Lanjut ke konten

Konsumen Masih Doyan Motor 110cc

29 Agustus 2012

MAYORITAS sepeda motor yang diboyong konsumen adalah yang bermesin 110cc. Pada Januari-Juli 2012, dari total 4,32 juta unit sepeda motor, sebanyak 40,51% adalah yang bermesin 110cc. Selebihnya, yang menyerap di atas 10% adalah kelas 115cc, 125cc, dan 150cc. Konsumen suka motor kecil.
Pada tujuh bulan 2012, penjualan motor bermesin 110cc ternyata melemah 8,97% jika dibandingkan periode sama 2011. Jika pada 2011, terjual sebanyak 1,92 juta unit, saat ini sekitar 1,75 juta unit.
Sekalipun dari segi volume penjualan melemah, namun dari sisi penguasaan pangsa pasar relatif stabil, yakni sekitar 40%. Mayoritas motor bermesin 110cc dibanderol sesuai dengan kemampuan kebanyakan masyarakat, di bawah Rp 15 juta per unit.
Untuk periode Januari-Juli 2012, tipe motor mesin 110cc yang terbesar adalah motor skutik. Motor otomatis ini berkontribusi sekitar 1,37 juta unit atau sekitar 78,67%. Sedangkan motor bebek dan sport, masing-masing sebesar 373 ribuan unit (21,30%) dan 551 unit (0,03%).
Sementara itu, di luar kapasitas 110cc yang juga cukup menonjol adalah motor bermesin 115cc yang berkontribusi 24,27% per akhir Juli 2012. Lalu, 125cc sebesar 17,90% dan 150cc sebesar 9,34%.
Khusus tipe 125cc dan 150cc, pada tujuh bulan 2012 mencatat kenaikan volume penjualan yang cukup signifikan. Motor 125cc naik sekitar 21,43% dan motor 150cc naik sekitar 20,15%. Padahal, saat itu, total pasar motor di Indonesia turun sekitar 10,08%. (edo rusyanto)

16 Komentar leave one →
  1. nubi permalink
    29 Agustus 2012 03:45

    Mungkin ini cermin dari masyarakat yang lebih membutuhkan motor yg irit, mudah dikendarai dan harga yg terjangkau.

    • edo permalink
      29 Agustus 2012 22:16

      mungkin cerminan muruh murah meriah cocok dengan pendapatan masy indo

      • Restoe Boemi permalink
        31 Agustus 2012 22:05

        yg kelas 115 cc kok turun drastis ya Om?
        klo yg 110 turun karena vario 110 berubah jadi 125, makanya yg kelas 125 cc langsung meroket.
        nah klo yg 115 turun itu pada lari kemana?

  2. 29 Agustus 2012 05:34

    motorku 112cc masuk kelas mana ya?

  3. 29 Agustus 2012 08:05

    banyak faktor, antara lain kemampuan dan ekonomi.. kebanyakan orang indonesia pakai motor untuk sarana transportasi, beda sama kebanyakan orang luar yang pakai motor ya memang karena hobby ataupun kita (semua) motorcycle enthusiast..

    imho 🙂

  4. apand permalink
    29 Agustus 2012 08:17

    yg bisa dp murah cuma motor 110cc :p

  5. 29 Agustus 2012 08:48

    Mantap…….!!!

  6. 29 Agustus 2012 10:32

    mantaaabbb

    nitip share renungan mas
    http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/08/29/dimana-enaknya-tukeran-istri/

    terima kasih

  7. haroem permalink
    29 Agustus 2012 10:49

    Untuk di jakarta kurang cocok eyang untuk pemakaian lebih dari 110 cc sepertinya selain macet faktor irit bbm juga menjadi alasan 110cc jadi favorite konsumen

    • 29 Agustus 2012 10:57

      Masuk akal sih, rata2 kecepatan motor berkisar 20-30 kpj. Itu yg saya alami. Salam.

  8. andhika permalink
    29 Agustus 2012 11:23

    Untuk daerah berbukit dan tiap hari bergunung ria kira2 bebek apa yang kuat ya?
    Smpe kini masih vega 98, masih kuat.
    Cuman agak kasihan,cos 1 minggu sekali musti keluar kota.
    Buat pendamping vega. Maklum dana terbatas. hehehe

  9. hendro permalink
    29 Agustus 2012 11:32

    Saya ajah masih lebih sering pakai yang 90cc hehe… warisan babeh… maksyus iritnya

  10. Joko permalink
    29 Agustus 2012 21:22

    Usul, 115cc dimasukkan ke 110 cc saja. Toh dari pabrik sama2 masuk entry level. Lagipula ccnya cuma 113. Soalnya 110cc vs 115cc jadi mirip H vs Y, nggak lagi mencerminkan segmen pasar yg dituju.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: