positip feeling )

  5. kemane aje lo? permalink
    8 Oktober 2012 08:48

    agak susah sih….kalo postitif thinks..yah

  6. Haroem permalink
    9 Oktober 2012 14:24

    Waktu di awal baca agak kesel yaa. tapi setelah tau begitu agaknya jadi sedih juga!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: